Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 72, Bab II Jurnal Membaca

Posted on

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 72 Kurikulum Merdeka

Pada halaman 72 dari buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI (Edisi Revisi), siswa diberikan tugas terkait Bab II yang berjudul Menyajikan Berita Inovasi yang Menghibur. Tugas ini berkaitan dengan kegiatan jurnal membaca, di mana siswa diminta untuk memilih dua atau tiga buku dari daftar rekomendasi yang tersedia. Setelah membaca buku-buku tersebut, siswa harus menyelesaikan formulir Jurnal Membaca yang telah disediakan.

Berikut adalah beberapa pilihan buku yang direkomendasikan untuk kegiatan Jurnal Membaca:

Rekomendasi Karya Untuk Kegiatan Jurnal Membaca Bab II

  1. Kuli Kontrak – Mochtar Lubis

    Genre: Kumpulan Cerpen

    Penerbit: Yayasan Obor Indonesia

  2. Para Priyayi – Umar Kayam

    Genre: Novel

    Penerbit: Grafiti Press

  3. Dalam Mihrab Cinta – Habiburahman El Shirazy

    Genre: Novel

    Penerbit: Republika

  4. Pasar – Kuntowijoyo

    Genre: Novel

    Penerbit: Diva Press

  5. Kain Songket Mak Engket – Wylvera W

    Genre: Novel

    Penerbit: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

  6. Tiga Menguak Takdir – Asrul Sani-Chairil Anwar-Rivai Apin

    Genre: Puisi

    Penerbit: Balai Pustaka

  7. How Did I Get 7 Scholarships in 7 Countries? (Bilingual) – Ilma Alfadila

    Genre: Inspirasi

    Penerbit: Andi

  8. Misi Penyelamatan Artha – Yovita Rini Siswati

    Genre: Non Fiksi

    Penerbit: Pusat Perbukuan Kemdikbudristek

  9. Kika dan Dominika – Fitri Hasanah

    Genre: Non Fiksi

    Penerbit: Pusat Perbukuan Kemdikbudristek

  10. Gadis Rempah – Musrifah Medkom

    Genre: Novel

    Penerbit: Pusat Perbukuan Kemdikbudristek

Setelah memilih buku, siswa harus mengisi formulir Jurnal Membaca yang terdiri dari tiga bagian utama:

Formulir Jurnal Membaca

  1. Blurb (keterangan pada sampul belakang buku)

    Siswa diminta membuat blurb minimal dalam 5 kalimat yang menggambarkan isi buku secara singkat dan menarik.

  2. Karakteristik tokoh-tokoh utama

    Siswa harus menjelaskan sifat-sifat tokoh utama dalam buku tersebut dalam 3–4 kalimat.

  3. Ringkasan buku dan pendapat

    Siswa dituntut menulis ringkasan buku minimal dalam 7 kalimat serta menyampaikan pendapat pribadi tentang buku tersebut.

Berikut adalah contoh kunci jawaban untuk dua buku yang dipilih oleh siswa:


Pilihan Buku 1: Dalam Mihrab Cinta

Jurnal Membaca: Bab II Menyajikan Berita Inovasi yang Menghibur

Hari/tanggal:

Nama:

Kelas: 11

Judul Buku: Dalam Mihrab Cinta

Penulis: Habiburahman El Shirazy

Penerbit/Tahun: Republika

  1. Blurb

    Hilmi, seorang santri cerdas di pesantren, harus menanggung tuduhan yang tidak pernah dilakukannya. Ia dituduh mencuri, hingga akhirnya diusir dan kehilangan kehormatan. Dalam perjalanan hidupnya, Hilmi berjuang mencari kebenaran, menebus kesalahan, dan menemukan makna cinta sejati. Novel ini menyuguhkan kisah perjuangan, keikhlasan, dan kekuatan iman dalam menghadapi fitnah dan ujian hidup. “Dalam Mihrab Cinta” bukan hanya kisah cinta antara dua insan, tetapi juga perjalanan spiritual yang menyentuh hati pembacanya.

  2. Karakteristik tokoh-tokoh utama

    Hilmi: Tokoh utama yang sabar, beriman kuat, dan teguh menghadapi cobaan meski difitnah. Ia menunjukkan bahwa kebaikan dan keikhlasan akan menemukan jalannya sendiri.

