Ringkasan Berita tentang Doa Kamilin
Doa Kamilin merupakan doa yang dianjurkan untuk dibaca setelah menunaikan Shalat Tarawih di bulan Ramadan. Doa ini mengandung permohonan kepada Allah SWT untuk kesempurnaan iman, keberkahan, dan harapan masuk surga. Doa ini juga berisi ungkapan syukur serta permohonan untuk mendapatkan kekuatan iman.
Doa Kamilin memiliki makna yang dalam dan bisa dibaca dalam bentuk teks Arab, Latin, dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Dalam doa tersebut, terdapat banyak permohonan seperti:
- Membuat kita menjadi orang-orang yang sempurna imannya.
- Memenuhi kewajiban-kewajiban agama.
- Memelihara sholat.
- Mengeluarkan zakat.
- Mencari apa yang ada di sisi-Nya.
- Mengharapkan ampunan-Nya.
- Berpegang pada petunjuk-Nya.
- Berpaling dari kebatilan.
- Zuhud di dunia.
- Menyenangi akhirat.
- Ridha dengan qadla-Nya (ketentuan-Nya).
- Mensyukuri nikmat-Nya.
- Sabar atas segala musibah.
- Berada di bawah panji-panji Nabi Muhammad SAW pada hari kiamat.
- Mengunjungi telaga (Nabi Muhammad).
- Masuk ke dalam surga.
- Selamat dari api neraka.
- Duduk di atas ranjang kemuliaan.
- Menikah dengan para bidadari.
- Mengenakan berbagai sutra.
- Makan makanan surga.
- Minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih.
Doa Kamilin juga menyebutkan bahwa mereka itu adalah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui.
Hukum Shalat Tarawih
Berdasarkan buku Tuntunan Ibadah di Bulan Ramadhan yang disusun oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, hukum Shalat Tarawih adalah sunnah. Shalat Tarawih dilaksanakan sesudah Shalat Isya hingga fajar (sebelum datang waktu Subuh). Dilaksanakan setiap malam selama bulan puasa Ramadhan.
Waktu Pelaksanaan Shalat Tarawih
Shalat Tarawih sebaiknya dikerjakan secara berjamaah, baik di masjid, musala, ataupun di rumah. Namun, Shalat Tarawih dan Witir juga bisa dilakukan sendirian.
Niat Shalat Tarawih
Berikut beberapa niat yang dapat digunakan dalam Shalat Tarawih:
Niat sebagai Imam
Ushollii sunnatat-taraawiihi rok’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’alaa
Artinya: “Saya niat shalat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
Niat sebagai Makmum
Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muman lillahi ta’aalaa
Artinya: “Saya niat Shalat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Niat sebagai Munfarid
Usholli sunnatattarowihi rok’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat Shalat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Shalat Tarawih
Tata cara pelaksanaan Shalat Tarawih bisa dikerjakan dengan cara 4 rakaat, 4 rakaat tanpa tasyahud awal, dan 3 rakaat witir tanpa tasyahud awal. Shalat Tarawih dapat juga dikerjakan dengan cara 2 rakaat, 2 rakaat, 2 rakaat, 2 rakaat, 2 rakaat dan 1 rakaat Witir.
Shalat Witir
Setelah Shalat Tarawih, hendaknya diteruskan melaksanakan Shalat Witir, minimal satu rakaat. Namun, pada umumnya, Shalat Witir dikerjakan tiga rakaat dengan dua salam. Tapi, diperbolehkan juga jika dikerjakan tiga rakaat dengan satu salam.
Niat Shalat Witir
Niat Shalat Witir 1 Rakaat
Ushallii sunnatal witri rok ‘atan mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman / imaman) lillaahi ta’alaa
Artinya: “Saya niat Shalat Witir satu rakaat menghadap qiblat menjadi makmum karena Allah ta’alaa.”
Niat Shalat Witir 3 Rakaat
Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman/imaman) lillaahi ta’alaa.
Artinya: “Saya berniat Shalat Witir tiga rakaat menghadap kiblat menjadi (ma’muman/imaman) karena Allah ta’alaa.”
Urutan Surat Pendek yang Dibaca saat Shalat Tarawih
Ada sekitar 10 surat pendek Al-Quran yang biasa dibaca saat Shalat Tarawih maupun Shalat Witir selama bulan puasa Ramadhan. Di antaranya:
Malam tanggal 1 sampai pertengahan Ramadhan:
- Setiap rakaat pertama dibaca satu surat dari surat-surat berikut secara berurutan:
- At-Takaatsur
- Al-‘Ashr
- Al-Humazah
- Al-Fiil
- Quraisy
- Al-Maa’uun
- Al-‘Kautsar
- Al-Kaafiruun
- An-Nashr
- Al-Lahab
- Setiap rakaat kedua dibaca surat Al-Ikhlash.
Malam pertengahan sampai akhir Ramadhan:
- Setiap rakaat pertama dibaca surat Al-Qadr.
- Setiap rakaat kedua dibaca surat-surat berikut secara berurutan:
- At-Takaatsur
- Al-‘Ashr
- Al-Humazah
- Al-Fiil
- Quraisy
- Al-Maa’uun
- Al-‘Kautsar
- Al-Kaafiruun
- An-Nashr
- Al-Lahab
Urutan Surat Pendek yang Dibaca saat Shalat Witir
Beberapa riwayat menyebutkan bahwa bacaan surah pada Shalat Witir termasuk:
- Surah Al-A’la pada rakaat pertama.
- Al-Kafirun pada rakaat kedua.
- Al-Ikhlas pada rakaat terakhir.
- Boleh menambahkan 2 surah setelah Al-Ikhlas yaitu:
- Al-Falaq
- An-Nas
