Kisah pesawat sipil Iran Air 655 hancur dihantam rudal AS dan 290 orang tewas, mengapa bisa?

Posted on

PasarModern.com – Penerbangan Iran Air 655 mengalami insiden pada 3 Juli 1988 yang menyebabkan seluruh orang di dalam pesawat meninggal dunia.

Pesawat Iran Air 655 hancur di udara usai dihantam oleh rudal kapal Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) USS Vincennes. Pesawat itu tepatnya ditembak jatuh di atas perairan Selat Hormuz.

Adapun Iran Air 655 melayani penerbangan dengan rute Teheran, Iran menuju Dubai, Uni Emirat Arab dengan pemberhentikan di Bandar Abbas, Iran.

Pesawat penumpang Airbus A300 yang ketika itu sedang terbang di wilayah udara Iran namun telah diidentifikasi secara keliru sebagai jet tempur oleh USS Vincennes.

Akibatnya, total 290 orang yang terdiri dari penumpang dan awak pesawat Iran Air 655 dinyatakan meninggal dunia.

Lantas, bagaimana kronologinya?

Kronologi insiden Iran Air 655

Peristiwa bermula ketika Iran Air 655 lepas landas dari Bandara Internasional Mehrabad Teheran, Iran.

Dikutip dari SimpleFlying, saat itu penerbangan berlalu tanpa insiden dan berhasil mendarat di Bandara Bandar Abbas sekitar pukul 08.40 waktu setempat.

Penerbangan Iran Air 655 kemudian dilanjutkan menuju Dubai dan lepas landas dari Bandar Abbas pukul 10.17.

Ketika itu, pesawat membawa total 290 orang di dalamnya, terdiri dari 274 penumpang dan 16 awak. Iran Air 655 berangkat dengan arah 210 derajat ke arah landasan pacu bandara.

Penerbangan yang dijadwalkan hanya memakan waktu 28 menit, maka kontrol lalu lintas udara menginstruksikan pesawat untuk naik ke ketinggian jelajah 14.000 kaki.

Pesawat itu diizinkan untuk terbang ke Dubai melalui koridor udara yang dikenal sebagai A59 dengan memiliki lebar sekitar 20 mil (32 km).

Namun hanya tujuh menit setelah meninggalkan Bandar Abbas atau pada pukul 10.24 waktu setempat setelah naik ke ketinggian 12.000 kaki, Iran Air 655 dihantam rudal permukaan-ke-udara.

Rudal tersebut adalah salah satu dari dua rudal yang ditembakkan ke arah pesawat oleh USS Vincennes.

Kekuatan hantaman rudal menyebabkan pesawat Iran Airbus A330 Air 655 hancur di udara, dengan puing-puingnya jatuh ke perairan di bawahnya.

Penyebab USS Vincennes keliru identifikasi Iran Air 655

Pada Juli 1988, Iran dan Irak berada di tengah-tengah perang yang mencakup serangan terhadap kapal tanker minyak masing-masing di Teluk Persia.

Dilansir dari Britannica, AS adalah salah satu dari beberapa negara yang memiliki kapal perang di wilayah konflik tersebut untuk mengamankan jalur pengangkutan minyak.

Setiap kapal perang AS juga mempunyai wewenang yang memungkinkannya untuk mengambil tindakan sendiri sebagai pertahanan.

Sementara pada hari itu, USS Vincennes yang berada di bawah komando Kapten William C. Rogers II terlibat dalam beberapa pertempuran kecil dengan kapal-kapal Iran.

Berbagai laporan menyebut Rogers dengan reputasi agresivitasnya, mengabaikan perintah untuk mengubah arah dan justru terus mengejar kapal-kapal perang milik pihak yang dianggapnya sebagai musuh.

Ketika lepas landas dari Bandar Abbas, pesawat Iran Air 655 terlacak dalam radar USS Vincennes. Saat itu, Bandara Bandar Abbas digunakan oleh pesawat komersial dan militer.

Selama beberapa menit berikutnya, terjadi kebingungan di dalam USS Vincennes mengenai identitas pesawat A300 tersebut.

Pada akhirnya, ditentukan bahwa Iran Air 655 diidentifikasi sebagai jet tempur F-14 yang memiliki ukuran lebih kecil.

Setelah beberapa kali peringatan tidak diindahkan, kapal perang AS itu menembakkan dua rudal permukaan-ke-udara hingga menghancurkan pesawat dan menewaskan semua yang ada di dalamnya.

Angkatan Laus AS laporkan hasil penyelidikan

Segera setelah kejadian tersebut, para pejabat AS melaporkan bahwa sebuah pesawat Iran telah turun dengan cepat dan menuju ke Vincennes.

Selain itu, dinyatakan bahwa penerbangan Iran Air 655 tidak berada dalam rute normalnya.

Namun sebuah laporan Angkatan Laut AS pada tanggal 28 Juli 1988 dan disunting pada 19 Agustus 1988, membantah klaim-klaim tersebut.

Laporan Angkatan Laut AS menyimpulkan bahwa pesawat Iran Air sebenarnya naik “dalam rute udara yang telah ditetapkan”.

A300 tersebut juga dilaporkan melaju dengan kecepatan yang jauh lebih lambat daripada laporan dari USS Vincennes.

Selain itu, kegagalan pesawat Iran Air 655 untuk berkomunikasi dengan USS Vincennes juga dibantah.

Dalam kontak dengan dua menara pengawas udara, sang pilot kemungkinan besar tidak memeriksa saluran marabahaya udara internasional.

Pada akhirnya, para pejabat AS menyimpulkan bahwa ini adalah “kecelakaan yang tragis dan patut disesalkan”.

Otoritas AS menyampaikan bahwa USS Vincennes mengalami “stres dan distorsi data yang tidak disadari”.

Namun para pejabat AS juga meneklaim bahwa agresi Iran memainkan peran kunci dalam insiden tersebut.

Pada 1990, Angkatan Laut AS secara khusus menganugerahi Rogers dengan penghargaan Legion of Merit atas “jasa-jasanya yang luar biasa” selama operasi di Teluk Persia.

Tanggapan Iran

Iran berargumen Vincennes tidak memiliki hak untuk menembak apa pun di wilayah udaranya yang tidak sesuai dengan profil serangan, apa pun jenis pesawatnya.

Kemudian Iran juga menolak alasan bahwa penembakan tersebut adalah kasus kesalahan identitas.

Sebaliknya, Iran menganggap serangan itu disengaja dan melanggar hukum, bahkan sampai menyatakan kelalaian yang terjadi merupakan sebuah kejahatan.

Pemerintah AS tidak pernah secara resmi meminta maaf, tetapi memberikan uang kepada keluarga korban sebesar 61,8 juta dollar AS.