PasarModern.com Sepanjang 2025, denyut sepak bola Indonesia berdegup lebih kencang dari biasanya.
Harapan besar mengiringi langkah Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, memantik euforia nasional yang jarang terjadi sebelumnya.
Stadion penuh, linimasa media sosial membara, dan mimpi tampil di panggung dunia terasa begitu dekat.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, peluang skuad Garuda menembus Piala Dunia bukan sekadar wacana, melainkan target yang diperjuangkan hingga fase krusial.
Namun, tahun yang sarat optimisme itu juga menyisakan kekecewaan mendalam.
Sejumlah hasil pahit di laga penentuan memupus asa jutaan pendukung, mengingatkan bahwa jalan menuju Piala Dunia masih terjal.
Kaleidoskop 2025 pun merekam kontras emosi pecinta sepak bola Indonesia antara kebanggaan atas progres nyata dan perihnya realitas sebagai pelajaran berharga untuk menatap mimpi 2026 dan masa depan sepak bola nasional.
Kaleidoskop 2025 Timnas Indonesia bermimpi ke Piala Dunia 2026
1. Awal tahun yang penuh optimisme
Dilansir dari PasarModern.com (19/11/2024), memasuki awal 2025, optimisme publik menguat seiring perjuangan Timnas Indonesia di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Harapan itu mengemuka setelah skuad Garuda asuhan pelatih Shin Tae-yong mencatat hasil bersejarah dengan menaklukkan Arab Saudi 2-0 pada laga matchday keenam Grup C.
Kemenangan tersebut diraih lewat dua gol Marselino Ferdinan masing-masing pada menit ke-32 dan ke-57 pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 19 November 2024.
Hasil ini bukan hanya menjadi kemenangan perdana Indonesia di putaran ketiga, tetapi juga mengakhiri catatan 15 laga tanpa kemenangan atas Arab Saudi.
Berkat tambahan tiga poin itu, Timnas Indonesia di bawah arahan Shin Tae-yong mengoleksi enam poin di Grup C, hasil dari satu kemenangan, dua kekalahan, dan tiga kali imbang, sekaligus menjaga asa lolos ke Piala Dunia 2026 tetap terbuka.
- 6 September 2024 Arab Saudi vs Indonesia (Imbang 1-1)
- 10 September 2024 Indonesia vs Australia (Imbang 0-0)
- 10 Oktober 2024 Bahrain vs Indonesia (Imbang 2-2)
- 15 Oktober 2024 China vs Indonesia (Kalah 2-1)
- 15 November 2024 Indonesia vs Jepang (Kalah 0-4)
- 19 November 2024 Indonesia vs Saudi Arabia (Menang 2-0).
2. Drama Pemecatan Shin Tae-yong
Sebagaimana diberitakan Kompas TV (7/1/2025), Shin Tae-yong resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Senin (6/1/2025).
Keputusan tersebut diambil PSSI setelah menilai adanya persoalan komunikasi, kesepahaman strategi, serta implementasi program tim yang dinilai perlu dibenahi.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan, kebutuhan akan kepemimpinan dengan komunikasi lebih baik dan strategi yang disepakati pemain menjadi pertimbangan utama.
Rencana pemecatan disebut sudah dipikirkan sejak sebelum laga Indonesia melawan China pada Kualifikasi Piala Dunia 2026, seiring dinamika internal tim yang juga dibenarkan Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga.
3. Munculnya masalah internal Timnas Indonesia
Sejumlah persoalan internal sempat mencuat di tubuh Timnas Indonesia saat berlaga di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Salah satu isu utama adalah kendala komunikasi, menyusul belum fasihnya Shin Tae-yong berbahasa Indonesia meski telah memasuki tahun kelimanya melatih skuad Garuda.
Dalam praktiknya, instruksi kepada pemain masih banyak disampaikan melalui penerjemah, baik untuk pemain lokal maupun naturalisasi.
Keterbatasan ini dinilai berdampak pada efektivitas komunikasi tim dan mulai terasa menjelang laga krusial melawan China di putaran ketiga kualifikasi.
4. Retak Hubungan Pelatih dan Pemain
Hasil imbang 2-2 melawan Bahrain pada 10 Oktober 2024, menjadi titik awal keretakan di internal Timnas Indonesia.
Garuda yang nyaris meraih kemenangan harus rela kehilangan tiga poin setelah kebobolan di menit akhir, memicu upaya sejumlah pemain untuk berdiskusi dengan Shin Tae-yong usai laga.
Namun, respons pelatih asal Korea Selatan itu dinilai kurang terbuka.
Situasi tersebut berujung pada keputusan tegas Shin yang disebut sebagai bentuk penegasan otoritas di ruang ganti.
Sejumlah pemain yang mempertanyakan taktik disebut menerima konsekuensi pada laga berikutnya melawan China.
