Langkah Kaki di Smartwatch Kopilot ATR 42-500 Terungkap, Harapan Keluarga Farhan Pupus

Posted on

Misteri Langkah Kaki di Smartwatch Farhan Gunawan Terungkap

Misteri pergerakan langkah kaki yang terdeteksi di smartwatch milik Farhan Gunawan, kopilot pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, akhirnya terungkap. Pergerakan tersebut sebelumnya memberikan harapan besar bagi keluarga bahwa Farhan masih hidup. Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata data itu bukanlah aktivitas terbaru, melainkan rekaman dari beberapa bulan sebelum kecelakaan.

Keluarga Farhan sempat meminta bantuan pemerintah agar pencarian korban diperluas dan melibatkan lebih banyak tim SAR. Mereka berharap adanya tanda-tanda kehidupan dari perangkat elektronik yang digunakan oleh Farhan. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, Basarnas memastikan bahwa data langkah kaki tersebut tidak mewakili aktivitas terakhir Farhan setelah kecelakaan.

Penjelasan dari Basarnas

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafi’i menjelaskan dalam konferensi pers bahwa data langkah kaki yang terdeteksi berasal dari beberapa bulan lalu saat korban masih berada di Yogyakarta. “Setelah dibuka, ternyata rekaman itu berasal dari beberapa bulan yang lalu ketika korban masih di Jogja. Ini sudah diklarifikasi tadi pagi,” ujarnya.

Syafi’i juga menyampaikan bahwa keluarga Farhan telah menerima penjelasan dari Basarnas dan pihak kepolisian, meskipun mereka tetap memahami perasaan keluarga yang berharap Farhan masih hidup. “Kami memahami perasaan keluarga korban yang sangat berharap Farhan masih hidup. Oleh karena itu, kami juga telah menginformasikan hal ini secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” tambah Syafi’i.

Pengakuan Keluarga Farhan

Pitri Keandedes Hasibuan, kerabat Farhan, mengungkapkan harapan keluarga untuk bisa menemukan Farhan. “Dia (Farhan) kan ada smartwatch, kalau bisa ada yang melacak smartwatch-nya itu dia pakai yang Galaxy, kayak manalah caranya, supaya ada pertolongan yang cari dia,” kata Pitri.

Pergerakan langkah kaki tersebut terus bertambah. Dia juga meminta pertolongan ke Presiden Prabowo lewat video tersebut. “Intinya pergerakan langkah kakinya itu makin lama makin bertambah dan ini hari ketiganya di hutan. Jadi tolong kepada bapak Prabowo atau siapapun yang bisa ngasih bantuan tolong turunkan tim SAR lebih banyak lagi pak,” katanya.

Pitri juga berharap pemerintah mengerahkan helikopter ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap seluruh korban. Termasuk meminta agar pergerakan langkah dari smartwatch itu dilacak. “Saya mohon sekali, Pak, tolong selamatkan Farhan, karena dia sudah memberikan tanda-tanda (masih hidup) pak hp nya masih terhubung dengan ada pergerakan langkah kakinya pak sekian dari saya,” imbuh Pitri.

Penemuan Black Box Pesawat ATR 42-500

Akhirnya black box pesawat ATR 42-500 berhasil ditemukan oleh Tim SAR. Meski sudah ditemukan keberadaan black box tersebut belum bisa diamankan, mengingat kondisi yang belum memungkinkan. Black box terletak di bagian ekor pesawat ATR 42-500 PK-THT.

Sebagai informasi, black box (kotak hitam) menjadi benda yang paling dicari setelah terjadinya kecelakaan pesawat terbang. Itu karena kotak hitam merupakan perangkat penyimpan data penerbangan yang nantinya bisa dijadikan petunjuk untuk mengungkap penyebab kecelakaan pesawat terbang.

Meski namanya black box tapi warnanya itu orange. Diketahui bahwa black box berada di bagian ekor, namun akses menuju titik tersebut sangat terbatas dan berisiko tinggi. Untuk menjangkau area tersebut, Tim SAR Gabungan harus menyiapkan strategi khusus.

Personel memerlukan tali sepanjang sekitar 100 meter dari Pos 8 untuk melakukan teknik grappling atau repling menuruni lereng curam menuju badan pesawat. “Kita harus memerlukan dari Pos 8 tali sekitar 100 meter untuk bisa grappling ke area pesawat,” ujar Tim SAR, Rabu (21/1/2026).

Daftar Korban Pesawat ATR 42-500

Berikut adalah daftar 10 korban kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport:

Daftar Kru Pesawat:

  • Andy Dahananto (Kapten/Pilot)
  • Farhan Gunawan (Kopilot)
  • Hariadi (Flight Operation Officer)
  • Restu Adi P (Engineer)
  • Dwi Murdiono (Engineer)
  • Florencia Lolita (Awak Kabin)
  • Esther Aprilita S (Awak Kabin)

Daftar Penumpang:

  • Deden
  • Ferry
  • Yoga

Ucapan Terakhir Kapten Pilot

Di tengah pencarian para korban kecelakaan pesawat ATR, heboh soal ucapan terakhir sang kapten Pilot. Saat itu, ia sempat melakukan panggilan video dengan istri dan anak-anaknya. Tidak ada firasat buruk, hanya pesan singkat yang selama ini selalu menjadi ritual sebelum bertugas.

“Pesan terakhir beliau hanya ‘doakan happy landing’. Itu kalimat yang selalu beliau sampaikan sebelum bertugas,” tutur adik ipar Kapten Andy, Agus Mahardianto.

Namun hingga waktu pendaratan yang dijadwalkan sekitar pukul 13.17 WIB, tidak ada kabar lanjutan dari Kapten Andy. Sekitar pukul 15.00 WIB, pihak Indonesia Air Transport mengabarkan kepada keluarga bahwa pesawat yang dikemudikannya hilang kontak.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *