Dari Arisan Tradisional ke Investasi Cerdas, Pegadaian Bangkitkan Ekonomi Indonesia

Posted on

Arisan sering kali menjadi kegiatan rutin yang dilakukan oleh para ibu di lingkungan sekitar. Saat gelas arisan dikocok dan nama kita keluar dari gulungan kertas, uang arisan yang diterima dari bendahara bisa membuat kita merasa “beruang” dalam sekejap. Tapi, bagaimana dengan uang tersebut? Apakah disimpan, digunakan untuk belanja, membeli barang incaran promosi 11:11, atau bahkan membeli emas?

Rasanya tidak banyak orang yang langsung terpikir untuk membeli emas saat memiliki uang banyak. Pilihan konsumtif sering kali mengalahkan niat untuk investasi. Kecuali jika kita tinggal di Aceh seperti saya, di mana ada tradisi “mayam emas” yang menjadikan emas sebagai pilihan simpanan aset utama bagi para ibu-ibu. Meskipun mungkin di daerah lain juga ada tradisi serupa dengan nama berbeda.

Namun, kelemahan utamanya adalah banyak dari para ibu menyimpan emas di rumah, seperti yang dulu disebut “nabung di bawah bantal”. Beberapa waktu lalu, komplek kami mengalami pencurian. Maling mengambil emas, laptop, dan uang tunai hingga totalnya hampir setengah miliar. Fantastis, bukan? Hanya dengan bobol 4 rumah, hasilnya begitu besar.

Saya tidak akan membahas panjang lebar tentang pencurian atau penyimpanan emas di bawah bantal. Dari situ kita belajar satu hal penting, yaitu keamanan aset! Percuma saja kalau susah payah menabung emas, tapi risiko digondol maling tetap jadi ancaman laten.

Orang tahu risiko itu, tapi sering kali tidak punya pilihan. Sewa safe box di bank pasti mahal. Beli brankas pribadi pun belum tentu aman. Lalu, bagaimana solusinya?

Bicara soal arisan, di komplek juga ada acara rutin Arisan Dasawisma. Kumpulan ibu-ibu yang berkumpul di hari Sabtu sore. Arisannya masih konvensional, ngobrol, ngeteh, sambil mengundang ustad untuk pencerahan rohani, dan saling tukar informasi. Kadang jadi ajang promosi kecil-kecilan bagi yang punya usaha. Diakhiri dengan undian arisan. Sederhana tapi menyenangkan sebagai ajang silaturahmi.

Tapi seperti arisan biasa, tak ada yang tahu ke mana uang arisan yang didapat anggota beruntung akan digunakan. Konsumtif atau tidak tergantung masing-masing orang. Padahal kesempatan punya uang besar dari arisan yang rutin ini sangat penting jika bisa kita optimalkan manfaatnya.

MengEmaskan Indonesia Biar Lebih Kinclong

Ketika hadir program MengEmaskan Indonesia bersama Pegadaian, program ini rasanya cocok sekali dengan apa yang kami harapkan. Terlebih melihat jenis-jenis produknya. Pegadaian tidak lagi sekedar tentang menggadai barang, tapi juga menawarkan investasi cerdas yang menarik.

Program ini selaras dengan keinginan kita untuk merubah mindset banyak orang yang selama ini berasumsi bahwa menabung emas itu mahal, tidak semua orang bisa, dan ribet. Padahal, orang juga tahu bahwa menyimpan emas merupakan investasi yang aman dari inflasi, harganya stabil, serta mudah digunakan jika ada keperluan mendadak.

Jadi program dari Pegadaian ini juga mengedukasi kita untuk belajar kembali tentang investasi dan passive income sebagai cara cerdas mengelola aset, bukan sekadar tabungan biasa.

Investasi Cerdas dari Cicil Emas Pegadaian Syariah

Kalau kita hubungkan dengan cerita arisan yang baru saya ceritakan di awal, produk dari Pegadaian berupa Cicil Emas Pegadaian Syariah ini menarik karena bisa langsung nyambung dengan acara arisan rutin para ibu tadi. Apalagi di negeri yang bersyariat. Cocok jadinya karena rasanya jadi berkah.

Cicil Emas Pegadaian Syariah adalah layanan pembiayaan kepemilikan emas batangan yang bisa dicicil. Jadi cicilan emas bisa menjadi alternatif pilihan investasi aman dari gangguan seperti pencurian dan lainnya. Ini membantu kita ke depannya menyiapkan dana untuk kebutuhan seperti dana pendidikan, masa pensiun, ibadah haji, atau menikah tanpa harus merasa kuatir.

Cicil Emas Arisan yang Berkilau

Jika mau arisan kita nantinya tidak biasa-biasa saja, ternyata ada produk yang lebih seru dari Pegadaian karena sesuai dengan arisan biar tambah kinclong berkilauan. Namanya Cicil Emas Arisan. Program Cicil Emas Arisan membuat kegiatan arisan jadi semakin berkilau, bukan cuma sekedar bayar uang arisan, tapi benar-benar menghasilkan aset.

Seperti cerita di awal soal arisan dasawisma, nantinya Cicil Emas Arisan bisa untuk kelompok arisan beranggotakan minimal 6 orang. Periode bulan angsurannya mengikuti jumlah anggota. Jika anggota arisannya 6 orang, maka tenor atau lama cicilannya 6 bulan.

Setiap orang nantinya bisa dapat emas dengan jenis, jumlah, dan berat yang sama setiap anggota arisannya. Bayangkan, setiap bulan ada satu emas yang lunas, lalu diserahkan ke satu orang anggota kelompok arisan sesuai hasil kesepakatan. Seru kan ya, pulang-pulang arisan langsung dapat emas asli lho. Semangat arisan para ibu bisa seperti semangat para patriot 45 nantinya.

Uang mukanya minimal 10% per anggota, lalu margin atau mu’nah pemeliharaannya 0,92% x nilai taksiran emas setiap bulannya. Plus administrasi Rp50.000 per transaksi per kelompok.

Cicil Emas Arisan Express yang Menguntungkan

Berikutnya masih ada satu lagi info buat para ibu yang ingin arisan tambah nendang. Namanya Cicil Emas Arisan Express. Apanya yang kilat? Program ini mirip, tapi lebih cepat prosesnya. Anggota arisannya tetap minimal 6 orang, begitu juga yang lainnya kecuali setiap anggota memiliki Tabungan Emas senilai minimal 20% dari nilai pembiayaan sebagai jaminan. Penyerahan emas batangan diberikan pada awal pembayaran uang muka dan di setiap bulan angsuran. Margin atau mu’nah pemeliharaannya sebesar 0,75% x Taksiran x Harga Jual emas x Jangka waktu.

Menariknya, program yang ditawarkan Pegadaian tidak hanya sekedar “memfasilitasi” masyarakat untuk punya tabungan. Tapi juga membangun paradigma baru cara berpikir yang lebih sederhana tentang bagaimana bisa memiliki emas dengan cara yang mudah tapi juga cerdas.

Dalam jangka panjang, ini menjadi cara Pegadaian mengedukasi masyarakat untuk belajar tentang investasi dan bisa memiliki passive income melalui investasi yang aman dari gangguan pencurian dan gejolak moneter seperti inflasi.

Jadi gimana? Masih mau arisannya gitu-gitu aja? Pastinya akan kami mulai didiskusikan di acara arisan berikutnya, biar langsung mulai Cicil Emas Arisan bersama Pegadaian-nya.