    Zizi: Gadis lembut, cerdas, dan berhati tulus yang menjadi pendukung utama Hilmi. Ia mencintai dengan kesetiaan dan memahami arti pengorbanan.

    Fahri: Sahabat yang bijak dan penyemangat Hilmi untuk terus berjuang di jalan yang benar.

    Kiai Zainal: Sosok guru yang bijaksana dan menjadi panutan dalam menanamkan nilai moral dan keagamaan.

  3. Ringkasan buku dan pendapat

    Novel Dalam Mihrab Cinta menceritakan perjalanan hidup Hilmi, seorang santri yang diusir dari pesantren karena tuduhan mencuri. Ia meninggalkan pesantren dengan perasaan hancur dan hidup dalam keterasingan. Dalam perjalanannya, Hilmi sempat terjebak dalam dunia gelap sebelum akhirnya menyadari kesalahannya dan kembali ke jalan yang benar. Ia kemudian bertemu Zizi, gadis baik yang membuatnya mengenal cinta sejati dan arti keikhlasan. Melalui berbagai ujian, Hilmi membuktikan bahwa fitnah tidak akan mengalahkan kebenaran. Cerita ini juga mengajarkan pentingnya pengampunan, perjuangan, dan keyakinan kepada Allah.

    Menurut pendapatku, novel ini sangat inspiratif karena mengajarkan makna keteguhan iman dan pentingnya tidak menyerah walau hidup terasa tidak adil. Kisahnya menyentuh dan penuh nilai moral yang relevan dengan kehidupan remaja masa kini.


Pilihan Buku 2: Kain Songket Mak Engket

Jurnal Membaca: Bab II Menyajikan Berita Inovasi yang Menghibur

Hari/tanggal:

Nama:

Kelas: 11

Judul Buku: Kain Songket Mak Engket

Penulis: Wylvera W

Penerbit/Tahun: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

  1. Blurb

    Kain Songket Mak Engket mengisahkan perjuangan seorang perempuan tua bernama Mak Engket yang tetap setia menenun kain songket tradisional meski zaman telah berubah. Ia berjuang mempertahankan warisan budaya dan nilai-nilai kehidupan di tengah kemajuan modern. Kisah ini juga menggambarkan hubungan antargenerasi, konflik batin, serta pentingnya menghargai tradisi. Melalui tokoh-tokohnya, pembaca diajak memahami arti ketekunan, cinta, dan pengorbanan. Novel ini sarat pesan moral tentang menjaga jati diri dan warisan leluhur.

  2. Karakteristik tokoh-tokoh utama

    Mak Engket: Sosok perempuan tua yang sabar, tekun, dan penuh kasih. Ia menjadi simbol pelestarian budaya dan semangat pantang menyerah.

    Ranti: Cucu Mak Engket yang cerdas, namun awalnya kurang menghargai tradisi. Seiring waktu, ia belajar memahami makna perjuangan neneknya.

    Bakar: Anak Mak Engket yang keras kepala, tetapi memiliki kasih sayang mendalam kepada keluarganya.

    Latar masyarakat sekitar juga memperkuat nilai gotong royong dan pentingnya menjaga kebersamaan.

  3. Ringkasan dan pendapat

    Novel ini menceritakan kehidupan Mak Engket, seorang penenun kain songket di sebuah kampung kecil di Sumatra. Di tengah arus modernisasi, ia tetap mempertahankan tradisi menenun sebagai warisan leluhur. Namun, perjuangannya tidak mudah karena generasi muda, termasuk cucunya Ranti, mulai melupakan nilai-nilai tradisi. Melalui berbagai peristiwa, Ranti akhirnya memahami arti kerja keras dan cinta yang diwariskan Mak Engket. Kisah ini menggugah pembaca untuk lebih menghargai budaya lokal dan peran perempuan dalam melestarikan tradisi.

    Menurut pendapatku, novel ini sangat menyentuh karena mengajarkan pentingnya menjaga warisan budaya, menghormati orang tua, serta memahami nilai ketekunan dan kasih sayang dalam keluarga.