Fakta Terungkap: Wanita Muda Terapis Delta Spa Dimutasi dari Bali Sebelum Ditemukan Tewas

Posted on

Kasus Kematian Terapis Muda di Delta Spa Pejaten

Pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi terkait kematian seorang terapis wanita yang dikenal dengan inisial RTA. Penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan mengungkapkan bahwa mereka telah memeriksa 15 saksi dalam kasus ini. Beberapa dari saksi tersebut mengaku melihat korban meninggalkan mess tempat tinggalnya.

RTA, yang disebut sebagai wanita bawah umur, baru bekerja di Delta Spa Pejaten selama sebulan. Sebelumnya, ia bekerja sebagai terapis di Bali selama delapan bulan. Dari keterangan saksi, RTA dipindahkan dari Bali ke Jakarta sekitar satu bulan lalu.

Berdasarkan informasi dari rekan kerja, RTA dikenal sebagai sosok yang pendiam dan sering menyendiri. Hal ini menunjukkan bahwa ia mungkin merasa tidak nyaman atau menghadapi tekanan tertentu. Pihak kepolisian masih mendalami alasan RTA meninggalkan mess, namun manajer Delta Spa mengaku tidak mengetahui motif pasti dari tindakan tersebut.

Jasad RTA ditemukan di lahan kosong di belakang Gudang Tiki Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis (3/10/2025). Kejadian tersebut terjadi antara pukul 02.30 hingga 04.00 pagi. Saksi yang diperiksa oleh polisi mengatakan bahwa mereka sedang beristirahat saat kejadian terjadi, sehingga tidak mengetahui kronologi lengkap kematian korban.

Suara Teriakan Perempuan dan Penemuan Mayat

Menurut pengakuan Kanit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKP Citra Ayu, beberapa saksi yang diperiksa mengaku tidak mengetahui apakah korban melompat atau didorong. Para saksi juga mengatakan bahwa mereka tidak memiliki masalah dengan RTA.

Sebelum penemuan jasad, ada suara teriakan perempuan yang terdengar di belakang ruko Pejaten Office Park sekitar pukul 04.00 WIB. Informasi ini diperoleh dari saksi berinisial AM, seorang satpam di ruko tersebut. Ia kemudian mencari sumber suara tersebut bersama saksi lainnya, U.

Keduanya menggunakan tangga untuk memeriksa area belakang Gudang Tiki karena lokasi tersebut tertutup tembok setinggi tiga meter. Setelah menemukan jasad RTA, U langsung melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Pasar Minggu.

Jasad RTA ditemukan dalam posisi miring, mengenakan kaos dan celana panjang abu-abu. Di dekat tubuhnya terdapat kain selendang hitam-putih dan dompet berisi dua telepon genggam merek iPhone dan Vivo. Lokasi penemuan berada di belakang Gedung TIKI, diapit oleh Delta Bali Spa dan sebuah perusahaan mebel, area yang sudah lama tidak digunakan dan sulit diakses.

Dugaan Awal dan Penyelidikan Polisi

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, menduga kuat bahwa korban jatuh atau melompat dari lantai lima gedung Delta Spa. Jejak telapak kaki di dinding sebelah gedung mengarah pada kemungkinan korban naik ke atas beton panjang sebelum terjatuh sekitar pukul 03.00 WIB.

Polisi telah memeriksa sejumlah rekan kerja korban dan mengamankan barang bukti untuk dianalisis. Hasil autopsi dari RS Polri Kramatjati masih ditunggu untuk memastikan penyebab kematian.

AKP Citra Ayu menyatakan bahwa para saksi tidak mengetahui secara pasti kejadian tersebut karena sedang beristirahat saat insiden terjadi.

Latar Belakang Korban dan Keterangan Saksi

Informasi dari satpam setempat menyebutkan bahwa RTA baru bekerja di Delta Spa selama dua bulan dan berniat kabur dari mess tempat tinggalnya. Usia korban masih simpang siur, diduga antara di bawah umur hingga 23 tahun.

Pihak keamanan enggan memberikan keterangan lebih lanjut mengenai alasan korban ingin meninggalkan pekerjaannya. Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Igo Fazar Akbar, mengungkapkan bahwa korban mengalami luka di bagian dagu, tangan kiri lecet, dan perut. Ia menegaskan bahwa RTA berstatus anak di bawah umur.

Keluarga korban, melalui sang kakak, telah membuat laporan polisi untuk menindaklanjuti kasus ini.

Misteri yang Belum Terpecahkan

Hingga kini, polisi belum dapat memastikan apakah korban tewas akibat kecelakaan atau tindakan pidana. Tidak ditemukan adanya konflik antara korban dan rekan kerjanya, sehingga dugaan keterlibatan pihak internal masih lemah. Namun, suara jeritan yang terdengar sebelum penemuan jasad menambah teka-teki dalam kasus ini.

Apakah ada hubungan dengan pihak eksternal? Publik menanti hasil penyelidikan lebih lanjut dan autopsi yang dapat mengungkap kebenaran di balik kematian tragis RTA.

Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan terhadap pekerja muda, terutama mereka yang rentan dan berada dalam lingkungan kerja yang tertutup.

Sorotan Publik dan Tuntutan Keadilan

Kasus ini menyita perhatian luas masyarakat, terutama karena menyangkut pekerja perempuan yang diduga masih di bawah umur. Banyak pihak menyoroti lemahnya pengawasan terhadap tempat kerja seperti spa dan salon yang kerap mempekerjakan tenaga kerja muda tanpa perlindungan hukum yang memadai.

Organisasi perlindungan anak dan perempuan mulai angkat suara, menuntut investigasi menyeluruh dan transparan. Mereka juga mendorong pemerintah untuk memperketat regulasi dan pengawasan terhadap tempat kerja yang berisiko tinggi bagi perempuan muda.

Kematian RTA bukan sekadar angka statistik. Ia adalah simbol dari banyaknya pekerja muda yang berjuang dalam senyap, menghadapi tekanan dan risiko tanpa perlindungan yang layak.

Tragedi ini harus menjadi momentum bagi semua pihak, pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, untuk berbenah dan memastikan bahwa tak ada lagi RTA-RTA lain yang harus kehilangan nyawa dalam kesendirian dan misteri.

Polisi masih terus mendalami keterangan saksi dan menelusuri kemungkinan lain dalam kasus ini. Publik menunggu jawaban, dan yang lebih penting, perubahan.