Cara Melaksanakan Salat Gerhana Bulan Lengkap dengan Niat dan Doa

Posted on

Panduan Lengkap Salat Gerhana Bulan Total

Gerhana bulan total (GBT) merupakan fenomena alam yang sangat istimewa. Pada tahun 2026, GBT ini akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026, dan bisa disaksikan langsung dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Barat. Fenomena ini juga memiliki keistimewaan tersendiri karena terjadi bersamaan dengan puasa Ramadhan 2026. Fase puncaknya akan terjadi setelah umat Muslim berbuka puasa pada pukul 18.33.39 WIB.

Dalam syariat Islam, gerhana bulan merupakan tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk melaksanakan salat gerhana atau disebut salat khusuf. Salat ini dapat dilakukan secara berjamaah di masjid atau sendiri di rumah.

Bacaan Niat Salat Gerhana Bulan

Berikut bacaan niat salat gerhana bulan dalam bahasa Arab dan artinya:

Bacaan niat salat gerhana bulan sebagai Imam:
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً لله تَعَالَى

Usholli sunnat khusuufi rok’ataini imaamal lillaahi ta’aalaa

Artinya: Aku niat salat gerhana bulan dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.

Bacaan niat salat gerhana bulan sebagai Makmum:
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ مَأمُومًا لله تَعَالَى

Usholli sunnah khusuufi rok’ataini ma’muumal lillaahi ta’aalaa.

Artinya: Aku niat salat gerhana bulan dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

Bacaan niat salat gerhana bulan sendiri di rumah:
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى

Usholli sunnat khusuufi rok’ataini lillahi ta’aalaa.

Artinya: Aku niat salat gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta’ala.

Tata Cara Salat Gerhana Bulan (Salat Khusuf)

Salat gerhana bulan terdiri dari dua rakaat, dengan empat kali ruku dan empat kali berdiri. Berikut langkah-langkahnya:

Rakaat Pertama:
– Membaca niat salat gerhana di dalam hati.
– Takbiratul Ihram seperti salat biasa.
– Membaca Doa Iftitah dan Al-Fatihah, dilanjutkan surat yang panjang (disunnahkan suara lantang/jahr).
– Ruku’ (disunnahkan lama).
– Bangkit (Iktidal), namun tidak sujud, melainkan kembali membaca Al-Fatihah dan surat yang lebih pendek dari sebelumnya.
– Ruku’ kembali (kedua kali) yang durasinya lebih pendek dari ruku’ pertama.
– Iktidal kedua, baru kemudian Sujud (dua kali sujud seperti salat biasa).

Rakaat Kedua:
– Bangkit untuk rakaat kedua, ulangi pola yang sama: Dua kali membaca Al-Fatihah dan dua kali ruku’.
– Diakhiri dengan Tasyahud Akhir dan Salam.

Setelah salat, jika dilakukan secara jemaah, Imam disunnahkan menyampaikan khutbah singkat yang berisi ajakan untuk bertobat, bersedekah, dan memperbanyak zikir.

Bacaan Doa Gerhana Bulan

Berikut doa yang dapat dibaca saat terjadi gerhana bulan:

رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbana ma khalaqta hadzabaṭila, subhanaka fa qina ‘azabannar

Artinya: “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan alam ni dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka selamatkanlah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali ‘Imran: 191).

Selain doa tersebut, dianjurkan juga untuk memperbanyak bacaan zikir, taubat, sedekah, dan amalan kebaikan lainnya, sebagaimana yang dianjurkan Rasulullah SAW.

Zikir dan Doa Saat Gerhana Bulan

Beberapa zikir dan doa yang dapat dibaca antara lain:

Istighfar:
اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ

Astaghfirullaahal ‘azhiim

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”

Takbir:
اللهُ أَكْبَرُ

Allaahu akbar

Artinya: “Allah Maha Besar”

Tasbih:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ الله، وَاللهُ أَكْبَرُ

“Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar.”

Artinya: “Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada satu Tuhan pun yang disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar.”

Zikir Tambahan:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ  وَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ.

Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaha illallah, wallahu akbar, walahaula wala quwwata illa billahil aliyil adzim

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji hanya bagi Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Allah Maha Besar, tidak ada daya dan tidak pula kekuatan kecuali karena Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung.”

Sahabat muslim juga bisa membaca doa memuji Allah SWT sebagaimana tertuang dalam Al Quran Surat Al-Hasyr ayat 24:
هُوَ اللّٰهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۗ يُسَبِّحُ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Artinya: “Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”

Gerhana Bulan Menurut Islam

Dalam Islam, gerhana bulan adalah salah satu tanda kebesaran Allah SWT. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Surat Fussilat: 37:
وَمِنْ ءَايَٰتِهِ ٱلَّيْلُ وَٱلنَّهَارُ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا۟ لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَٱسْجُدُوا۟ لِلَّهِ ٱلَّذِى خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah.”

Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa saat terjadi gerhana, dianjurkan untuk salat khusuf, berdoa, bertakbir, dan bersedekah. Dalam hadis tersebut, beliau juga menjelaskan bahwa gerhana tidak ada hubungannya dengan nasib buruk atau kematian seseorang.

Hikmah Salat Gerhana

  • Muhasabah (Introspeksi Diri): Menyadari betapa kecilnya manusia di hadapan keteraturan alam semesta yang diatur oleh Allah SWT.
  • Menghilangkan Khurafat: Menghapus kepercayaan takhayul bahwa gerhana adalah tanda bencana atau kematian tokoh besar.
  • Peringatan akan Hari Kiamat: Gerhana mengingatkan kita pada peristiwa besar di hari akhir saat benda langit kehilangan cahayanya.
  • Meningkatkan Ketakwaan: Mengubah rasa takut terhadap fenomena alam menjadi bentuk ketaatan (ibadah).