Harga emas makin berkilau, diprediksi tembus 5.000 dolar AS di 2026

Posted on

PasarModern.com – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dijual di laman Logam Mulia pada perdagangan hari Senin (29/12/2025) pukul 08.30 WIB dijual Rp 2.596.000 pergram belum termasuk pajak.

Harga emas Antam jika ditambah PPK 0,25 persen menjadi Rp 2.602.490 per gram.

Harga emas Antam hari ini turun Rp9.000 per gram dibandingkan perdagangan emas sebelumnya Sabtu 27 Desember 2025 Rp2.605.000 per gram.

Sedangkan harga emas Galeri24 stagnan dibanderol Rp2.627.000, begitu pun emas UBS tetap di angka Rp 2.684.000 per gram.

Emas Cetak Rekor

Harga emas dunia kembali mencetak rekor baru setelah menembus level 4.500 dollar AS per troy ons untuk pertama kalinya pada Rabu (24/12/2025).

Kenaikan harga ditopang permintaan aset aman, ekspektasi lanjutan penurunan suku bunga AS, pembelian bank sentral, serta aliran dana ke ETF di tengah meningkatnya risiko makroekonomi global, termasuk ketegangan geopolitik dan kebijakan dagang AS.

Dikutip dari Bloomberg, harga emas dunia di pasar spot sempat menyentuh rekor 4.524,68 dollar AS per troy ons pada awal perdagangan sebelum terkoreksi ke kisaran 4.450 dollar AS per troy ons, seiring aksi ambil untung sebagian investor. Emas berjangka AS juga sempat diperdagangkan hingga 4.555,10 dollar AS per troy ons.

Secara tahunan, harga emas dunia telah melonjak lebih dari 70 persen sepanjang 2025, menandai kinerja terbaik sejak 1979.

Kepala Ekonom First Seafront Fund, Yang Delong, mengatakan ekspektasi pasar terhadap lanjutan pemangkasan suku bunga AS menjadi salah satu pendorong utama reli emas.

“Pasar memperkirakan Federal Reserve dapat melakukan setidaknya dua kali penurunan suku bunga lagi pada 2026. Dalam kondisi tersebut, indeks dollar AS menunjukkan tren pelemahan sejak Oktober 2025,” ujar Yang, dikutip dari Global Times.

Ia menambahkan, kekhawatiran terhadap peningkatan utang federal AS serta ketidakpastian kebijakan perdagangan mendorong investor global, termasuk bank sentral, menjadikan emas sebagai aset strategis.

Harga emas terpantau masih kuat di penghujung tahun 2025. Investor pun disarankan untuk mempertahankan kepemilikan emas hingga tahun 2026.

Melansir laman Trading Economics pada Jumat (26/12) pukul 12.20 WIB, harga emas menyentuh level US$ 4.509 per ons troi. Ini sudah naik 8,37 persen dalam sebulan terakhir. Sejak awal tahun, harga emas sudah naik 71,76 persen secara year to date (YTD).

Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga terpantau naik pada Jumat (26/12/2025).

Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.589.000.

Harga emas Antam itu naik Rp 13.000 jika dibandingkan dengan harga pada Kamis (25/12/2025) yang berada di level Rp 2.576.000 per gram.

Sementara, harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.448.000 per gram.

Harga tersebut naik Rp 13.000 jika dibandingkan dengan harga buyback pada Kamis (25/12/2025) yang ada di Rp 2.435.000 per gram.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, kenaikan harga emas sepanjang tahun 2025 disebabkan oleh permintaan bank-bank sentral yang masih kuat.

Hal ini juga ditambah oleh permintaan ritel, walaupun permintaannya sempat melemah di November oleh harga yang tinggi.

“Situasi geopolitik yang memanas di Laut Karibia dan Laut China Selatan juga ikut mendukung permintaan. Pemangkasan suku bunga oleh The Fed sebanyak 3 kali tahun ini juga sangat berperan mendukung harga emas,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (26/12).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, harga emas dunia masih akan naik hingga akhir tahun 2025.

