Harga Babi Naik Jelang Galungan, Bisa Capai 50 Ribu per Kg, GUPBI Bali Pastikan Stok Aman

Posted on

Kenaikan Harga Babi Menjelang Galungan dan Kuningan

Hari Raya Galungan memiliki makna penting bagi umat Hindu, terutama dalam hal ritual pemotongan babi. Di Bali, khususnya di Kabupaten Jembrana, harga babi hidup mengalami peningkatan yang signifikan menjelang Galungan dan Kuningan. Saat ini, harga babi hidup berkisar antara Rp 42 hingga Rp 45 ribu per kilogram. Diperkirakan harga akan terus naik hingga mencapai Rp 50 ribu per kg sebelum hari raya.

Menurut data dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, stok babi saat ini masih aman. Total kebutuhan babi potong di Jembrana mencapai 1.625 ekor, sementara stok yang tersedia mencapai 4.530 ekor. Hal ini menunjukkan bahwa pasokan babi cukup memadai untuk memenuhi permintaan masyarakat.

Di Kabupaten Klungkung, harga daging babi relatif stabil. Harga daging babi di tingkat konsumen berkisar antara Rp 85.000 hingga Rp 90.000 per kg, sedangkan harga babi hidup berada pada level Rp 45.000 hingga Rp 50.000 per kg. Tim pemantau harga juga melakukan pengawasan untuk memastikan stabilitas harga selama hari raya.

Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUPBI) Bali berharap harga babi bisa mencapai Rp 45 ribu per kg menjelang penampahan. Ketua GUPBI Bali, I Ketut Hari Suyasa, menyatakan bahwa dengan harga saat ini yang masih di bawah Rp 45 ribu, peternak tidak mendapatkan untung yang cukup. Biaya operasional per kg masih berkisar antara Rp 40 ribu.

Dalam beberapa bulan terakhir, harga babi mengalami penurunan hingga mencapai Rp 35 ribu, namun kini mulai stagnan di harga Rp 40 ribu. Di beberapa wilayah, desa adat utamanya di Kabupaten Tabanan membuat kesepakatan harga di hari raya, dengan kisaran antara Rp 43 hingga Rp 45 ribu bergantung pada kualitas barang.

Stok babi di Bali juga sangat aman, dengan populasi babi mencapai kisaran 1,6 juta hingga 2 juta ekor. Tidak ada laporan kejadian serius terkait kesehatan hewan, sehingga harapan untuk tidak terjadi penyakit atau wabah yang menjangkiti babi terus diharapkan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, menyampaikan bahwa ketersediaan babi hidup di Bali mencapai 844 ribu ton. Meskipun harga babi hidup mengalami kenaikan, kenaikan tersebut tidak signifikan. Sebelumnya, harga babi hidup sempat mencapai Rp 36 ribu per kg, kini naik menjadi Rp 38.500 per kilogram.

Namun, GUPBI Bali juga menghadapi masalah di lapangan, yaitu tingginya harga pakan. Sekitar 75 persen biaya produksi peternak babi ditentukan oleh harga pakan. Oleh karena itu, GUPBI Bali berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap peternak babi.

Selain itu, program ketahanan pangan yang masih dalam wacana juga menjadi isu penting. Bali memiliki potensi besar sebagai pilot project untuk ketahanan pangan, mengingat peternakan babi di Bali merupakan yang terbesar di Indonesia. Namun, sampai saat ini, babi belum menjadi perhatian serius pemerintah Bali.

Pengecekan Kesehatan Hewan di Pasar Tradisional

Dinas Pertanian Kota Denpasar melakukan pengecekan daging babi yang dijual di pasar tradisional. Pengecekan post mortem dilakukan pada Senin 17 November dan Selasa 18 November 2025. Petugas akan turun ke 34 pasar tradisional yang tersebar di Denpasar.

Pemeriksaan dilakukan untuk antisipasi penyakit yang bersifat zoonosis, seperti streptoccocus, meningitis babi, sistiserkosis, dan japanese enchepalitis. Diharapkan semua daging babi yang dijual layak konsumsi.

Selain itu, proses pemeriksaan kesehatan hewan juga dilakukan menjelang Galungan dan Kuningan. Proses pemeriksaan dilakukan sebelum dan sesudah dipotong untuk memastikan kesehatan hewan agar bisa dikonsumsi dengan aman.

Dampak Ekonomi Hari Raya Galungan dan Kuningan

Galungan dan Kuningan memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian Bali. Pengeluaran konsumsi rumah tangga meningkat rata-rata 12–18 persen dibandingkan bulan biasa. Fenomena ini terlihat dari meningkatnya permintaan terhadap barang kebutuhan upacara seperti daging babi, ayam, buah-buahan, janur, bunga, kain adat, serta jasa perajin canang.

Sektor pariwisata dan transportasi juga terdorong karena banyak wisatawan domestik maupun mancanegara memilih datang ke Bali untuk menyaksikan suasana perayaan dan upacara adat. Meningkatnya aktivitas ekonomi ini berdampak positif terhadap pendapatan masyarakat, terutama pelaku UMKM dan sektor informal.

Namun, efek sampingnya adalah tekanan inflasi musiman. BPS mencatat, inflasi Bali pada perayaan Galungan April lalu mencapai sekitar 0,43 persen month to month (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,18 persen. Pola serupa diprediksi akan berulang pada tahun 2025 karena faktor musiman dan meningkatnya daya beli masyarakat seiring pemulihan ekonomi.

Babi Guling Mentoel Bagikan Nasi Gratis

Kedai makan Babi Guling Mentoel akan membagikan sebanyak 150 nasi babi guling gratis di gerai makannya pada hari ini, Senin 17 November 2025. Hal ini dalam rangka menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Pengelola Kedai makan Babi Guling Mentoel, Putu Budi Utama Putra, ingin berbagi rezeki pada umat sedarma yang membutuhkan. Nasi bungkus babi guling yang akan dibagikan berisi daging basah, babi guling goreng, dan lawar yang menjadi ciri khas Babi Guling Mentoel.

Harapan dari pihak kedai adalah dapat saling membantu kepada umat yang sederhana. Mereka berharap dari warung-warung lain dan pebisnis lain juga ikut berpartisipasi dalam acara berbagi rezeki ini.