Ringkasan Berita:
- Tiga hari lalu kapal wisata phinisi KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Selat Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT)
- Ini menambah panjang daftar kapal wisata yang biasanya digunakan turis asing tenggelam saat hendak menikmati keindahan laut di Labuan Bajo
- Umumnya penyebab kapal tenggelam karena kerusakan bagian kapal ditambah cuaca dan ombak di Labuan Bajo yang kerap tidak bersahabat
PasarModern.com, JAKARTA –Pada 26 Desember 2025, kapal wisata phinisi KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Selat Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kecelakaan itu menyebabkan pelatih sepak bola Valencia B, Fernando Martin Carreras, bersama tiga anaknya dilaporkan hilang.
Dua anggota keluarganya istri dan seorang anak perempuan selamat.
Total 11 orang berada di dalam kapal yang tenggelam turis Spanyol, awak kapal, pemandu wisata.
Penyebab kapal tenggelam diduga karena mati mesin lalu dihantam gelombang setinggi ±2 meter.
CatatanPasarModern.com ini bukan pertama kalinya kapal wisata tenggelam di Labuan Bajo, daerah wisata yang terkenal karena keindahan lautnya itu.
Setidaknya ada 8 kapal wisata yang biasanya digunakan para wisatawan asing dan domestik yang tenggelam di sekitar Labuan Bajo dalam 2 tahun terakhir yakni :
-
KM White Pearl
Kapal Motor (KM) White Pearl tenggelam di sekitar Pulau Kanawa, Labuan Bajo, NTT, pada Jumat 5 April 2024.
Kapal yang ditumpangi empat wisatawan asing itu tenggelam karena adanya kebocoran akibat cuaca buruk.
Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo yang saat itu dijabat Stephanus Risdiyanto mengatakan kapal naas itu mengalami kebocoran di bagian buritan menyebabkan air laut masuk sehingga kapal lalu kandas dan tenggelam.
“Pompa kapal tidak mampu memompa air keluar akibat debit air yang masuk lebih besar,” ungkapnya, Jumat 5 April 2024, dikutip dari Tribun Flores.
Saat kejadian kapal tersebut tidak dalam kondisi berlayar melainkan sedang berlabuh di depan dermaga Pulau Kanawa.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, seluruh penumpang berhasil dievakuasi Tim SAR.
2. KM Budi Utama
Kapal wisata KM Budi Utama tenggelam di perairan Pulau Padar Selatan, Kawasan Taman Nasional (TN) Komodo, Labuan Bajo, Sabtu 22 Juni 2024.
Dugaan sementara kapal tersebut terseret arus gelombang sebelum terbalik dan tenggelam.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo yang saat itu dijabat Stephanus Risdiyanto mengatakan saat kejadian kapal kayu itu mengangkut 23 penumpang, rinciannya 7 ABK dan 13 wisatawan domestik dan dua wisatawan asing.
“Kapal tenggelam diduga karena terseret dan tidak bisa dikendalikan dilokasi pertemuan arus,” kata Stephanus, Sabtu 22 Juni 2024.
Semua crew dan penumpang selamat dan sudah dievakuasi oleh Emergency Response Team menuju labuan bajo menggunakan Km Senada Pinisi.
Dua wisatawan asal Spanyol terluka dalam kejadian itu.
3. KM Hancur Karena Hobi 02
Di hari yang sama Sabtu 22 Juni 2024, KM Hancur Karena Hobi 02 juga mengalami kecelakaan di laut.
Kecelakaan tersebut diduga akibat angin kencang, ombat tinggi dan arus laut yang sangat kencang.
Kapal tersebut mengalami kecelakaan nyaris di lokasi yang sama yaitu perairan sekitar Pulau Padar.
KM Hancur Karena Hobi 02 mengangkut 13 orang penumpang.
Semua kru dan penumpang selamat dan sudah dievakuasi oleh Emergency Response Team menuju Labuan Bajo menggunakan KM Senada Pinisi.
4. KM Monalisa 1
Kapal Wisata Pinisi Monalisa I tenggelam usai diterjang gelombang tinggi di Perairan antara Pink Beach dan Batu Tiga Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur, Kamis 8 Agustus 2024.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere Supriyanto Ridwan selaku SMC (SAR Mission Coordinator) mengatakan pihak cepat melakukan evakuasi penumpang saat itu.
Pada saat kejadian, Kapal Pinisi Tsamara berada di dekat Kapal Monalisa dan langsung melakukan upaya evakuasi korban.
Lima orang terluka dalam kejadian itu, dua diantaranya warga Swiss.
5. KM Maheswari
Kapal tradisional KM Maheswari mengalami kebakaran di perairan sekitar Pulau Rinca, Labuan Bajo NTT pada Sabtu, 12 Oktober 2024, sekitar pukul 15.00 WITA.
Dikutip dari situs hubla.deplu.go.id, kapal mengangkut 6 orang awak kapal, termasuk nakhoda, serta 16 penumpang.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Seluruh awak kapal dan penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa cedera.
6. KM Raja Bintang 02
Kapal wisata KM Raja Bintang 02 tengelam di Perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo akibat diterjang angin kencang pada Sabtu 22 Maret 2025) dini hari.
Ada 10 turis asing dalam kapal tersebut berhasil dievakuasi Tim SAR Gabungan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere yang saat itu dijabat Fathur Rahman menjelaskan kapal tersebut berangkat dari Labuan Bajo pada pukul 01.00 Wita untuk trip ke kawasan Taman Nasional Komodo.
“Kapal berencana menginap di Pulau Kelor dan saat itu cuaca tidak bersahabat angin kencang dan gelombang tinggi mengakibatkan jangkar larat kearah daratan kampung menjaga di Pulau Kelor dan mengakibatkan kapal kandas serta terguling,” jelas Fathur dikutip dari Pos Kupang.
7. KM Wafil Putra
Kapal wisata bernama KM Lombok Wafil Putra mengalami kecelakaan laut dan tenggelam di perairan Selat Padar, Kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu 14 Mei 2025 malam.
Kapal tersebut mengangkut 15 orang, terdiri dari 14 wisatawan asing dan 1 orang pemandu wisata.
Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh Tim SAR Gabungan dibantu sejumlah kapal wisata lain yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
Kapal Lombok Wafil Putra sedang dalam perjalanan kembali menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) usai mengunjungi sejumlah destinasi di Taman Nasional Komodo.
Namun nahas, saat melintas di perairan Selat Padar, kapal menabrak karang karena diduga tidak memperhatikan navigasi laut dengan baik. Situasi diperparah oleh kondisi air laut yang sedang surut.
Sumber: Tribun Flores/Pos Kupang/PasarModern.com