Kerusuhan Suporter dalam Laga Persijap Jepara vs Persis Solo
Laga antara Persijap Jepara melawan Persis Solo di Stadion Gelora Bumi Kartini berakhir dengan skor 0-0. Namun, pertandingan tersebut justru dikenang karena kerusuhan yang terjadi di dalam dan luar stadion. Insiden ini menimbulkan kerusakan pada fasilitas umum serta kendaraan milik suporter.
Kericuhan dimulai dari ejekan dan lemparan benda di tribun, yang kemudian berkembang menjadi bentrok di luar stadion selama sekitar 30 menit. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap keselamatan para pemain, ofisial, maupun penonton.
Penjelasan dari Exco PSSI
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menyampaikan kekecewaannya atas insiden ini. Ia menegaskan bahwa larangan suporter tandang dibuat demi menjaga keselamatan semua pihak.
“Kadang para suporter seakan lupa dengan tragedi seperti Kanjuruhan dan kejadian-kejadian lainnya. Padahal kami sudah menetapkan larangan suporter tandang, tetapi masih saja dilanggar,” ujar Arya saat ditemui di Lapangan C Gelora Bung Karno Sports Complex, Senayan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, meskipun ada beberapa pertandingan yang berlangsung aman meski dihadiri oleh suporter tim tamu, satu contoh tersebut tidak cukup untuk membuka kembali kebijakan suporter tandang.
“Apa yang kita lihat adalah situasi yang sangat rawan. Kita ingin para suporter ingat bahwa ketika masuk stadion dengan aman, harus keluar juga dengan aman. Tidak perlu ada korban lagi,” tegasnya.
Kronologi Kerusuhan
Pertandingan derbi Jawa Tengah antara Persijap Jepara dan Persis Solo di Stadion Gelora Bumi Kartini Stadium, Kamis (5/3/2026) malam, berlangsung panas. Laga yang berakhir imbang 0-0 tersebut tidak hanya menyuguhkan duel sengit di lapangan, tetapi juga diwarnai kericuhan antar-suporter di tribun hingga area luar stadion.
Situasi memanas setelah pertandingan berakhir dan memicu bentrokan antar-suporter. Ketegangan di tribun sebenarnya sudah terasa sejak babak pertama. Suporter di tribun barat terdengar melontarkan nyanyian serta kalimat bernada provokatif selama pertandingan berlangsung.
Ketegangan sempat terjadi menjelang akhir babak pertama, tetapi petugas keamanan berhasil meredam situasi sehingga pertandingan dapat dilanjutkan. Memasuki babak kedua, kondisi sempat terlihat aman. Namun suasana kembali memanas ketika suara provokasi kembali terdengar sekitar menit ke-70.
Saling Lempar Benda Picu Bentrokan
Ketegangan akhirnya memuncak ketika pertandingan memasuki menit ke-80. Di sudut tribun barat sisi selatan, suporter mulai terlibat aksi saling lempar benda. Botol minuman hingga petasan dilaporkan melayang di area tribun dan beberapa kali terdengar letusan.
Kericuhan sempat mereda ketika pertandingan berakhir, namun kembali memanas saat suporter tuan rumah hendak menyanyikan lagu kebanggaan Laskar Kalinyamat. Keributan kemudian berlanjut hingga ke pintu keluar stadion sisi barat. Suporter tuan rumah dilaporkan mencegat pendukung Persis Solo sehingga bentrok tidak terhindarkan.
Aksi saling lempar batu, kayu, dan botol minuman berlangsung sekitar 30 menit dan menyebabkan sejumlah fasilitas stadion mengalami kerusakan.
Dampak pada Tim Persis Solo
Kericuhan tersebut juga berdampak pada tim Persis Solo. Para pemain dan official tim tamu terpaksa bertahan di dalam stadion selama beberapa jam karena kondisi di luar stadion belum aman.
Direktur PT Persis Solo Saestu, Ginda Ferachtriawan, membenarkan bahwa tim diminta tetap berada di stadion sampai situasi kondusif. Ia mengatakan pihak manajemen menerima laporan bahwa tim tidak bisa meninggalkan stadion karena kondisi keamanan belum memungkinkan.
“Betul betul, manajemen dapat laporan kalau tim kemarin tertahan di stadion karena situasi tidak kondusif di sekitaran stadion kemudian tim diminta untuk stay di dalam stadion sampai kondisi kondusif,” ujar Ginda saat dihubungi Pasarmodern.com, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, kondisi baru benar-benar aman beberapa jam kemudian. “Kondisi kondusif baru terjadi jam 03.30 kurang lebih dan para pemain baru bisa kembali ke hotel,” tambahnya.
Meski tertahan cukup lama di stadion, ia memastikan seluruh pemain dan official dalam kondisi aman. “Kalau dari tim aman sih,” kata dia.
Manajemen Persis Tunggu Keputusan Operator Liga
Setelah situasi dinyatakan aman, rombongan Persis Solo akhirnya meninggalkan stadion dan kembali ke hotel sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Solo pada pagi hari. Manajemen Persis Solo juga berencana menggelar pertemuan untuk membahas berbagai insiden yang terjadi dalam pertandingan tersebut.
“Kita nunggu operator ya hari ini kita juga ngumpul di kantor terkait pertandingan semalam baik secara tim maupun secara penonton yang cukup banyak insiden yang terjadi di situ ya mungkin kita akan bertanya juga dan juga menunggu keputusan dari I league seperti apa,” pungkas Ginda.
