Informasi Gempa Bumi Terkini di Indonesia
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi terjadi pada pukul 18.38 WIB dengan magnitudo 2.5. Pusat gempa berada di 17 kilometer arah Tenggara Pasaman, Sumatera Barat. Informasi ini diperoleh melalui pengamatan seismograf dan disampaikan secara cepat oleh BMKG.
Gempa bumi adalah fenomena alam yang terjadi akibat tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, aktivitas gunung api, atau runtuhan batuan. Magnitudo adalah ukuran kekuatan gempa bumi yang menggambarkan besarnya energi seismik yang dipancarkan oleh sumber gempa. Sebelum menggunakan skala Magnitudo, BMKG pernah menggunakan Skala Richter (SR) yang dikembangkan oleh Charles Richter pada tahun 1934.
BMKG merupakan lembaga pemerintah non departemen di Indonesia yang bertugas dalam bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika. Lembaga ini juga menyajikan informasi terkait cuaca, iklim, dan gempa bumi kepada masyarakat dan instansi terkait.
Skala Magnitudo Gempa Bumi
Berikut adalah klasifikasi magnitudo gempa bumi:
- 2,5 atau kurang = biasanya tidak terasa, tetapi dapat direkam dengan seismograf
- 2,5-5,4 = sering dirasakan, tetapi hanya menyebabkan kerusakan kecil
- 5,5-6,0 = dapat menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan dan struktur lainnya
- 6,1-6,9 = dapat menyebabkan banyak kerusakan di daerah berpenduduk padat
- 7,0-7,9 = gempa bumi besar dengan kerusakan serius
- 8,0 atau lebih besar = gempa hebat. Dapat menghancurkan komunitas di dekat pusat gempa.
Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi
Jika terjadi gempa bumi, lakukan hal-hal berikut:
Sebelum Gempa Bumi
- Mengenali apa yang disebut gempa bumi.
- Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa bumi (longsor, liquefaction dll).
- Mengevaluasi dan merenovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempa bumi.
- Kenali lingkungan tempat Anda bekerja, seperti posisi pintu, lift, dan tangga darurat.
- Belajar melakukan P3K dan menggunakan alat pemadam kebakaran.
- Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempa bumi.
- Atur perabotan di dalam rumah agar tidak mudah jatuh atau roboh.
- Simpan bahan yang mudah terbakar di tempat yang aman.
- Selalu mematikan air, gas, dan listrik apabila tidak sedang digunakan.
Saat Terjadi Gempa Bumi
- Jika berada di dalam bangunan, lindungi badan dan kepala dari reruntuhan dengan bersembunyi di bawah meja.
- Jika berada di luar bangunan, hindari dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon, dll.
- Jika mengendarai mobil, keluar dan menjauh dari mobil.
- Jika tinggal di pantai, jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.
- Jika tinggal di daerah pegunungan, hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.
Setelah Terjadi Gempa Bumi
- Keluar dari bangunan dengan tertib dan jangan menggunakan tangga berjalan atau lift.
- Periksa apakah ada yang terluka dan lakukan P3K.
- Periksa lingkungan sekitar untuk kebakaran, kebocoran gas, hubungan arus pendek listrik, dan pipa air.
- Jangan masuki bangunan yang sudah terkena gempa karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.
- Dengarkan informasi dari radio dan jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.
- Isi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.
- Jangan panik dan selalu berdoa kepada Tuhan YME demi keselamatan kita semua.
Tips Bila Terjadi Bencana Tsunami
Tsunami adalah rangkaian gelombang laut yang mampu menjalar dengan kecepatan mencapai lebih dari 900km/jam di tengah laut. Bencana ini disebabkan oleh gempa bumi di dasar laut, runtuhan di dasar laut, atau letusan gunung api di laut.
Pra-Bencana
- Ketahui tanda-tanda sebelum tsunami terjadi, seperti air laut surut, bunyi gemuruh dari tengah lautan, dan ikan menggelepar di pantai.
- Pantau informasi dari media resmi mengenai potensi tsunami setelah gempa bumi terjadi.
- Cepat berlari ke tempat yang tinggi setelah gempa bumi besar mengguncang.
- Jangan melihat datangnya tsunami atau menangkap ikan di pantai karena air surut.
- Ketahui jalur evakuasi tercepat ke daratan yang lebih tinggi.
Saat Bencana
- Jangan berupaya untuk merapikan kondisi rumah setelah gempa bumi.
- Jika berada di rumah, segera membimbing keluarga ke tempat yang lebih tinggi dan aman.
- Jika mendengar sirine tanda bahaya atau pengumuman dari pihak berwenang, segera menyingkir dari daerah pantai.
- Jika telah sampai di daerah tinggi, bertahanlah di sana karena gelombang tsunami yang kedua dan ketiga biasanya lebih besar.
- Jangan kembali sebelum keadaan dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
- Hindari jalan melewati jembatan dan lakukan evakuasi dengan berjalan kaki jika terjadi kemacetan.
Pasca Bencana
- Tetap utamakan keselamatan dan bukan barang-barang.
- Jangan kembali ke rumah sebelum keadaan dinyatakan aman.
- Hindari area yang tergenang dan rusak sampai ada informasi aman dari pihak berwenang.
- Hindari air yang menggenang karena kemungkinan kontaminasi zat-zat berbahaya.
- Jauhi reruntuhan di dalam genangan air karena sangat berpengaruh terhadap keamanan perahu penyelamat.
- Bersihkan sarang nyamuk dan serangga lainnya.
- Berpartisipasi dalam kaporisasi sumber-sumber air bersih.
- Hati-hati saat memasuki gedung karena ancaman kerusakan yang tidak terlihat seperti pada fondasi.
- Perhatikan kesehatan dan keselamatan keluarga dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih.
- Buanglah makanan yang terkontaminasi air genangan.
- Dengarkan berita atau informasi mengenai kondisi air dan di mana mendapatkan bantuan tenda darurat, pakaian, dan makanan.
- Apabila terluka, dapatkan perawatan kesehatan di pos kesehatan terdekat.