Pada pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 1-2 itu, Shin melakukan perubahan besar, termasuk mencadangkan Thom Haye, mencopot ban kapten Jay Idzes, serta membatasi menit bermain Mees Hilgers.
Eliano Reijnders juga tidak masuk daftar pemain. Ketegangan kian terasa lantaran pernyataan Shin di sejumlah konferensi pers yang dinilai kerap menyalahkan pemain atas hasil negatif.
5. Patrick Kluivert latih Timnas Indonesia dengan rekam jejak kontroversial
Tak lama setelah mendepak Shin Tae-yong, PSSI resmi menunjuk Patrick Kluivert sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia, menggantikan Shin Tae-yong.
Penunjukan juru taktik asal Belanda berusia 48 tahun itu diumumkan melalui akun Instagram resmi Timnas Indonesia pada Rabu (8/1/2025).
Kehadiran Kluivert tak lepas dari sorotan. Di balik nama besarnya sebagai legenda sepak bola dunia, rekam jejaknya juga diwarnai kontroversi.
Pada 2017, media Belanda mengabarkan Kluivert sempat terlilit utang perjudian hingga 1 juta euro atau sekitar Rp 16,7 miliar kepada jaringan kriminal.
Utang itu disebut berkaitan dengan aktivitas taruhan pada laga FC Twente pada periode 2011–2012, saat ia masih aktif di dunia kepelatihan.
Meski laporan De Volkskrant menyebut tidak ada bukti keterlibatan Kluivert dalam pengaturan skor ilegal, kasus tersebut tetap menjadi catatan kelam dalam kariernya.
Pihak kuasa hukum menyatakan Kluivert hanya korban dan sebagian utangnya telah dilunasi.
Kini, dengan segala pro dan kontra yang menyertai, Patrick Kluivert memikul ekspektasi besar publik sepak bola nasional untuk membawa Timnas Indonesia melangkah lebih jauh, di tengah bayang-bayang kontroversi masa lalu dan tantangan besar di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
6. Indonesia finis di posisi empat
Dikutip dari PasarModern.com (12/10/2025), Timnas Indonesia memasuki fase krusial dengan pergantian pelatih di tengah putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Patrick Kluivert ditunjuk menggantikan Shin Tae-yong dan langsung menghadapi ujian berat pada laga debutnya.
Pada 20 Maret 2025, Garuda harus menelan kekalahan telak 1-5 dari Australia di Sydney, hasil yang sempat memicu keraguan publik.
Namun, Kluivert perlahan meredam kritik dengan respons cepat.
Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Timnas Indonesia sukses membukukan dua kemenangan beruntun, masing-masing 1-0 atas Bahrain pada 25 Maret 2025 dan membungkam China 1-0 pada 5 Juni 2025.
Hasil positif itu mengangkat posisi Indonesia ke peringkat keempat klasemen dengan koleksi 12 poin, sekaligus memastikan satu tiket ke putaran keempat kualifikasi.
Meski membawa Timnas melangkah lebih jauh, perjalanan Kluivert belum sepenuhnya mulus.
Pada 10 Juni 2025, Kluivert kembali menjadi sorotan setelah skuad Garuda tak berdaya saat menghadapi Jepang dan harus menyerah telak 0-6 di Osaka, hasil yang kembali menguji kepercayaan publik terhadap arah tim di bawah kepemimpinannya.
7. Putaran keempat, harapan Timnas Indonesia terhenti
Memasuki putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Timnas Indonesia menatap babak ini dengan optimisme tinggi untuk melanjutkan perjalanan menuju panggung dunia.
Garuda tergabung di Grup B bersama Arab Saudi dan Irak, tetapi posisi mereka kembali menempati peringkat terbawah di antara para peserta.
Kampanye Indonesia dimulai dengan laga menghadapi Arab Saudi yang berakhir dengan kekalahan tipis 2-3 pada 9 Oktober 2025.
Pertandingan ini sempat memberikan harapan saat Indonesia mampu mencetak dua gol, namun Arab Saudi membalas dengan tiga gol yang memastikan kemenangan tuan rumah.
Hanya berselang tiga hari, Timnas Indonesia kembali menelan kekalahan saat menghadapi Irak dengan skor 0-1 pada 12 Oktober 2025.
Dua hasil negatif tersebut membuat langkah Garuda di putaran keempat harus terhenti lebih cepat.
Dengan raihan 0 poin dari dua laga, Indonesia finis di posisi ketiga Grup B, memastikan kans mereka untuk melaju ke Piala Dunia 2026 berhenti pada babak ini.
Kekecewaan pun meliputi suporter dan pemain, menyudahi perjuangan Indonesia di putaran terakhir kualifikasi dengan hasil yang jauh dari harapan.
(Sumber: PasarModern.com/ Penulis: Leonardo Juan Ruiz Febrian, Thomas Wardana | Editor: Ferril Dennys)


