Mencari pengalaman lokal yang autentik saat berkunjung ke suatu tempat, baik di dalam maupun luar negeri, adalah hal yang sangat menarik. Bukan hanya sekadar mengunjungi tempat-tempat utama seperti pusat perbelanjaan atau kafe internasional, tetapi lebih pada menjelajahi jalan-jalan sempit dan gang-gang kecil yang penuh dengan kehidupan lokal. Tempat-tempat ini sering kali menjadi saksi bisu dari budaya, seni, dan tradisi masyarakat setempat.
Tahun ini, Time Out melakukan penilaian terhadap jalan-jalan terkeren di dunia berdasarkan beberapa kriteria seperti makanan, minuman, budaya, kesenangan, dan semangat komunitas. Berikut adalah daftar 20 jalanan yang dinobatkan sebagai yang terkeren di dunia:
-
Rua do Senado, Rio de Janeiro
Dulu dikenal dengan toko-toko antik dan nuansa bohemian, Rua do Senado kini mengalami kebangkitan. Armazém Senado, yang sudah ada sejak 1907, masih menyajikan bir dingin dan sesi samba yang meriah setiap Sabtu. Di sepanjang jalan juga terdapat restoran Lilia, Labuta Bar, dan Destilaria Maravilha yang ramai dengan DJ dan pertunjukan langsung. -
Orange Street, Osaka
Jalan ini awalnya merupakan pusat barang antik, namun kini kembali ke akar dengan label-label asli Jepang dan toko-toko vintage. Anda bisa menemukan toko-toko tua yang diubah menjadi butik seperti Noah, serta restoran makanan jalanan Osaka di Tarvo Takoyaki. -
Rua do Bonjardim, Porto
Terletak dekat dengan objek wisata utama seperti Pasar Bolhão, jalan ini memiliki toko kelontong kuno dan restoran legendaris. Ada juga hotel-hotel unik seperti Village by Boa dan Torel Saboaria yang dulunya merupakan pabrik sabun. -
Fanghua Street, Chengdu
Dulunya merupakan gang perumahan yang sepi, kini Fanghua Street menjadi pusat keramaian. Anda akan menemukan apartemen-apartemen rendah yang telah direnovasi dengan mural-mural, kedai kopi yang disulap menjadi bar anggur, dan studio-studio yang menjual perhiasan buatan tangan. -
Sheerbrooke Street West, Montreal
Ujung barat Sherbrooke Street menjadi bagian dari Golden Square Mile Montreal. Daerah ini dipenuhi oleh properti bersejarah, hotel-hotel mewah, dan butik mode indie. Anda juga bisa menemukan restoran Prancis, Italia, hingga BBQ Selatan dan India. -
Montague Road, Brisbane
Kawasan ini dulunya sepi, kini menjadi tulang punggung kreatif kota Brisbane. Ada ruang-ruang butik, tempat pembibitan tanaman, dan tempat olahraga buka hingga larut malam. Wisata kuliner juga sangat menarik, mulai dari kedai kopi sangrai juara hingga bar Jepang terkecil di kota. -
Maybachufer, Berlin
Malam-malam di Berlin terkenal dengan pesta-pesta mereka, namun Maybachufer tetap bersinar meski clubsterben. Di sini, Anda bisa menikmati bir di bawah pohon willow dan mengayuh sepeda di tepi air. Neuköllner Wochenmarkt juga menjadi daya tarik utama dengan berbagai pedagang. -
Olympou Street, Thessaloniki
Jalan ini berada dekat dengan kawasan universitas, dan memiliki keanggunan bersejarah kota bertemu dengan energi mahasiswa. Pada siang hari, gedung-gedung megahnya menaungi toko-toko vintage dan ruang seni. Saat malam tiba, jalan tersebut bertransformasi dengan meja-meja luar ruangan dan bar-bar bir craft. -
Orchard Street, New York City
Jalan sepanjang delapan blok di Lower East Side ini dipenuhi toko-toko menarik, destinasi kuliner, dan bangunan bata rendah. Tambahannya termasuk toko buku/studio podcast, museum photobooth, dan program Open Streets musiman. -
Vĩnh Khánh Street, Ho Chi Minh City
Jalan sepanjang satu kilometer ini dipenuhi puluhan restoran makanan laut. Tempat-tempat ini juga berfungsi sebagai bar bir, titik temu bagi anak muda kota yang modis dan para pekerja kantoran. -
Rue de Flandre, Brussels
Jalan ini memiliki jalanan berbatu, fasad yang berliku-liku, dan rumah-rumah berusia berabad-abad. Anda bisa membeli pohon bonsai, mengunjungi museum elang, atau menyaksikan para seniman berkarya di balik etalase toko. -
Nishihara Shotengai, Tokyo
Kawasan trendi di utara Yoyogi-Uehara ini dipenuhi kafe-kafe yang nyaman, toko roti yang menawan, dan toko-toko bergaya hidup yang chic. Nishihara menjadi salah satu kawasan yang tenang di Tokyo dan nyaman untuk berjalan kaki. -
Rue des Gravilliers, Paris
Jalanan bersejarah Paris ini kini menjadi pusat Paris yang trendi. Di sepanjang fasadnya yang baru dipugar, Anda akan menemukan perajin kulit terakhir, kantin Asia dari Pecinan tertua di Paris, dan galeri seni seperti Balice Hertlin dan PACT. -
Joo Chiat Road, Singapura
Joo Chiat adalah kaleidoskop warna dan budaya, dengan lebih dari 800 rumah toko yang dilestarikan. Di sini, Anda bisa menemukan restoran jadul, kafe trendi, butik indie, dan deli kelas atas. -
Avenida Álvaro Obregón, Kota Meksiko
Jalan ini merupakan jantung dari lingkungan Roma. Di sini, Anda bisa menemukan galeri seni, restoran, dan kafe di setiap sudut, serta suasana kosmopolitan yang unik yang berpadu sempurna dengan masa lalunya yang bersejarah. -
Jalan Kemang Raya, Jakarta
Meskipun terkenal dengan kemacetan, Jalan Kemang Raya memiliki suasana pinggiran kota yang mengejutkan. Di sini, Anda bisa menemukan butik indie, galeri seni, dan toko desain. Malam hari juga menawarkan kios-kios jajanan kaki lima yang lezat. -
Via Panisperna, Roma
Jalan ini dipenuhi bar dan trattoria bersejarah. Kini, Casa Monti menjadi salah satu hotel butik baru terbaik di kota ini dengan kamar-kamar mewah dan bar atap yang saling berdekatan. -
Nakpil Street, Manila
Jalan ini merupakan tempat nongkrong trendi di Manila pada tahun 1980-an dan 2000-an. Kini, Nakpil Street kembali hadir, bersahaja, dan beragam seperti sebelumnya. Anda bisa menemukan beberapa rumah kolonial terbaik di Manila yang terawat dan dipugar. -
Alserkal Avenue, Dubai
Alserkal Avenue tak diragukan lagi merupakan salah satu jalan terbaik untuk pecinta kuliner di Dubai. Di sini, Anda bisa menemukan beberapa restoran dan kafe independen lokal paling menarik. -
Cambie Street, Vancouver
Cambie Street menunjukkan karakter Vancouver sehebat itu. Di antaranya terletak Cambie Village. Kawasan ini dulunya sepi, kini menjadi pusat kuliner dengan beberapa restoran baru dan Vij’s yang terkenal.