“Kemungkinan besar harga emas dunia akan mencapai US$ 4.550 per ons troi, sedangkan logam mulia di kisaran Rp 2.650.000 – Rp 2.700.000 per gram,” katanya kepada wartawan, Rabu (24/12/2025).

Ibrahim menilai, harga emas dunia berpotensi berada di level US$ 5.500 per ons troi pada awal 2026. Seandainya terkoreksi, dia memperkirakan harga emas dunia kemungkinan besar berada di level US$ 4.150 ons troi.

Dalam hitungannya, dia memproyeksikan rata-rata harga emas dunia pada 2026 akan berada di level US$ 4.825 per ons troi.

Dari global, sentimen pendorong harga emas disebabkan kondisi geopolitik, situasi politik di Amerika Serikat, kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), perang dagang, serta penawaran dan permintaan atau supply and demand.

Dari sisi domestik, kenaikan harga emas akan didukung oleh menyusutnya pasokan logam mulia untuk memenuhi permintaan dalam negeri. Ibrahim memperkirakan PT Freeport Indonesia hanya dapat memproduksi sebanyak 25 ton emas per tahun pada tahun 2026.

“Ini yang mendorong Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerapkan bea keluar ekspor emas sebesar 7,5 persen –15 % mulai tahun depan,” ungkapnya.

Lukman berpandangan, sentimen yang sama dengan tahun 2025 ini masih akan mendukung harga emas di tahun 2026. Terlebih, ada harapan apabila The Fed bisa lebih dovish di bawah kempemimpinan kepala baru pilihan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

“Yang sangat perlu dicermati adalah situasi geopolitk yang saat ini terfokus ke Laut Karabia dan Laut China Selatan, serta Perang Ukraina juga masih perlu terus dicermati,” katanya.

Prediksi Harga Emas di 2026

Pada kuartal I 2026, harga emas global diperkirakan bergerak di kisaran US$ 4.700 – US$ 4.800 per ons troi. Sementara, pada semester I 2025, harga emas bakal bergerak di level US$ 4.900 – US$ 5.100 per ons troi.

Sedangkan, harga emas Antam masih tergantung pada kurs rupiah terhadap dolar AS. “Apabila dengan asumsi kurs sekarang dan tidak ada masalah pasokan domestik, maka harga emas Antam akan naik sekitar 5-7 % di kuartal I 2026 dan sekitar 9-13 % di semester I 2026,” tuturnya.

Lukman pun melihat saat ini tak banyak pilihan yang bisa diambil oleh investor. Sarannya, investor sebaiknya terus mempertahankan kepemilikan dan menambahkannya bila perlu.

“Yang belum ada posisi bisa masuk secara bertahap dengan strategi dollar cost averaging (DCA),” paparnya.

Harga emas dunia diproyeksi akan bergerak bullish dan ke level tertinggi baru hingga akhir tahun 2026.

Pilarmas Investindo Sekuritas memandang harga emas masih berada dalam fase super bullish hingga 2026.

“Emas diperkirakan melanjutkan tren kenaikan dan berpotensi mencapai US$ 5.050 per troy ons pada paruh akhir 2026,” tulis Pilarmas dalam risetnya, dikutip Kamis (25/12/2025).

Menurut broker efek itu, harga emas akan lanjut menguat seiring berlanjutnya ketidakpastian global dan pergeseran kebijakan moneter ke arah yang lebih longgar. 

Selain itu, penurunan suku bunga oleh The Fed yang diperkirakan akan terjadi lagi satu hingga dua kali pada tahun depan, menjadi pendorong utama outlook positif emas. 

Risetnya menjelaskan, suku bunga yang lebih rendah mengurangi opportunity cost memegang emas sebagai aset tanpa imbal hasil, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai dan diversifikasi portofolio.

(PasarModern.com/Kompas.com/Kontan.co.id)