Penemuan Bilqis di Lokasi Terpencil
Bilqis, seorang balita berusia 4 tahun, akhirnya ditemukan setelah mengalami penculikan yang memicu kekhawatiran besar di kalangan keluarga dan masyarakat. Penemuan tersebut terjadi di sebuah lokasi yang sunyi dan gelap di daerah Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Ia ditemukan dalam kondisi ketakutan dan trauma yang mendalam, bahkan menyangka pihak kepolisian sebagai orang asing yang ingin melakukan hal buruk kepadanya.
Kronologi penemuan ini dimulai dari detik-detik polisi berhasil menyelamatkan Bilqis dari tangan pelaku penculikan. Setelah proses pengejaran selama kurang lebih dua hari, tim gabungan akhirnya berhasil menemukan korban di lokasi yang sangat terpencil. Pada saat ditemukan, Bilqis tampak sangat takut dan tidak percaya pada orang-orang yang datang untuk membantunya.
Pihak kepolisian di Merangin langsung mengambil langkah cepat dengan menghubungi keluarga Bilqis di Makassar. Mereka meminta orang tua untuk berbicara langsung dengan anaknya melalui panggilan telepon agar bisa meyakinkan bahwa mereka adalah orang yang benar-benar mencintainya. Dengan suara orang tua, Bilqis perlahan mulai merespons dan bersedia mengikuti petugas kepolisian.
Setelah proses ini, Bilqis dibawa ke Mapolres Merangin untuk menjalani pemeriksaan kesehatan pasca trauma. Sementara itu, para pelaku yang diduga terlibat dalam sindikat penculikan dan jual beli orang juga telah ditangkap dan dibawa ke tempat yang sama untuk proses hukum lebih lanjut.
Proses Penangkapan Pelaku
Pelaku penculikan Bilqis ditangkap di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Berdasarkan informasi yang diperoleh, ketiga pelaku ditangkap setelah enam hari aksinya berlangsung. Dalam foto yang diunggah, terlihat tim dari Polres Merangin berdiri di depan tiga orang yang diduga merupakan pelaku. Tiga orang tersebut terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki, yang tampak diam dan tertunduk saat diamankan.
Proses penangkapan ini dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan intensif terhadap kasus penculikan Bilqis. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap ketiga pelaku untuk mengungkap detail lebih lanjut tentang sindikat kejahatan tersebut.
Kronologi Hilangnya Bilqis
Sebelum hilang, Bilqis diperkirakan diculik oleh seorang wanita di Taman Pakui Sayang, Makassar, Sulawesi Selatan. Taman ini sering dikunjungi masyarakat untuk bermain dan berolahraga. Saat itu, Bilqis sedang bersama ayahnya, Dwi Nurmas (34), yang akan bermain tenis sembari melatih di taman tersebut.
Viral di media sosial sebuah potongan video dari kamera CCTV yang menunjukkan seorang perempuan membawa Bilqis. Perempuan itu terlihat membawa tiga orang anak, salah satunya adalah Bilqis yang mengenakan baju kaos pink. Dua anak lainnya ikut di belakang Bilqis, tetapi identitasnya belum diketahui.
Hilangnya Balita asal Kecamatan Rappocini, Makassar, itu dilaporkan sang ayah ke Polsek Panakkukang, pada Senin (3/11/2025). Dwi Nurmas menceritakan bahwa ia datang bersama anaknya ke Taman Pakui Sayang pada pukul 08.05 Wita. Saat itu, dirinya sedang bermain tenis sembari melatih, sedangkan anaknya bermain di playground sebelah lapangan tenis.
Pada pukul 09.00 Wita, Dwi Nurmas yang sudah berlatih tenis bersama beberapa rekannya sesekali memanggil anaknya dari lapangan. “Dua kali saya panggil, dia jawab ‘iya, Pak.’ Tapi pas panggilan ketiga sudah tidak ada jawaban,” ujar Dwi, dikutip dari TribunToraja.com, Jumat (7/11/2025).
Tidak mendengar jawaban dari Bilqis, Dwi Nurmas langsung menghentikan permainan dan mencari anaknya di seluruh area taman. Dibantu pengunjung, Bilqis Ramdhani tidak kunjung ditemukan hingga sore hari. “Saya keliling dari ujung ke ujung taman, nihil. Istri saya juga datang ikut mencari sampai ke Jalan Pettarani dan sekitar Jalan Pelita,” tuturnya.
