Pemerintah Provinsi Gorontalo Berikan Bantuan Sepeda Motor dan Perahu ke Nelayan
Pemerintah Provinsi Gorontalo terus berupaya memberikan dukungan kepada sektor perikanan melalui berbagai inovasi. Salah satu bentuk bantuan yang diberikan adalah penyerahan sepeda motor dan perahu kepada para nelayan. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Kantor Pelindo Cabang Gorontalo pada Rabu (06/11/2025) dan menjadi bagian dari program Agro Maritim.
Bantuan yang diserahkan bukan sekadar hibah biasa, tetapi berbasis kelembagaan usaha yang lebih terorganisir dan berkelanjutan. Penyerahan simbolis sarana usaha perikanan dan pemasaran, seperti kapal taksi nelayan dan motor Coolbox, turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah dan Sekda Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo, Sila Nurainsyah Botutihe, menjelaskan bahwa tahun 2025 ini telah dialokasikan lima unit kapal taksi nelayan berkapasitas 5 Gross Ton (GT). Namun, hanya empat kapal yang tiba di pelabuhan karena satu kapal mengalami kendala teknis.
“Harusnya lima kapal, namun satu kapal ketika mau menuju ke sini terjadi trouble propellernya terlilit karung, namun kapalnya sudah berada di kawasan perairan Monano,” ujar Sila.
Ia menambahkan, pengelolaan kapal taksi nelayan kali ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika dulu bantuan bersifat hibah perorangan, kini seluruh kapal akan dikelola oleh badan usaha atau koperasi. “Kapal ini nanti akan digunakan secara bergiliran oleh pengurus koperasi,” jelasnya.
Menurutnya, kebijakan ini selaras dengan arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo yang ingin memberi kesempatan kepada nelayan kecil yang belum memiliki kapal. “Tujuan Gubernur dan Wakil Gubernur memberlakukan taksi nelayan ini agar memberikan kesempatan kepada para nelayan kecil, nelayan tradisional yang sama sekali belum memiliki kapal,” katanya.
DKP Gorontalo mencatat, sudah ada 138 permohonan nahkoda dan ABK yang memasukkan proposal. Dari jumlah tersebut, 110 proposal telah masuk tahap seleksi, dan 50 orang di antaranya telah menyatakan kesiapannya untuk mengelola kapal. Tahun ini juga akan digelar Bimbingan Teknis (Bimtek) sertifikasi kecakapan nelayan bagi 50 anggota koperasi.
“Dengan bantuan ini, akan mendorong produksi hasil perikanan tangkap kita,” kata Sila.
Sebagai informasi, produksi perikanan tangkap Gorontalo pada tahun 2024 mencapai 132 ribu ton, melampaui target 126 ribu ton. Selain kapal taksi nelayan, bantuan motor Coolbox juga diberikan kepada perwalian sekitar 50 pelaku usaha. Motor ini dilengkapi dengan kotak pendingin di bagian belakang yang berfungsi menjaga kesegaran hasil laut saat didistribusikan ke pasar.
Sila menjelaskan, sejak tahun 2012 hingga 2024, pemerintah telah menyalurkan 857 unit motor Coolbox kepada pedagang. “Tahun ini Pak Gubernur kembali mengalokasikan 97 motor Coolbox, sehingga totalnya mencapai 954 motor Coolbox,” terangnya.
Jumlah ini mencakup 77 persen dari total 1.252 pedagang pemasar ikan di Gorontalo berdasarkan data tiga tahun terakhir.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyebut konsep bantuan kali ini merupakan terobosan baru dalam program Agro Maritim. Menurutnya, pendekatan sebelumnya kurang memberi dampak signifikan bagi kesejahteraan nelayan. “Ini adalah konsep baru di program Agro Maritim,” kata Gusnar.
Ia menjelaskan, sistem pengelolaan berbasis koperasi dinilai lebih efisien karena melibatkan nelayan secara kolektif dalam usaha yang dikelola profesional. “Semua nelayan yang mampu mengoperasionalkan bisa mengelola tapi harus masuk koperasi,” tegasnya.
Program ini tidak hanya menambah armada, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi di tingkat nelayan. Keuntungan dari aktivitas melaut tak hanya meningkatkan pendapatan nelayan, tetapi juga diputar kembali untuk menambah armada. Ia menegaskan, kapal yang diberikan tetap menjadi milik pemerintah, namun dikelola oleh koperasi agar manfaatnya bisa dirasakan bersama. “Kapal ini tetap dimiliki pemerintah dan diserahkan kepada koperasi, kami persilakan mengoperasikan kapal ini,” ujarnya.
Gusnar juga menitipkan pesan khusus kepada nelayan agar menjaga kepercayaan dan transparansi dalam pengelolaan. “Saya minta para nelayan dan pengurus koperasi menjaga kepercayaan ini. Kalau ada hal-hal yang perlu disempurnakan, kita bicarakan baik-baik, pasti ada jalan keluarnya,” pungkasnya.
