Tragedi Kecelakaan Bus di Tol Pemalang: Duka yang Tak Terduga
Pada hari Sabtu (25/10/2025), sebuah kecelakaan maut terjadi di Tol Pemalang-Batang, Jawa Tengah. Peristiwa ini menewaskan empat penumpang bus pariwisata yang sedang berangkat untuk berwisata ke Guci, Tegal. Salah satu korban adalah Endah Ciptaningrum, istri dari Henu Hermawan, yang kini tengah menghadapi duka mendalam akibat kehilangan pasangan hidupnya.
Sebelum tragedi tersebut, Henu sempat mengingat insiden kecil yang terjadi di rumah mereka pada pagi hari. Saat itu, gelas teh milik istrinya pecah karena ulah kucing peliharaannya. Ia awalnya hanya menganggapnya sebagai kejadian biasa. Namun, tak disangka, insiden itu menjadi tanda buruk sebelum perjalanan wisata yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi duka yang mendalam.
Endah Ciptaningrum adalah bagian dari rombongan Forum Kesehatan Kelurahan Bendan Kergon Ngisor, Semarang. Rombongan tersebut rencananya akan melakukan piknik bersama ke Guci. Pagi itu, ia pamit seperti biasa dengan senyum dan ciuman tangan kepada suaminya. Pesan singkat yang dikirimkan oleh Henu juga tidak pernah mendapat balasan.
Beberapa jam setelah insiden gelas pecah, kabar duka mulai beredar melalui grup WhatsApp. Awalnya, Henu hanya merasa khawatir, namun saat mendengar informasi tentang kecelakaan bus di Exit Tol Pemalang, jantungnya mulai berdebar tak karuan. Telepon yang ia lakukan tidak diangkat, dan rasa cemas pun semakin memuncak.
Akhirnya, panggilan telepon dari pihak rumah sakit mengkonfirmasi mimpi terburuknya. Istrinya dan temannya meninggal di tempat kejadian. Henu masih sulit percaya bahwa kejadian itu terjadi, apalagi ia baru saja melihat istrinya dalam kondisi sehat.
Sosok Ceria yang Membawa Kebahagiaan
Duka yang menyelimuti keluarga Henu sangat dalam. Karangan bunga dari Wali Kota hingga rekan-rekan FKK berjejer di depan rumahnya, menjadi saksi bisu betapa Endah adalah sosok yang dicintai banyak orang. Bagi Henu, istrinya adalah separuh hidupnya. Ia selalu ceria dan energinya tampak tak pernah habis dalam kegiatan sosial.
Asih, kerabat Endah di Pemalang, masih tak percaya saat pertama kali mendengar kabar duka. Setiap Lebaran, Endah pasti pulang dan berkumpul dengan saudara-saudaranya. Suasana selalu hangat dan penuh tawa.
Jenazah Endah Ciptaningrum telah dimakamkan di TPU Bendan Ngisor pada Minggu siang. Di antar oleh ratusan warga, ia meninggalkan seorang suami dan dua anak. Kini, yang tersisa hanyalah kenangan tentang senyumnya yang ramah, tawanya yang hangat, dan sebuah gelas teh yang pecah di pagi hari nahas itu.
Korban Jiwa Bertambah Menjadi Empat Orang
Korban jiwa dalam kecelakaan ini awalnya dilaporkan sebanyak tiga orang, namun kini bertambah menjadi empat. Di balik angka-angka duka itu, ada cerita perjuangan tim penyelamat yang harus berjibaku selama dua jam untuk mengeluarkan para penumpang yang terperangkap di dalam badan bus yang ringsek.
Kasatlantas Polres Pemalang AKP Arief Wiranto mengungkapkan bahwa total ada 4 orang korban jiwa dalam kejadian ini. Jenazah para korban kini tersebar di dua rumah sakit berbeda. Tiga jenazah berada di RSU Siaga Medika, sementara satu jenazah lainnya disemayamkan di RS Prima Pemalang.
Sopir dan kernet bus selamat dari insiden maut tersebut. Sang sopir kini masih menjalani perawatan medis akibat luka yang dideritanya. Bus yang membawa rombongan Forum Kesehatan Kelurahan Bendan Kergon Ngisor itu total mengangkut 34 orang. Proses evakuasi yang berlangsung alot menjadi cerminan betapa parahnya kecelakaan tersebut.
Identitas Korban Jiwa
Pihak kepolisian telah merilis identitas keempat korban yang meninggal dunia. Mereka adalah:
- Komsyiah (jenazah di RS Prima Medika Pemalang)
- Sri Fitriyati (jenazah di RSU Siaga Medika)
- Endah Cipta Ningrum (jenazah di RSU Siaga Medika)
- Abdul Ghofur (jenazah di RSU Siaga Medika)
Sementara para korban luka tersebar di tiga rumah sakit di Pemalang, dan keluarga korban tewas diselimuti duka, penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti rem blong yang diduga menjadi pemicu tragedi ini masih terus berjalan.
Kecelakaan Bus di Tol Pemalang
Keceriaan rombongan Forum Kesehatan Kelurahan Bendan Kergon Ngisor, Kota Semarang, yang hendak berwisata ke Guci, sirna seketika dalam sebuah tragedi memilukan, Sabtu (25/10/2025) pagi. Bus yang membawa 33 penumpang itu oleng lalu terguling hebat di ruas Tol Pemalang-Batang, mengubah perjalanan yang seharusnya penuh canda tawa menjadi duka yang mendalam.
Pemandangan di ruang jenazah RSU Siaga Medika Pemalang begitu menyayat hati. Tiga kantong jenazah—dua perempuan dan satu laki-laki—terbujur kaku, menjadi saksi bisu betapa nahasnya perjalanan wisata hari itu. Sementara itu, 10 korban luka lainnya masih berjuang mendapatkan perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat.
Penyebab Kecelakaan
Petaka ini terjadi sekitar pukul 08.25 WIB di jalur keluar Simpang Susun Pemalang. Manager Teknik dan Operasi PT Pemalang Batang Toll Road (PBTR), Yulian Fundra Kurnianto, menjelaskan bahwa bus nahas itu melaju dengan kecepatan sedang, sekitar 70 kilometer per jam, sebelum insiden terjadi. Masalah diduga kuat berasal dari sistem pengereman.
“Saat melewati tikungan kiri menanjak di jalur keluar tol Pemalang, kendaraan tiba-tiba mengalami gangguan pada sistem pengereman. Sopir diduga tidak mampu mengendalikan laju bus, sehingga menabrak guardrail dan akhirnya terguling,” kata Yulian.
Ia menegaskan, kondisi jalan di lokasi dalam keadaan baik tanpa kerusakan, menguatkan dugaan bahwa kecelakaan ini murni disebabkan oleh faktor teknis kendaraan. “Kecelakaan ini murni disebabkan oleh faktor kendaraan, yaitu bus mengalami rem blong,” terangnya.
Pihak RSU Siaga Medika Pemalang mulai menerima para korban sekitar pukul 09.30 WIB. Humas RSU Siaga Medika, Indra, membenarkan bahwa pihaknya menerima total 13 korban. Untuk nama-nama korban belum bisa disampaikan karena masih dalam proses penanganan medis dan identifikasi. Pihak rumah sakit fokus pada tindakan kegawatdaruratan.
Kini, sementara para korban luka mendapat perawatan dan keluarga korban tewas diselimuti duka, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti dari tragedi yang mengubah tamasya ceria menjadi hari berkabung ini.
