Duka Keluarga dan Rekan Kerja Atas Kematian Serni di Batam

Posted on

Lokasi yang Viral di Medsos

Jalan Tenggiri, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kini menjadi perhatian masyarakat hingga viral di media sosial. Lokasi yang biasanya dikenal sebagai kawasan barang bekas kini menjadi sorotan setelah terjadi kecelakaan maut pada Senin (13/10/2025) sekira pukul 10.00 WIB.

Dua wanita menggunakan motor Honda Vario hitam tergeletak di aspal. Seorang wanita terlihat tidak sadarkan diri dalam video yang viral di medsos itu. Kepalanya berada di bawah mobil Toyota Avanza Veloz hitam, tepatnya di ban sebelah kanan. Belakangan, diketahui bahwa korban bernama Serniwati Lafau. Wanita berusia 23 tahun ini terlihat tidak bergerak dengan darah keluar dari area hidung. Motor Honda Vario hitam itu pun terlihat hancur, khususnya pada bagian depan dan area samping. Tas, helm hingga pecahan bodi motor berserakan di jalan ketika itu. Sementara seorang rekannya terlihat histeris melihat kondisi Serni. Wanita yang masih mengenakan pakaian kerja itu terlihat dipapah beberapa pria yang mencoba menolongnya. Meski dengan kondisi masih lemas, ia memohon agar warga membantu rekan kerjanya itu.

Kronologis Kecelakaan Maut

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Tenggiri, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, Batam, Senin (13/10) pagi. Video kecelakaan maut di Batam sempat viral di medsos. Seorang wanita, Serniwati Lafau meninggal dunia dalam kecelakaan maut di Batam itu. Ia merupakan pekerja PT Allianz Solar. Jenazah sempat dibawa ke RS Budi Kemuliaan, sebelum dibawa pulang ke kampung halaman di Balowato, Kabupaten Nias, Provinsi Sumut, Selasa (14/10/2025) pagi. Perjalanan membawa jenazah ke kampung halaman dilanjutkan dari Medan menggunakan jalur darat dan laut. Sepupu Serni menyebut terkendala transportasi. Sepupu korban juga menyebut proses pemulangan jenazah meminjam uang perusahaan tempat korban bekerja dibantu rekan kerja lainnya. Motor dan kendaraan yang terlibat kini di Polresta Barelang.

Tangis Rekan Kerja Korban Kecelakaan Maut di Batam

Kepergian Serniwati Lafau (23) tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, namun juga berlaku buat rekan kerjanya. Rama salah satunya. Baginya, Serli adalah salah satu sosok yang mengajarinya mengenal dunia kerja pabrik. “Kalau tak terlupakan itu ibaratnya pas lagi kerja sama Serni ini, dia itu orangnya asyik aja, baik lagi. Pas pertama saya kerja di sini pas training, yang ngajarin saya itu dia,” ujar Rama kepada Tribun Batam, Senin siang ditemui di kamar jenazah RSBK Batam. Kenangan itu masih teringat jelas bagi Rama. Ia ingat betul bagaimana Serni membimbingnya di hari-hari awal bekerja dalam pabrik pembuatan panel surya itu. “Dia lebih lama dari saya. Kurang tahu pasti lamanya. Pas ngajarin saya ya dia ngajarin cara bersihin lem yang nyangkut di produk, bagian cleaning waktu itu,” ujarnya. Menurutnya, Serni dikenal ramah dan mudah bergaul, bukan tipe yang pendiam. “Sehari-hari orangnya baik, asyik, kalau jumpa ya ngobrol, ramah almarhumah ini,” ungkapnya. Malam sebelum kecelakaan, mereka masih bekerja dalam shift yang sama. “Terakhir ngobrol itu pas dia bantu line saya, karena kita sudah beda line. Jadi kebetulan bareng shiftnya semalam itu 20-8,” ucapnya. Serni dikenal tak banyak mengeluh. Kepada Rama, ia tak pernah menceritakan kesedihan atau keluhannya. Namun, wanita yang akrab disapa Serni ini pernah bercerita, orang tuanya tidak ada di Batam. “Ngeluh itu ga ya. Kalau jumpa aja pas break makan, dia pernah cerita kalau orang tuanya itu di kampung. Di sini dia ngekos,” kata Rama.

