Cuci Mobil Kesayangan, Prof Udin Siap Jadi Wali Kota Pangkalpinang

Posted on

Keluarga Prof Udin Hadiri Gladi Bersih Pelantikan

Pada hari Selasa (14/10), Dina, puteri tertua Saparudin Masyarif atau dikenal sebagai Prof Udin, tiba di kediaman orang tuanya di kawasan Kejaksaan, Kacangpedang, Kota Pangkalpinang. Ia datang dari Palembang, Sumatera Selatan, dan langsung memeluk ayahnya yang sedang mencuci mobil. Perempuan ini sengaja pulang untuk menghadiri acara pelantikan ayahnya sebagai Wali Kota Pangkalpinang periode 2025-2030 yang akan digelar pada hari berikutnya.

Dina membawa oleh-oleh dari Palembang dan menyampaikan bahwa ada di dalam mobil. Ia datang bersama adiknya, Nia, yang juga terbang dari Palembang. Prof Udin menyambut keceriaan dua putrinya dengan pelukan hangat. Mobil Toyota Alphard yang sedang dicuci oleh Prof Udin adalah mobil kesayangannya yang sudah digunakan sejak tahun 2015. Mobil ini akan digunakan untuk pergi ke acara pelantikan besok.

Susanti, istri Prof Udin, dan Fahmi, anak kedua mereka, menyusul kedatangan Dina dan Nia. Mereka menjemput di Bandara Depati Amir Bangka. Dina bekerja di sebuah kampus di Palembang, sedangkan Nia sedang menjalani Koas (Co-ass/Co-assistant) di rumah sakit di kota yang sama. Setelah menaruh barang-barangnya di dalam rumah, Dina dan Nia membantu ayahnya mencuci mobil sambil bercanda ringan.

“Saya akan tinggal beberapa hari di sini. Sedangkan Nia akan kembali ke Palembang setelah pelantikan karena izinnya hanya sebentar,” kata Dina saat dibincangi Bangka Pos. Sementara itu, Fahmi sudah berada di Pangkalpinang sejak tiga bulan lalu. Ia berencana kembali ke Qatar untuk bekerja setelah pelantikan Prof Udin.

Dimas, anak bungsu Prof Udin, masih duduk di bangku SMA di Pangkalpinang. Ia menjadi setia Prof Udin dan istri selama masa kampanye hingga kini. Prof Udin akan didampingi istri dan empat anaknya saat pelantikan pada hari Rabu (15/10). Mereka juga mengikuti acara gladi bersih pada Selasa (14/10) kemarin. Mereka menumpang tiga mobil dan berangkat dari rumah sekitar pukul 16.00 WIB.

Prof Udin tampil rapi mengenakan baju cokelat tua, sedangkan istri Susanti mengenakan busana merah elegan. Kedua putrinya tampil serasi dengan busana cokelat terang, dan sang bungsu, Dimas, mengenakan baju merah senada dengan ibunya. Setibanya di Kantor Wali Kota sekitar 16.20 WIB, Prof Udin dan istri turun di pintu utama, menyapa para staf dan panitia yang telah menunggu. Tak lama kemudian, pasangan duetnya, Dessy Ayutrisna atau akrab disapa Ce Dessy, tiba dengan mengenakan busana cokelat muda dan senyum ramah, disambut hangat oleh tim protokoler. Sedangkan keluarga Prof Udin yang parkir di samping kantor menyusul dan melihat dengan seksama kedua orang tuanya mengikuti gladi.

Gladi pelantikan berlangsung hingga pukul 17.30 WIB. Panitia terlihat memastikan setiap detail acara berjalan lancar mulai dari posisi bendera, tempat duduk tamu, hingga urutan protokoler pelantikan yang akan dipimpin langsung Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani.

Senyum Prof Udin dan Ce Dessy

Senja mulai turun di Balai Betason lantai I Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Selasa (14/10). Di tengah kesibukan panitia mempersiapkan gladi bersih jelang pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, tampak dua sosok tenang dengan senyum khasnya. Keduanya adalah Saparudin Masyarif, yang akrab disapa Prof Udin dan Dessy Ayutrisna atau akrab disapa Ce Dessy yang merupakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang terpilih.

Dengan langkah santai dan wajah berseri serta menebar senyum, Prof Udin dan Ce Dessy menyapa satu per satu panitia yang tengah sibuk. Tak tampak gurat tegang, meski besok pagi adalah hari penting dalam perjalanan hidup dan karier keduanya. “Foto sudah, gladi juga sudah. Baju pun sudah disetrika dan disiapkan. Perasaan biasa-biasa saja, tidak ada yang terlalu spesial,” ujar Prof Udin sambil tersenyum hangat kepada PasarModern.com, Selasa (14/10).

