Kehidupan yang Retak: Kisah Melda Safitri yang Diceraikan Suami
Melda Safitri, seorang warga Aceh Singkil, mengungkapkan kisah pilu dalam pernikahannya yang akhirnya berujung pada perceraian. Peristiwa ini terjadi tepat dua hari sebelum suaminya dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Aceh Singkil.
Awal Kehidupan yang Tidak Bahagia
Melda mengaku bahwa rumah tangganya mulai tidak bahagia saat ia sedang hamil anak pertama dan kedua. Ia merasa keinginannya tidak dipenuhi oleh suaminya meskipun saat itu suaminya memiliki uang. Salah satu contohnya adalah ketika ia meminta roti dan mangga muda, namun permintaan tersebut ditolak.
“Untuk tahunnya saya tidak ingat, tapi saat itu waktu hamil anak pertama, saya pernah minta satu roti tapi gak dikabulin, padahal duit ada tapi dia gak mau singgah, mungkin ada faktor lain kenapa dia gak mau singgah di toko rati,” ujarnya sambil menangis.
Persoalan Komunikasi dan Ekonomi
Selain itu, Melda juga menyebutkan bahwa komunikasi dalam rumah tangganya kurang baik. Hal ini semakin diperparah oleh faktor ekonomi. “Ditambah lagi dengan faktor ekonomi, dari situ saya menilai gimana apa lagi untuk komunikasi kami pun kurang,” jelasnya.
Ia juga mengakui bahwa selama menikah dengan JS, hatinya gundah karena tidak bahagia. Bahkan, ia pernah ingin menyerah menjalankan rumah tangga dengan JS. “Pernah ingin menyerah, saya menjalankan dengan dia itu, saya merasa kurang diperhatiin, terlalu cuek. Abis itu didorong oleh faktor ekonomi. Kami jarang ngobrol antar bedua, kami itu sering kalau dia pulang ke rumah, makan ya udah, ngobrol biasa aja, habis itu main handphone. Saya pun menyesuaikan juga, begitu saya lelah kerja, saya tidur,” ungkap Melda sembari menahan tangis.
Kesulitan Mendapatkan Restu Orang Tua
Sebelum menikah, Melda mengaku sempat mendapat firasat buruk. Hal ini berkaitan dengan restu dari orangtua JS yang sulit ia dapatkan. “Bukan dari orangtua saya, orangtua dia kurang merestui. Saya enggak tahu dari mananya,” kata Melda.
Firasat buruk Melda semakin menjadi-jadi saat acara pernikahannya dengan JS. Saat itu, hanya keluarga Melda yang hadir, sedangkan JS tidak. “Pas kami acara nikah pun, cuma sebelah saya yang ada (acara), dia (mertua) tidak ada, resepsinya,” ucap Melda.
Penyebab Perceraian
Kisah perceraian Melda bermula dari pertengkaran kecil di rumah. Suaminya marah karena tidak menemukan lauk di meja makan. “Hari itu tanggal 14 Agustus, dia pulang kerja, sudah sore, terus dia marah-marah gitu, tidak ada kawan nasi (lauk) di rumah. Karena bagaimana saya harus masak nasi atau kawan nasi sedangkan apa pun tidak ada di rumah,” ujar Fitri dengan suara bergetar.
Suami Fitri terus berlanjut marah dan mengeluarkan kata-kata kasar hingga dinilai melukai harga dirinya. Malam itu juga, suami Fitri pergi bersama rekannya hingga pulang larut malam.
Amarah suami Fitri terus berlanjut hingga keesokan harinya. Karena kesal, Fitri lantas membalas ucapan suami yang dinilai menyakitkan hatinya hingga terjadi ribut besar. “Saya balas-lah repetan dia, kamu mau apa, kesalahanku apa, saya bilang. ‘Kamu kan tidak bawa belanja, tidak ada kasih (nafkah) apa-apa, jadi apa yang saya masak?’ Jadi dia memancing emosi saya terus, dipancing-dipancing sama dia, terus saya merepet sama dia. Setelah itu, saya pergi cuci piring karena capek ribut terus,” ungkapnya.
Kepergian yang Menyedihkan
Saat Fitri mencuci piring, ternyata suaminya sudah membungkus baju lalu pergi ke rumah tetangga untuk meminjam sepeda motor. Saat kembali ke rumah, sang suami langsung mengucapkan kata cerai di hari itu juga. “Dia langsung bilang ke saya, kamu Fitri saya ceraikan 1, 2, 3 lalu dia pergi membawa bajunya,” ungkap Fitri.
Tiga hari setelah peristiwa itu, tepat pada 18 Agustus, sang suami dilantik menjadi PPPK. Fitri menegaskan, suaminya menceraikan dirinya bukan semata karena pertengkaran rumah tangga, melainkan karena sang suami akan dilantik menjadi PPPK.
