Inovasi Energi Terbarukan di Indonesia: Bioethanol Aren dan Bobibos
Pengembangan energi terbarukan di Indonesia kini semakin menarik perhatian masyarakat. Salah satu inovasi yang menonjol adalah Bioethanol Aren, yang telah dipilih oleh Pertamina dan pemerintah untuk dikembangkan. Selain itu, ada juga Bobibos, sebuah bahan bakar alternatif yang dikembangkan oleh Muhammad Ikhlas Thamrin.
Bioethanol Aren: Bahan Bakar Hijau dari Tanaman Aren
Bioethanol Aren adalah salah satu inovasi energi terbarukan yang sedang dikembangkan oleh pemerintah dan Pertamina. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah meresmikan Pilot Bioethanol Aren di Pertamina Geothermal Energy (PGE) Kamojang, Garut, Jawa Barat. Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menyatakan bahwa peresmian ini merupakan tonggak penting dalam mempercepat pengembangan bioenergi hijau berbasis aren.
Aren adalah komoditas potensial untuk kebutuhan bioetanol nasional karena dapat tumbuh baik di hutan maupun lereng. Proses produksi bioetanol aren dimulai dari penyadapan nira, pengolahan, hingga menjadi produk bioetanol. Campuran bahan bakar nabati ini siap diuji dan dimanfaatkan masyarakat.
Raja Juli mengungkapkan bahwa pilot bioetanol aren bukan hanya proyek teknis, tetapi juga membuktikan bahwa kekayaan hutan Indonesia bisa menjadi energi bersih dengan nilai ekonomi tinggi. Ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja sama dalam pengembangan ini.
Aren juga menarik perhatian Presiden Prabowo Subianto, yang melihat ketahanan energi sebagai salah satu program penting pemerintah. Menurut Raja Juli, geopolitik yang tidak stabil akan membuat setiap bangsa berpikir untuk dirinya sendiri.
Inovasi ini memanfaatkan nira aren sebagai bahan baku, dengan kapasitas produksi sekitar 300 liter bioetanol per hari dan 300-500 kilogram nira aren per hari. Satu hektare lahan aren dapat menghasilkan 24 ribu liter etanol per tahun. Nira aren berasal dari hutan aren yang dikelola oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Baru Bojong di Desa Bojong, Garut.
Bobibos: Bahan Bakar Alternatif dari Jerami
Bobibos, singkatan dari “Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos”, adalah inovasi lain yang sedang diuji coba. Produk ini dibuat dari jerami dan biomassa tanaman, serta diklaim memiliki emisi rendah dan angka oktan tinggi setara RON 98. Founder Bobibos, Muhammad Ikhlas Thamrin, menyatakan bahwa langkah Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) meneruskan pembahasan uji coba dan proses perizinan ke Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) sebagai tahap penting dalam memastikan standar teknis dan legalitas produk.
Bobibos masih dalam tahap uji coba dan proses perizinan di bawah Kementerian ESDM. Produk ini belum dipasarkan secara massal karena harus melewati serangkaian pengujian teknis, mulai dari laboratorium hingga uji jalan.
Ikhlas menjelaskan bahwa Bobibos memiliki dua jenis produk yang tengah dipersiapkan. Untuk produk berbahan bakar pengganti bensin, pihaknya menggunakan istilah biogasoline. Sementara untuk produk kedua yang bertujuan jadi bahan bakar pengganti solar, pihaknya masih berdiskusi dengan tim EBTKE mengenai istilah yang paling tepat.
Risiko dan Tantangan bagi Bobibos
Meski Bobibos dinilai memiliki potensi besar, pengembangannya memerlukan investasi besar, dukungan sejumlah pihak, utamanya Pertamina. Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Fahmy Radhi, MBA, menyatakan bahwa Bobibos akan jadi mimpi siang bolong jika tidak didukung Pertamina.
Fahmy menuturkan bahwa Bobibos perlu diuji kelayakan sebagai BBM, baik uji laboratorium maupun uji lapangan. Setelah lolos uji, Kementerian ESDM baru mengeluarkan sertifikat layak untuk produksi dan pemasaran secara masal. Diperlukan investasi yang tidak kecil untuk produksi dan pemasaran massalnya, serta jaringan distribusi yang luas di seluruh wilayah Indonesia.
Fahmy berharap Bobibos bisa menggunakan jaringan distribusi yang dimiliki Pertamina. Tanpa dukungan penuh dari Pertamina, sangat sulit bagi Bobibos untuk diproduksi dan dipasarkan secara masal.
Bobibos, yang diluncurkan pada awal November 2025, telah mengundang perhatian banyak pihak dan menjadi perbincangan luas. Sebagai temuan baru, Bobibos diklaim sebagai bahan bakar minyak (BBM) berbahan baku jerami, yang menghasilkan BBM baru dengan oktan mencapai RON 98. Kandungan oktan yang dimiliki setara dengan BBM Pertamaxs Turbo.
