Kartinah Marah, Proyek Ruko yang Dibangun Transjakarta Terancam Dibongkar

Posted on

Pembangunan Ruko yang Ditabrak Bus Transjakarta

Pembangunan ruko yang sebelumnya ditabrak oleh bus Transjakarta di Jalan Raya Stasiun Cakung, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur telah direnovasi oleh pihak Transjakarta. Salah satu pemilik ruko, Kartinah, mengaku merasa bersyukur atas pembangunan tersebut. Namun, kini hatinya gundah karena menerima surat dari pihak Satpol PP Kecamatan Cakung yang memintanya untuk hadir dalam pertemuan di kantor Kecamatan Cakung pada Kamis (16/10/2025). Tidak diketahui apa maksud dari pertemuan tersebut.

Kartinah menduga bahwa pemanggilan ini terkait dengan renovasi ruko miliknya yang sebelumnya ditabrak oleh bus Transjakarta. Ia mengatakan bahwa seluruh pembangunan dilakukan oleh pihak Transjakarta, sehingga ia tidak mengetahui soal pembangunan ataupun izin mendirikan bangunan (IMB) rukonya tersebut. “Renovasi itu kan sepenuhnya dilakukan oleh TransJakarta, saya enggak tahu menahu pokoknya saya inginnya beres saja,” ucapnya.

Selain dirinya, ada dua bangunan lagi yang dikirim surat cinta dari Satpol PP Kecamatan Cakung tanpa ada alasan yang jelas. “Yang satu itu tukang sepatu korban TransJakarta dan satu lagi orang yang bangun sendiri. Kalau saya kan dibangunin sama TransJakarta ya,” ungkapnya. Ia berharap agar tidak ada gangguan lagi dan semuanya bisa tenang.

Renovasi Ruko yang Ditabrak Bus Transjakarta

Diberitakan sebelumnya, sejumlah bangunan yang sempat ditabrak oleh bus TransJakarta di Jalan Raya Stasiun Cakung, Jakarta Timur kini mulai direnovasi beberapa hari pascakejadian. Dari pantauan di lokasi Selasa (14/10/2025), sisa kayu bangunan yang ditabrak oleh bus TransJakarta masih berantakan di depan rumah toko (Ruko) tersebut. Sejumlah pekerja bangunan terlihat sibuk mengerjakan renovasi seperti memasang asbes maupun plafon ruko tersebut. Bangunan itu kini bercat putih dan nampak lebih indah dan dalam hitungan minggu akan selesai dikerjakan.

Belum ada aktivitas jualan normal yang dilakukan oleh para pedagang maupun penyewa ruko karena tahap renovasi masih berjalan. Kartinah (65) pemilik salah satu ruko menceritakan, usai peristiwa tempat tinggalnya ditabrak pada 19 September 2025 lalu, pihak TransJakarta memberikan dua pilihan. “Ditawarin, mau diganti rugi uang apa renovasi sendiri. Saya minta buat direnovasi karena saya sudah tua enggak mau pusing,” jelasnya kepada Warta Kota ditemui pada Selasa (14/10/2025).

Kartina melanjutkan, awalnya bangunan miliknya terbuat dari kayu dan saat ini direnovasi sudah menjadi semi permanen. Ia merasa senang karena pihak TransJakarta memberikan tanggungjawab penuh kepada seluruh pemilik bangunan dengan membangun ulang. “Atapnya juga kan diganti tuh, asbes sama baja. Tadinya bangunan itu dari kayu sama triplek aja,” ujarnya. Kartinah menambahkan, meski ruko dan rumahnya dibangun ulang, tapi ia merasa nyaman dengan kondisi rumahnya yang dahulu. “Saykan tinggal di sini dari tahun 1975, ini peninggalan dari suami saya semua,” imbuhnya.

Kecelakaan Transjakarta dan Penanganan yang Dilakukan

Sebelumnya, Bus TransJakarta menabrak sejumlah kendaraan dan empat kios di Jalan Stasiun Cakung, Kecamatan Cakung, Jakarta Utara pada Jumat (19/9/2025) pagi. Warga sekitar lokasi merasa janggal dengan posisi Bus TransJakarta tersebut karena seharusnya sebelum lokasi kejadian berbelok ke kanan. Ipul (35) warga sekitar menyatakan, kendaraan TransJakarta itu tidak berbelok tapi lurus ke lokasi dan diduga alami rem blong. “Busway belok, motor ketabrak, terus nyangkut keseret terus posisi keseret itu belum jelas karena ga ada yang lihat,” ucapnya pada Jumat (19/9/2025).

Dirut Transjakarta Klaim Angka Kecelakaan Turun. Angka kecelakaan atau accident rate Transjakarta turun berdasarkan data dari tahun 2022 hingga Agustus 2025 ini. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Welfizon Yuza dalam rapat evaluasi kinerja Transjakarta bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta, Selasa (23/9/2025). Tak hanya itu, fatality rate atau dampak fatal dari kecelakaan yang melibatkan armada bus Transjakarta masih bertahan di angka 0 persen.

Evaluasi dan Mitigasi Kecelakaan Transjakarta

Meskipun demikian, nyatanya kecelakaan yang melibatkan armada bus Transjakarta kembali marak terjadi. Sepanjang September 2025 saja, tercatat sudah ada tiga kecelakaan bus Transjakarta. Terkait hal ini, Welfizon menyadari, angka statistik yang disampaikannya itu tidak akan dipedulikan masyarakat, mengingat kecelakaan masih kerap terjadi. “Dari sistem manajemen dan statistik indeks accident rate dan severity rate terjadi perbaikan, tapi kami memahami bahwa publik tentu tidak terlalu peduli dengan angka statistik,” ujarnya. “Pada saat terjadi sesuatu, ya itulah mungkin akan menjadi pemberitaan yang harus kami evaluasi dan kami respon,” sambungnya.

Untuk itu, Welfizon langsung bergerak cepat dengan menggandengkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memitigasi kejadian kecelakaan yang melibatkan Transjakarta. Hal ini dilakukan guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat menggunakan transportasi umum. Apalagi, Transjakarta merupakan salah satu moda transportasi unggulan warga Jakarta yang setiap harinya mampu mengangkut hingga 1,3 juta penumpang.