Keutamaan Membaca Dzikir dan Doa Setelah Sholat Isya
Membaca dzikir dan doa setelah sholat merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Bagi umat Muslim, keutamaan yang diperoleh dari membaca dzikir dan doa setelah sholat tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan ibadah sunnah lainnya. Meskipun hukumnya sunnah, amalan ini memiliki sejumlah keutamaan yang luar biasa.
1. Diingat oleh Allah SWT
Allah SWT akan mengingat orang yang senantiasa berdzikir dan berdoa kepada-Nya. Hal ini sesuai dengan firman-Nya dalam surat Al-Baqarah ayat 153:
“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah: 153)
2. Membawa Keberuntungan
Berdoa dan berdzikir akan membawa keberuntungan. Hal tersebut telah dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim yang berbunyi:
“Yaitu orang-orang (laki-laki/perempuan) yang banyak berdzikir kepada Allah.”
3. Menghapus Dosa
Berdzikir dan berdoa adalah sarana memohon ampunan dosa kepada Allah SWT. Sesuai firman-Nya dalam Al-Qur’an surat Al-Muzzammil ayat 20:
“Mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Muzzammil: 20)
Bacaan Dzikir dan Doa Setelah Sholat Isya
Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa berdoa. Hal ini tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 55:
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al-Ar’af: 55)
Sementara itu, berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW, salah satu waktu mustajab untuk berdoa adalah setelah sholat Isya, sebagaimana sabda beliau dalam hadisnya:
“Bagian malam yang akhir setelah sholat fardu.”
Dihimpun dari Buku Saku Tuntunan Doa dan Dzikir oleh Rahmadi Wibowo Suwarno, Lc., M.A., dkk., berikut bacaan dzikir dan doa yang bisa dipanjatkan umat Islam selepas sholat Isya dan sholat fardu lainnya:
-
Membaca Istighfar 3 Kali
أَسْتَغْفِرُ الله العظيم x٣
Astaghfirullah (3 kali)
Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah. -
Membaca Dzikir Allahuma antas-saalam
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ.
Allahumma antas-salaam wa minkas-salaam tabaarakta yaa dzal-Jalaali wal-Ikraam
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Damai dan dari-Mu (datang) kedamaian; Maha pemilik segala keberkahan wahai Allah, Tuhan pemilik keagungan dan kemuliaan.” -
Membaca Dzikir Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu
لا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، لَهُ النَّعْمَةُ وَ لَهُ الْفَضْلُ وَ لَهُ التَّنَاءُ الحَسَنُ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينُ وَ لَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ.
Artinya: “Tiada Tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan dan pujian, di tangan-Nya kebaikan, Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan upaya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah dan kami tidak beribadah kecuali kepada Allah, milik-Nya-lah segala kenikmatan, karunia, dan sanjungan yang baik, tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, kami mengikhlaskan agama untuk-Nya, walaupun orang-orang kafir benci.” -
Membaca Dzikir Allahumma laa maani’a limaa a’thaita
اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدَّ مِنْكَ الجد
Allahumma laa maani’a limaa a’thaita walaa mu’athiya limaa mana’tha wa laa yanfa’u dzal-jaddu minkal jaddu.
Artinya: “Ya Allah tidak ada satu pun yang dapat menghalangi apa saja yang telah Engkau berikan, dan tidak ada satu pun yang mampu memberi apa saja yang Engkau cegah, dan tidak ada satu pun kekayaan yang dimiliki seseorang dapat berguna untuk menyelamatkan dari-Mu.” -
Membaca Ayat Kursi
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥
Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.” (QS Al-Baqarah: 255) -
Membaca Allahumma a’inni…
اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allahumma a’inni ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika
Artinya: “Ya Allah tolonglah aku dalam mengingat-Mu dan bersyukur pada-Mu dan beribadah secara baik kepada-Mu.” -
Membaca Tasbih 33 Kali, Tahmid 33 Kali, Takbir 33 Kali dan Laa ilaaha illallaahu…
سُبْحَانَ اللهِ ۳۳× . الْحَمْدُ لِلهِ ۳۳× اللهُ أَكْبَرُ ۳۳× . لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَريكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلَّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Subhaanallah (33 kali), Alhamdulillaah (33 kali), Allahu akbar (33 kali). Laa ilaahaillahu wahdahu laa syariika lahu, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.
Artinya: “Mahasuci Allah (33 kali), segala puji bagi Allah (33 kali), Allah Maha Besar (33 kali). Tiada sesembahan selain Allah semata dan satu-satunya, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan dan kekuasaan, milik-Nya pula setiap pujian, dan Dia adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” -
Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌࣖ ٤
Qul huwallaahu ahad, allaahush-shamad, lam yalid wa lam yuulad, wa lam yakul lahuu kufuwan ahad
Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.” (QS Al-Ikhlas)
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَࣖ ٥
Qul a’uudzu birabbil-falaq, min syarri maa khalaq, wa min syarri ghaasiqin idzaa waqab, wa min syarrin-naffaatsaati fil-‘uqad, wa min syarri haasidin idzaa hasad
Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.” (QS Al-Falaq)
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١ مَلِكِ النَّاسِۙ ٢ اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥
Qul a’uudzu birabbin-naas, malikin-naas, ilaahin-naas, min syarril-waswaasil-khannaas, alladzii yuwaswisu fii shuduurin-naas, minal-jinnati wan-naas
Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (QS An-Nas)
Di samping membaca dzikir dan doa khusus ini, umat Islam juga bisa membaca doa-doa lain kepada Allah SWT selepas sholat Isya.