Kesaksian Warga Sekitar

Warga sekitar, As mengaku mendengar dentuman keras saat kecelakaan maut di Batam itu terjadi. Ia menyebut akibat laka itu helm korban sampai remuk dan terlepas hanya meninggalkan busa dalamnya. Sementara itu HJ mengungkapkan saat kejadian Serni saat itu pulang kerja bersama rekannya, A, mengendarai motor Honda Vario. Menurutnya, korban sebenarnya tidak bertabrakan dengan mobil dari arah berlawanan. Kedua kendaraan sama-sama menuju ke arah Lantamal IV. “Jadi arahnya sama, mobil Avanza ada di belakang korban, sedangkan dari arah berlawanan datang sebuah lori. Korban yang saat itu agak ke tengah jalan mungkin panik dan hendak menghindari lori hingga jatuh ke kiri,” ujar HJ. Ditanya soal apakah ada senggolan sebelum jatuh dengan kendaraan lain, ia tak mengetahui pasti. “Dia kesenggol lori atau tidak kurang tau ya. Ada yang bilang enggak kesenggol, dia kaget aja didepannya ada lori dan nahas, dia pas jatuh itu kepalanya masuk ke ban mobil Avanza Veloz yang di belakangnya itu, yang bonceng kepental,” tuturnya. Saat kejadian ia tak berani melihat langsung kondisi korban, namun warga yang berada di sekitar emmbantu memindahkan tubuh korban ke tepi jalan. “Temannya itu selamat namun ada luka lah. Korban ini katanya mau nganter kawannya yang tinggal bersama saudaranya,” kata HJ. Saat melihat korban sudah berada di kolong mobil, rekannya teriak histeris dan sempat ditenangkan di kedai milik tetangganya. Tak lama, korban kemudian dievakuasi ke RS Budi Kemuliaan.

Penjelasan Polisi

Polisi masih menyelidiki kronologi pasti kejadian lakalantas di Batam ini. Namun pihaknya telah mengamankan barang bukti kendaraan yang terlibat lakalantas. “Sopir Avanza dan barang bukti sudah di Polres,” ujar Kasatlantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya, melalui Kasubnit 1 Satlantas Polresta Barelang, Ipda Tarmizi Rambe. Pihaknya mengimbau untuk selalu berhati-hati saat berkendara di jalan umum, baik untuk roda dua, roda empat, maupun selebihnya.

Perjuangan Keluarga Korban Kecelakaan Maut di Batam

Serniwati Lafau, korban kecelakaan maut di Batam pada Senin (13/10/2025) diberangkatkan ke kampung halamannya. Keluarga korban kecelakaan maut di Batam yang masih berduka itu harus berjuang agar jenazah Serniwati Lafau bisa tiba di Bawolato, Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Berangkat dari Bandara International Hang Nadim Batam pada Selasa (14/10/2025) sekira pukul 06.30 WIB, jenazah korban kecelakaan maut di Jalan Tenggiri, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, Kota Batam, Provinsi Kepri itu tiba di Medan. Dari sana, perjalanan dilanjutkan menggunakan jalur darat dan laut. “Pesawat cuma sampai Medan, Kak. Pesawat transit dari Medan ke Nias tidak ada yang menerima jenazah. Jadi dari Medan nanti jalur darat terus laut,” ucap Aries, sepupu Serniwati Lafau kepada PasarModern.com. Dari Medan, jenazah akan dibawa menggunakan ambulans ke Pelabuhan Sibolga. Selanjutnya diteruskan melalui jalur laut menuju Nias. Aries memperkirakan jenazah akan tiba di kampung halaman pada Rabu (15/10) pagi. Tak sampai di sana perjuangan keluarga agar jenazah korban lakalantas di Batam itu bisa tiba di kampung halaman. Aries juga mengungkap jika biaya pemulangan dikeluarga oleh perusahaan tempat korban bekerja, PT Allianz Solar. Biaya pemulangan jenazah korban kecelakaan maut di Batam itu menurutnya sebagai pinjaman kepada pihak keluarga. Ia tidak menjelaskan secara detail apakah pinjaman tersebut juga harus ada jaminan. Pinjaman tersebut difasilitasi tim komandan. Karena jika tidak, perusahaan menurutnya tidak mengeluarkan biaya. “Pinjaman itu dikeluarkan oleh perusahaan karena dibantu oleh team komandan. Jika tidak di perusahaan tidak ada mengeluarkan biaya,” bebernya.