Daftar 212 Merek Beras Diduga Oplosan, Uji Kualitas Terbukti

Posted on

Penemuan Beras Oplosan di Pasaran dan Tindakan yang Dilakukan Pemerintah

Sejumlah informasi menunjukkan bahwa beras oplosan telah beredar di masyarakat. Dalam rangka memastikan kualitas beras yang tersedia di pasaran, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan pengujian terhadap 268 sampel beras dari 212 merek pada periode 6 hingga 23 Juni 2025. Hasilnya menunjukkan adanya masalah kualitas yang cukup signifikan.

Kualitas Beras Premium dan Medium yang Tidak Memenuhi Standar

Dari hasil uji kualitas tersebut, sebanyak 85,56 persen beras premium tidak memenuhi standar mutu. Di antaranya, 59,78 persen dijual dengan harga melebihi harga eceran tertinggi (HET), sedangkan 21,66 persen memiliki berat riil yang lebih ringan dibandingkan informasi yang tertera pada kemasan.

Sementara itu, beras medium juga menunjukkan indikasi ketidaksesuaian. Sebanyak 88,24 persen beras medium tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain itu, 95,12 persen dijual melebihi HET, dan 9,38 persen memiliki selisih berat kemasan yang lebih rendah dari informasi pada label.

Daftar Merek Beras yang Diduga Terlibat dalam Praktik Oplosan

Beberapa produsen beras telah dipanggil untuk klarifikasi terkait dugaan penjualan beras oplosan. Berikut adalah daftar produsen dan merek beras yang diduga terlibat:

  • Wilmar Group: Sania, Sovia, Fortune, Siip
  • PT Belitang Panen Raya: Raja Platinum, Raja Ultima
  • PT Sentosa Utama Lestari atau Japfa Group: Ayana
  • PT Food Station Tjipinang Jaya: Alfamidi Setra Pulen, Beras Premium Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food station, Ramos Premium, Setra Pulen, Setra Ramos

Sampel-sampel tersebut berasal dari beberapa wilayah seperti Aceh, Lampung, Sulawesi Selatan, Jabodetabek, Yogyakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Proses Pemeriksaan dan Tindakan yang Dilakukan

Kasus beras oplosan masih dalam proses pemeriksaan. Satgas Pangan Polri telah memanggil empat produsen beras untuk dimintai keterangan terkait dugaan peredaran beras oplosan. Menurut Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Helfi Assegaf, pemeriksaan masih berlangsung.

Kementan Melakukan Uji Coba terhadap 212 Merek Beras

Sebelumnya, Kementan telah melakukan uji kualitas terhadap 268 sampel beras dari 212 merek. Laporan ini telah dikirim dan dikoordinasikan dengan berbagai pihak untuk ditindak lanjuti. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan bahwa laporan ini telah diterima dan akan segera diproses.

Pengumuman Bertahap Mengenai Merek Beras yang Diduga Oplosan

Menteri Pertanian menegaskan bahwa pihaknya akan segera merilis daftar 212 merek beras yang terindikasi oplosan setelah melalui proses investigasi. Langkah ini diambil agar masyarakat lebih waspada dan tidak lagi tertipu saat membeli beras di pasaran. Ia juga mengimbau masyarakat untuk benar-benar memperhatikan merek-merek yang nantinya diumumkan melalui berbagai media di seluruh Indonesia.

Peran Masyarakat dalam Menghindari Praktik Penipuan

Amran Sulaiman berharap informasi ini bisa membantu konsumen terhindar dari praktik penipuan beras oplosan yang merugikan. Dengan kesadaran yang tinggi, masyarakat dapat lebih cermat dalam memilih beras dan memastikan kualitas produk yang dibeli.

Dengan tindakan yang dilakukan oleh pemerintah dan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, diharapkan keberadaan beras oplosan di pasaran dapat diminimalisir dan kualitas beras yang tersedia tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *