Di tengah panas terik Jakarta, Popbela kembali melakukan sesi pemotretan. Kali ini Naura Ayu tampil dalam versi yang berbeda dibanding empat tahun lalu. Dulu, ia membawa vibes cheerful masa remaja, namun kini ia lebih dewasa, tetap hangat, ramah, dan sederhana. Di samping itu, kehadiran sang mama, Nola, tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Sesi pemotretan ini diiringi lagu-lagu hits dari musisi K-Pop hingga Hollywood. Beberapa lagu dari BLACKPINK bahkan membuat Naura menari kecil di sela-sela syuting. Selain foto-foto, Naura juga berbagi tentang lagu barunya yang dirilis pada 14 November 2025, “Lampu Jalan”, yang menjadi ungkapan hatinya serta rasa syukur sepanjang tahun 2025. Khusus bersama Popbela, dara berusia 20 tahun itu menceritakan proses pembuatannya sampai makna terdalam yang ingin disampaikan.
Lebih banyak lagi, Popbela dan Naura Ayu merefleksikan hal-hal indah sepanjang tahun 2025 ini sampai pelajaran hidup yang ia dapatkan. Yuk, simak bincang-bincang Popbela bersama Naura Ayu mulai dari lagu baru sampai gratitude.
Bersyukur karena tahun ini lebih banyak dekat dengan diri sendiri
Atasan bunga backless Nagita Slavina
Tahun 2025 tampaknya seperti tahun yang sibuk, banyak hal terjadi. Beberapa dari kita mungkin merasa overwhelmed dan nggak punya banyak waktu untuk diri sendiri. Tapi, hal itu nggak berlaku buat Naura. Justru ada banyak hal yang membuatnya bersyukur di tahun 2025 ini, sekaligus menjadi waktu di mana dia lebih dekat dengan dirinya sendiri. Fokus pada apa yang diinginkan, berbenah diri, hingga akhirnya mendapat banyak perspektif baru dalam hidup.
“Aku lebih dekat sama diri aku sendiri sih dan di tahun ini aku fokus sama diri aku sendiri. Ada momen di mana aku dikasih waktu sama Allah buat benar-benar benahi diri aku sendiri. Terus aku merasa kayak tahun ini banyak banget perspektif aku terhadap hidup tuh berubah,”
ungkap Naura Ayu.
Waktu-waktu ini juga dipakai oleh pelantun “Berani Bermimpi” itu untuk refleksi diri, mengapresiasi setiap hal yang telah ia lakukan, dan terhubung kembali dengan core memory-nya.
“Ada momen-momen di mana aku lebih reflektif terhadap sikap aku juga. Di waktu yang sama, aku merasa kembali ke siapa diri aku lagi. Terus, aku merasa aku lagi bisa terhubung sama core memory aku yang selama ini kurang aku appreciate. Di tahun ini aku jadi tiba-tiba kayak ada perasaan bahwa aku bisa menjaga diri aku lebih baik lagi dan aku akan melanjutkan mimpi-mimpi yang Naura kecil punya,”
lanjutnya.
Menyadari bahwa keluarga saja sudah cukup
Atasan bunga backless & celana Nagita Slavina, sepatu Christin Wu
Sambil retouch makeup-nya, Naura bercerita tentang bagaimana ia sempat merasa burnout, kecewa karena banyak orang yang akhirnya meninggalkannya, lalu hanya bisa cerita dengan ayah dan ibunya. Momen tersebut membuatnya mempelajari banyak hal. Salah satunya tentang merasa cukup dan penerimaan. Ia belajar bahwa ia tak harus memiliki semua orang dalam hidupnya.
“Tahun ini benar-benar mengubah aku untuk jadi orang yang nggak maksa dan nggak bikin aku merasa aku harus punya semua orang di kehidupanku,”
ujar bintang My Nerd Girl itu.
