Chelsea Berencana Rekrut Joao Neves dari PSG
Chelsea, klub asal Liga Inggris, dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk merekrut Joao Neves dari Paris Saint-Germain (PSG). Ini dilakukan sebagai upaya untuk mencari pengganti Enzo Fernandez, yang kini menjadi incaran Real Madrid meski masih menjadi andalan Stamford Bridge hingga tahun 2026.
Seorang mantan pemain Timnas Indonesia dan Barito Putera, Rony Beroperay, memberikan komentarnya mengenai situasi ini. Ia menyatakan bahwa rumor tentang Enzo Fernandez sudah lama beredar, tidak hanya dari Real Madrid tetapi juga PSG. Menurutnya, pengganti yang diincar oleh Chelsea, yaitu Joao Neves, memiliki potensi yang sepadan meskipun belum sepenuhnya selevel dengan Fernandez.
Rony menambahkan bahwa fenomena ini mirip dengan persaingan klasik antara pemain agresif muda melawan pengalaman veteran di lini tengah. Ia menjelaskan bahwa The Blues Army, atau pendukung Chelsea, cenderung menginginkan gelandang yang bisa menghidupkan tempo dan kontrol permainan. Meski demikian, jika tidak didukung kreativitas, hal itu tidak selalu berubah menjadi gol konkret.
Neves, yang saat ini berusia 21 tahun, memiliki bakat muda dan liar dengan naluri menyerang yang belum terbentuk kekakuan taktik. Hal ini membuatnya potensial menjadi pemain yang menantang jika dibawa ke Stamford Bridge. Rony menyoroti kontradiksi ini sebagai bahan perdebatan menarik: apakah Chelsea butuh lebih banyak kreativitas matang ala Fernandez atau eksplosivitas ancaman gol dari Neves?
Laporan Transfer dan Komentar Pakar
Menurut laporan Teamtalk, Chelsea telah mengidentifikasi salah satu gelandang terbaik PSG untuk menggantikan Enzo Fernandez. Klub tersebut dikabarkan siap menawarkan dana besar untuk mendapatkan Neves, yang digambarkan sebagai gelandang yang komplet.
Media Spanyol juga melaporkan bahwa Chelsea, yang baru saja menunjuk Liam Rosenior sebagai manajer mereka setelah kepergian Enzo Maresca, jelas ingin segera mengganti Fernandez jika ia meninggalkan klub. Neves disebut sangat cocok dengan filosofi klub tersebut.
Neves bergabung dengan PSG pada 2024 dari Benfica dan secara luas dianggap sebagai salah satu gelandang muda terbaik di Eropa. Pemain berusia 21 tahun ini, yang terikat kontrak hingga musim panas 2029, telah tampil sebanyak 76 kali untuk klub Prancis tersebut, mencetak 13 gol dan memberikan 12 assist.
Meski ada laporan yang menyebutkan bahwa Chelsea siap mengajukan tawaran €125 juta untuk Neves, Fichajes—sumber yang sangat spekulatif—mengklaim bahwa PSG tidak berencana menjual Neves dalam waktu dekat. Klub Prancis tersebut memandang Neves sebagai “landasan utama” untuk membangun dominasi mereka di Eropa.
Perbandingan Performa Neves dan Fernandez
Dalam musim 2025/26, Neves telah tampil dalam sekitar 10 pertandingan Ligue 1 dengan total 724 menit, mencetak 5 gol dan 1 assist. Ini memberinya rasio kontribusi gol-assist sebesar 0,74 per 90 menit, angka yang sangat baik untuk seorang gelandang muda di kompetisi top Eropa.
Sementara itu, Enzo Fernandez tampil dalam 21 pertandingan Premier League 2025/26 dengan total 1.700 menit, mencetak 6 gol dan 2 assist. Meskipun jumlah menitnya lebih banyak, rasio kontribusi gol-assist Fernandez lebih rendah dibanding Neves.
Atribut Teknis dan Gaya Main
João Neves adalah gelandang box-to-box modern yang kuat secara ofensif dan defensif. Ia mampu membawa bola maju, memberi tekanan balik, dan ikut finishing serangan. Statistik menunjukkan bahwa ia memiliki passing accuracy tinggi dan ranking atas dalam kategori progressive carries dan passing forward.
Enzo Fernández lebih dikenal sebagai playmaker bertempo dan serba guna. Ia mengatur tempo, memberikan link-up bola, dan transisi. Meski konsisten, ia tidak se-brutal Neves dalam ancaman gol.
Kelemahan dan Kekurangan Tersembunyi
Neves masih memiliki pengalaman yang terbatas dan mungkin kesulitan beradaptasi dengan intensitas Premier League. Sedangkan Fernandez memiliki masalah inkonsistensi performa dan tidak sepenuhnya menjadi gelandang box-to-box pure.
Kesimpulan
Statistik musim ini menunjukkan bahwa João Neves, meski masih berusia 21 tahun, lebih produktif daripada Enzo Fernández dalam kontribusi gol per 90 menit. Hal ini mematahkan ekspektasi umum bahwa pemain berpengalaman selalu lebih produktif.


