Kekesalan Anak Yai Mim Terhadap Orangtua yang Berselisih dengan Sahara, Tidak Terima Ibu Difitnah

Posted on

Reaksi Murka Anak Yai Mim terhadap Fitnah yang Menyerang Keluarganya

Anak-anak Yai Mim, sosok yang memiliki latar belakang pendidikan agama yang mumpuni, menunjukkan kekecewaan terhadap fitnah yang dilontarkan oleh Sahara. Mereka tidak terima dengan tuduhan-tuduhan yang menyebutkan bahwa ayah mereka melakukan pelecehan seksual dan merusak nama baik istri Yai Mim.

Fitnah yang menyerang istri Yai Mim, Rosidah, juga membuat anak-anaknya marah. Salah satu dari mereka, Nu’man, mengatakan bahwa ia tidak bisa menerima tudingan bahwa istrinya berzina dengan para kyai. Hal ini diungkapkan saat Yai Mim bercerita tentang reaksi anak-anaknya terhadap konflik yang sedang terjadi antara dirinya dan Sahara.

Yai Mim juga menyampaikan bahwa istri dan anak-anaknya sangat menjaga kehormatan dan kebersihan diri. Ia mengatakan bahwa istri yang ia ajak menikah juga hafal Quran. Oleh karena itu, ia merasa tidak adil jika dirinya dituduh mencabuli Sahara. “Lah kok aku dituduh mencabuli dia (Sahara)?” tanyanya dengan nada kesal.

Selain dua anak yang disebutkan, Yai Mim juga memiliki anak ketiga yang meninggal dunia. Nama anak tersebut adalah Ning Manara Qudsiya, yang wafat pada 16 Agustus 2021 akibat sakit pencernaan. Meski begitu, keluarga Yai Mim tetap menjalani kehidupan sehari-hari dengan penuh rasa percaya dan kepercayaan kepada Tuhan.

Latar Belakang Sosok Yai Mim

Yai Mim, yang bernama lengkap Imam Muslimin, adalah mantan dosen senior di Universitas Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur. Ia mengajar mata kuliah filsafat dan tasawuf Quran. Pria lahir di Blitar pada 11 Maret 1966 ini juga memiliki dua pondok pesantren, yaitu PP Anshofa yang didirikan pada 2007 bersama istri pertamanya, dan Bayt Al Quran Jurus Shafa (Baiqu Nusa) yang berdiri pada 2021.

Ia merupakan anak dari pasangan H. Achmad Mochammad Mardi Hasan Karyantono dan Hj. Siti Katmiyati. Saat diundang oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Yai Mim bercerita bahwa dirinya masih bersaudara dengan kyai senior di Nahdlatul Ulama (NU), yaitu KH Marzuki Mustamar. Selain itu, Yai Mim juga mengaku sebagai keturunan keenam dari dua anggota Wali Songo, yaitu Sunan Ampel dan Sunan Bonang.

Jejak Pendidikan Yai Mim

Berikut adalah jejak pendidikan Yai Mim:
* MI Al Qodiriyah
* MTs Ma’arif Bakung
* MA Al Kamal Kunir Wonodadi

Dari usia muda, Yai Mim memilih untuk mengenyam pendidikan agama. Ia menjadi pengajar di Pesantren Terpadu Al Kamal di bawah asuhan KH A. Tohir Wiajaya, dengan fokus pada Fiqh, Bahasa Arab, Tafsir, hingga Tasawuf. Selain itu, Yai Mim juga menjadi dosen filsafat di UIN Malang selama lebih dari 20 tahun.

Awal Perseteruan dengan Sahara

Masalah antara Yai Mim dan Sahara viral setelah Sahara memposting kasus ini di media sosial. Ia menyebut Yai Mim melakukan sejumlah pelanggaran yang merugikan dirinya, termasuk pelecehan seksual, pencemaran nama baik, perusakan mobil rental miliknya, pemblokadean jalan, hingga fitnah.

Hal ini membuat Yai Mim menjadi sasaran hujatan netizen. Akibatnya, ia dinonaktifkan dari jabatannya sebagai dosen di UIN Malang. Pada 22 September 2025, Yai Mim dan keluarganya diusir dari rumahnya oleh pihak aparat setempat.

Tidak tahan lagi dengan fitnah yang dilontarkan Sahara, Yai Mim memberikan keterangannya melalui podcast Denny Sumargo. Ia dan istrinya, Rosida Vignesvari, membongkar semua tabiat Sahara hingga fitnah yang dijatuhkan kepadanya.

Menurut Rosida, tanah yang digunakan parkir mobil rental adalah milik Yai Mim. Ia menjelaskan bahwa awalnya menyedekahkan tanah depan rumahnya yang dibeli pada tahun 2007. Sebab saat itu, pengembang meminta sebagian tanah yang dibeli untuk disedekahkan sebagai fasum atau jalan.

Di dalam klarifikasi baru di akun @roseenjoysherlife, Yai Mim menjelaskan bahwa semua tudingan dari Sahara adalah fitnah dan tak ada satu pun yang benar. Ia menegaskan bahwa RT, RW dan jajarannya serta warga hanya mendengar berdasarkan keterangan sepihak dari Sahara dan Sopian. Ini jauh dari unsur keadilan dan kerukunan.

Dijelaskan pula bahwa pihak RT atau RW tidak pernah melakukan mediasi antara dirinya dengan tetangganya itu. Justru tiba-tiba ia dan istrinya diusir dari rumahnya sendiri.

Bantah Hinaan Dosen Cabul

Pada kesempatan itu, Yai Mim pun menceritakan awal mula dirinya difitnah sebagai dosen cabul oleh Sahara. Saat itu, istrinya sedang menjalankan ibadah haji bersama mertua pada 2025, sehingga ia tinggal sendirian di rumah.

“Anaknya Nurul Sahara, namanya Sepim, masih kecil, suka main ke rumah saya. Karena dia sering main, ibunya ikut masuk sambil membawa makanan,” kata Yai Mim. Ia menolak tawaran nasi dari Sahara karena sudah makan dari masakan istrinya, Rosidah.

“Dia bilang, ‘tapi ini lebih enak Kyai, saya jamin masakannya enak, saya sendiri yang masak.’ Lalu dia masuk, taruh nasi ke dalam, terus ngunci pintu,” tutur Yai Mim. Merasa tidak nyaman, Yai Mim langsung menegur. “Saya bilang, ‘Mbak jangan dikunci dong, istri saya lagi nggak ada di rumah.’ Dia bilang, ‘biar Sepim anaknya nggak keluar,’ lanjutnya.

Setelah itu, Yai Mim naik ke lantai tiga untuk mencuci baju. Saat sedang mencuci hanya dengan celana pendek, Sahara tiba-tiba naik dan berteriak. “Dia langsung bilang, ‘woi Pak Kyai cabul!’ Saya kaget banget, apalagi saya pakai celana pendek mau nyuci. Dari bawah juga terdengar suara suami Nurul Sahara, Pak Sofyan, dia manggil anaknya Sepim, suaranya keras,” cerita Yai Mim.

Mendengar tudingan itu, Yai Mim mengaku takut difitnah.