“Waktu itu pernah banget ada momen burnout. Jadi, itu aku baru mulai journaling lagi di hari Minggu. Tiba-tiba di meja makan aku curhat ke Mama Papa sampai nangis. Aku merasa ‘Kenapa semua orang nggak bisa stay dan kenapa mau kita setulus apa pun ke orang itu, mereka malah menyakitiku, kenapa aku menerima sedikit dari apa yang telah aku berikan?’, walaupun aku kalau memberi tuh nggak ingin hitung-hitungan. Karena aku sudah lagi proses penerimaan diri aku sendiri, jadi aku kayak mulai berbenah nih, ‘Apa ya hal-hal yang kayaknya salah sama aku?’,”
kenangnya.
Melihat anaknya yang burnout parah, orang tua Naura, Nola ‘B3’ dan Baldy Mulya Putra, pun menenangkannya dan memberikan gambaran kehidupan. Dari hasil burnout-nya itu, Naura membagikan pesan yang mendalam kepada kita semua bahwa ia menyadari keluarga saja sudah lebih dari cukup dan seberapa keras kamu mempertahankan seseorang, kalau dia bukan untukmu pasti akan terlepas juga.
“Di situ Mama Papa nenangin aku. Mereka kasih aku kenyataannya juga, hidup akan terus seperti itu. Aku jadi menyadari bahwa sekeras apa pun kamu berusaha untuk mempertahankan seseorang, jika dia bukan untukmu atau tidak ditakdirkan untuk ada dalam hidupmu, mereka akan menemukan jalan keluarnya. Dari situ aku benar-benar sadar betapa bersyukurnya aku dengan punya orang tuaku dan adik-adikku sebenarnya sudah cukup,”
ujarnya.
Lebih banyak, Naura juga memesankan semua yang mungkin mimpi-mimpinya belum tercapai di tahun ini. Kita semua boleh berencana, tapi Tuhan sudah memetakan waktunya dengan tepat. Jadi, kalau kamu saat ini lagi merasa belum jadi apa-apa, terima dan sabar saja, ya, karena semuanya akan indah pada waktunya.
“Ternyata aku nggak perlu banyak orang untuk berkontribusi di kehidupan aku dan ternyata hidup yang sederhana tuh lebih enak daripada hidup yang terlalu ditekan karena butuh validasi. Penting juga untuk terima segala perasaan yang kita rasakan. Nggak apa-apa memiliki mimpi besar dan tidak mencapainya. Kamu masih punya jalan panjang, terutama saat kamu masih muda, dan kamu ingat bahwa Tuhan selalu ada, kan? Ada harapan dan semangat untuk mengejar cita-citamu. Nggak apa-apa jika tidak sesuai dengan waktumu, karena Tuhan punya waktunya sendiri,”
pesan penyanyi “Ternyata” itu.
Si suka berbagi makanan dan jadi good listener
Bralette bunga 3D & rok mini Suedeson by Kimberly Tandra, sepatu Christin Wu
Selain bicara tentang bersyukur, akhir tahun biasanya juga jadi momen untuk memberi. Nah, Naura punya caranya sendiri nih dalam memberi melalui hal kecil sekaligus menyebarkan good vibes ke sekitar. Ia suka berbagi makanan dengan teman-teman maupun orang yang ada di dekatnya. Baginya hal kecil tersebut sangat seru jika dinikmati bersama.
“Mungkin bagi-bagi makanan. Itu sangat sederhana, tapi aku merasa bagi-bagi makanan seru aja, bareng-bareng gitu kan,”
katanya saat ditanya tentang hal kecil yang suka ia lakukan untuk berbagi.
Tak hanya berbagi barang atau makanan, kakak dari Neona Ayu itu juga suka menjadi pendengar yang baik sebagai bentuk untuk menyebarkan vibes yang positif.
“Aku suka deep talk juga sih. Menurut aku ngobrol dengan sangat mendalam, mengenal mereka dan kehidupan mereka sangat menarik. Karena aku senang mendengar cerita orang-orang, apalagi orang-orang terdekat. Jadi, aku tahu apa yang harus aku lakukan kalau mereka lagi kenapa-kenapa dan kalau deep talk tuh bikin aku jadi sadar kalau ternyata beda-beda orang tuh beda-beda treatment,”
akunya.