Dalam nada bicaranya, tak ada kesan euforia berlebihan. Justru kesederhanaan yang terasa. Baginya, pelantikan bukan ajang pesta, tapi titik awal untuk memulai pengabdian. “Yang penting semangat untuk pelantikan besok. Tidak ada persiapan yang terlalu serius. Hanya mengajak keluarga, kerabat, teman-teman, dan rekan-rekan dari partai untuk hadir,” katanya.

Ia menyebut, beberapa tokoh yang telah mendukungnya sejak awal juga akan hadir dalam pelantikan, termasuk Anggota DPR RI Rudianto Tjen dan sejumlah sahabat dekat. “Intinya orang-orang yang telah mendukung kami dari awal sampai hari H nanti,” tuturnya dengan nada penuh penghargaan.

Sore itu, gladi bersih berlangsung hingga menjelang Magrib. Para petugas memastikan segala hal berjalan sempurna untuk esok hari, mulai dari tata ruang, protokol, hingga alur acara. Di antara keramaian itu, senyum Prof Udin tampak tak pernah pudar. Senyum itu bukan sekadar ekspresi bahagia, tapi juga simbol kesiapan. Kesiapan untuk mengemban amanah baru, memimpin kota yang dicintainya, Pangkalpinang.

Saat Senyum Ce Dessy Mengembang

Sementara itu, juga tak terlihat sedikit pun ketegangan di wajah Cece Dessy. Mengenakan hijab warna cream dengan senyum hangat yang tak lepas dari wajahnya, ia terlihat tenang dan bahagia. “Kalau ditanya persiapan, sebenarnya tidak ada yang khusus. Hanya menyiapkan sahabat dan keluarga yang datang besok pagi. Saya hanya fokus menyambut tamu saja,” ucapnya sembari tersenyum.

Dessy tampak sederhana dalam tutur kata. Namun di balik kesederhanaannya, tersimpan rasa syukur mendalam. Ia menyebut, pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda perjalanan panjang yang penuh proses dan doa. “Alhamdulillah, satu per satu tahap sudah terlewati. Dari penetapan partai, pendaftaran, kampanye, hingga pemilihan. Semua itu saya syukuri, karena tidak mudah,” ujarnya pelan.

Bagi Dessy, esok hari bukan hanya tentang jabatan baru, tapi juga tentang keluarga yang menjadi saksi perjuangannya. Suami, anak-anak, orang tua, mertua, adik-adik, hingga para sahabat akan hadir menyaksikan momen penting itu. “Yang paling spesial besok itu keluarga. Ada anak-anak, suami, orang tua, mertua, dan sahabatsahabat yang selama ini selalu mendukung. Mereka ini energi besar saya,” tuturnya dengan mata berbinar.

Dessy bercerita, perjalanan menuju kursi Wakil Wali Kota bukan hal yang instan. Ia melewati dinamika politik, masa kampanye yang panjang, hingga fase menunggu hasil pemilihan. Semua itu kini terbayar dengan rasa syukur dan tanggung jawab yang baru. Perempuan yang dikenal ramah ini mengaku tak ingin terlalu larut dalam euforia. Bagi Desy, pelantikan bukan puncak, melainkan awal dari pengabdian baru untuk masyarakat Pangkalpinang.

“Saya pikir ini bagian dari perjalanan hidup yang Allah berikan. Episode sekarang adalah menjalankan tugas sebagai wakil wali kota. Jadi tetap bersyukur, tapi tidak perlu berlebihan,” katanya mantap.

Setelah pelantikan, ia dan wali kota terpilih, Prof Udin akan langsung bekerja. Tidak ada waktu lama untuk beristirahat. Keduanya telah menyiapkan langkah awal berupa program 100 hari kerja, sesuai dengan janji kampanye. “Setelah pelantikan, kami langsung bekerja. Mengikuti arahan Prof Udin, kami akan mulai beradaptasi dengan lingkungan kerja, mengenal OPD, dan menjalankan program sesuai kondisi anggaran yang ada,” jelasnya.

Menjelang senja, gladi bersih selesai. Dessy melangkah keluar ruangan, disambut sapaan hangat dari panitia dan tamu yang hadir. Wajahnya semringah, senyumnya seolah tak pernah pudar. Tak ada kemewahan, tak ada pesta besar, hanya ketenangan dan rasa syukur yang begitu nyata. Di balik senyum itu, tersimpan tekad kuat seorang perempuan yang siap mengabdi untuk kotanya.