Pengertian Dajjal dalam Perspektif Islam
Dajjal adalah istilah yang berasih dari bahasa Arab, yang maknanya adalah “dicat dengan tertutupi dan menutupi dengannya”. Dalam konteks keimanan, Dajjal dianggap sebagai raja dari pembuat kebohongan, fitnah, dan pendusta yang ulung. Ia juga sering digambarkan sebagai makhluk Allah yang akan muncul menjelang hari kiamat, menjadi ujian terbesar bagi umat manusia.
Menurut ajaran Islam, tidak ada cobaan yang lebih besar daripada Dajjal sejak Adam diciptakan hingga datangnya hari Kiamat. Dajjal merupakan tanda-tanda akhir zaman, yang kemunculannya menjadi indikasi bahwa peradaban manusia di dunia materi akan berakhir.
Makna asli dari kata “ad-Dajalu” adalah mencampuradukkan atau merancukan. Oleh karena itu, Dajjal dapat diartikan sebagai seseorang yang merancukan, pendusta, dan memiliki kemampuan luar biasa dalam membengkokkan kebenaran agar tampak salah. Artinya, Dajjal adalah raja dari pembuat kebohongan, fitnah, dan pendusta yang sangat lihai.
Dajjal juga digambarkan sebagai kafir lagi jahat. Bahaya dari Dajjal ini telah disampaikan oleh para Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW. Dajjal adalah manusia, anak keturunan Bani Adam, yang akan muncul pada masa akhir zaman untuk menguji keyakinan umat manusia.
Hadits Tentang Dajjal
Dalam hadits riwayat Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda, “Semenjak Adam diciptakan sampai datangnya hari Kiamat, tidak ada cobaan yang lebih besar daripada Dajjal.” Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pengenalan dan persiapan diri menghadapi Dajjal.
Seorang Muslim harus ingat tentang sabda Nabi Muhammad SAW tentang cara melindungi diri dari fitnah Dajjal. Nabi Muhammad SAW memberikan tuntunan tentang doa memohon perlindungan dari fitnah Dajjal, yang dapat dibaca setelah tasyahud akhir (dalam sholat), dan juga dalam dzikir setelah sholat.
Doa terhindar dari tipu daya Dajjal tertulis dalam hadis Muslim yang menyebutkan Abu Hurairah mendengar Rasulullah Saw. bersabda:
“Jika kalian selesai melakukan tasyahud akhir, berlindunglah pada Allah dari empat hal, azab neraka Jahanam, azab kubur, fitnah hidup dan mati, serta dari keburukan Dajjal yang terhapus dari rahmat Allah.”
Doa Terhindar dari Fitnah Dajjal
Setidaknya terdapat dua doa yang dapat kita baca agar terhindar dari fitnah Dajjal yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Doa tersebut yakni doa yang dapat dibaca saat tasyahud akhir sebelum melakukan salam dan doa lainnya adalah surat Al-Kahfi ayat 1-10.
1. Doa Sebelum Salam
“Allahumma inni audzubika min ‘adzabi jahannama wa min adzabil qabri wa min fitnatil mahya wal mamati, wa min syarri fitnatil masihid dajjal.”
Artinya: “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari kejahatan fitnah al-masikh ad-Dajjal.”
2. Surat Al-Kahfi Ayat 1-10
Salah satu keutamaan hafal surat Al-Kahfi ayat 1-10 di antaranya adalah terhindar dari fitnah Dajjal di akhir zaman. Berikut bacaan surat Al-Kahfi ayat 1-10:
-
Alḥamdu lillāhillażī anzala ‘alā ‘abdihil-kitāba wa lam yaj’al lahụ ‘iwajā
Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok; -
Qayyimal liyunżira ba
san syadīdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-muminīnallażīna ya’malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā
Artinya: sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik, -
Mākiṡīna fīhi abadā
Artinya: mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. -
Wa yunżirallażīna qāluttakhażallāhu waladā
Artinya: Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, “Allah mengambil seorang anak.” -
Mā lahum bihī min ‘ilmiw wa lā li
ābāihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqụlụna illā każibā
Artinya: Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka. -
Fa la’allaka bākhi’un nafsaka ‘alā āṡārihim il lam yu`minụ bihāżal-ḥadīṡi asafā
Artinya: Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur’an). -
Innā ja’lnā mā ‘alal-arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu ‘amalā
Artinya: Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya. -
Wa innā lajā’ilụna mā ‘alaihā ṣa’īdan juruzā
Artinya: Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering. -
Am ḥasibta anna aṣ-ḥābal-kahfi war-raqīmi kānụ min āyātinā ‘ajabā
Artinya: Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan? -
Iż awal-fityatu ilal-kahfi fa qālụ rabbanā ātinā mil ladungka raḥmataw wa hayyi` lanā min amrinā rasyadā
Artinya: (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.”
Dalil Hadits Tanda Hari Kiamat
Hadits adalah dalil-dalil dalam Islam yang bersumber dari ucapan, tindakan dan ketetapan Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad pernah ditanya oleh Malaikat Jibril yang datang dalam wujud seorang Arab Badui, kemudian Jibril bertanya tentang kapan akan terjadinya hari kiamat, akan tetapi Muhammad tidak mengetahui pula masalah tersebut.
Meskipun waktu terjadinya hari Kiamat tidak ada yang mengetahuinya, akan tetapi Allah memberitahukan kepada Rasul-Nya tentang tanda-tanda Kiamat tersebut diantaranya kiamat besar. Tanda kiamat besar adalah perkara yang sangat besar yang muncul di mana kiamat sudah sangat dekat sekali, kemunculannya tidak biasa terjadi dan mayoritas tanda-tandanya belum muncul, seperti muncul Dajjal, Nabi Isa, Ya’juj dan Ma’juj, terbit matahari dari Barat, dan lain-lain.
Hudzaifah bin Arsyad al-Ghifari berkata, sewaktu kami sedang berbincang, tiba-tiba datang Nabi Muhammad kepada kami lalu bertanya, “Apakah yang kamu semua sedang bincangkan?” Lalu kami menjawab, “Kami sedang membincangkan tentang hari Kiamat.” Nabi Muhammad bersabda: “Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda.”
Tujuh tanda besar kiamat yang telah diucapkan oleh Muhammad adalah sebagai berikut:
1. Muncul dukhan (asap) yang menutupi bumi selama 40 hari,
2. Munculnya Dajjal,
3. Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj,
4. Matahari terbit dari sebelah barat,
5. Tiga gerhana terjadi di Timur, Barat dan Jazirah Arab,
6. Keluarnya api dari kota Yaman menghalau manusia ke tempat pengiringan mereka yaitu mahsyar.
7. Bangsa Arab akan dipimpin oleh seorang dari keturunan Muhammad dengan nama yang sama persis yaitu, Muhammad bin Abdullah alias Imam Mahdi.
Selain itu, Nabi Muhammad juga pernah bersabda dalam sebuah hadits yang menyebut bahwa manusia akan ditimpa kelaparan sebelum keluarnya Dajjal sebagai berikut:
Sesungguhnya sebelum keluarnya Dajjal adalah tempo waktu tiga tahun yang sangat sulit, pada waktu itu manusia akan di timpa oleh kelaparan yang sangat.
