Ringkasan Berita:
- Santer diisukan jadi selingkuhan Ridwan Kamil, Safa Marwah masih bungkam.
- Safa adalah seorang selebgram yang punya pengikut hingga 1,4 juta di Instagram.
- Wanita kelahiran 13 Februari 1997 itu kabarnya punya bisnis di pertambangan.
PasarModern.com Sederet nama perempuan cantik diisukan dekat dengan Ridwan Kamil.
Setelah Lisa Mariana dan Aura Kasih, kini muncul sosok perempuan berinisial S yang disebut-sebut dekat dengan mantan Gubernur Jawa Barat tersebut.
Adapun sosok perempuan berinisial S itu diduga adalah Safa Marwah, pemilik nama asli Intan Dea Tiyana.
Dugaan ini bermula dari ‘kicauan’ Lisa Mariana, mantan model majalah dewasa yang mengaku memiliki anak dari Ridwan Kamil.
Lisa Mariana terlihat mengomentari postingan sosok S yakni selebgram bernama Safa Marwah.
“Inisial S yang gue maksud,” tulis Lisa Mariana di unggahan Safa Marwah.
Gara-gara hal tersebut, artis bernama asli Intan Dhea Tyana itu pun santer disebut sebagai salah satu selingkuhan RK.
Safa merupakan salah satu tim sukses Ridwan Kamil saat maju di Pilgub DKI Jakarta 2024 kemarin.
Hingga artikel ini ditayangkan, Safa Marwah belum memberikan klarifikasi terkait isu kedekatannya dengan Ridwan Kamil.
Biodata Safa Marwah
Safa adalah seorang selebgram yang punya pengikut hingga 1,4 juta di Instagram.
Bukan cuma selebgram, Safa juga pernah menjadi bintang sinetron hingga pengisi acara televisi.
Selain itu, Safa juga punya bisnis lain di bidang sewa alat berat hingga barang-barang preloved.
Bahkan di perusahaannya itu, Safa menjadi CEO-nya.
Wanita kelahiran 13 Februari 1997 itu kabarnya juga punya bisnis di pertambangan.
Dalam akun media sosialnya, Safa kerap membagikan momen mewah liburan ke luar negeri ke beberapa negara.
Kini santer diisukan jadi selingkuhan Ridwan Kamil, Safa Marwah masih bungkam.
Alih-alih mengurai klarifikasi, wanita bernama asli Intan Dhea Tyana itu justru cuek membagikan aktivitas kesehariannya di media sosial Instagram.
Pernah Dihajar Pacar
Selebgram Intan Dea Tiyana atau lebih dikenal Safa Marwah pernah menjadi korban penganiayaan pacarnya.
Diketahui, pacar Safa Marwah adalah pria berinisial TI, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Penganiayaan ini telah terjadi berulang kali sejak Agustus 2022.
Kuasa hukum Safa Marwah, Martin Simanjuntak membeberkan kronologi penganiayaan yang dialami kliennya.
“TI ini merupakan seorang ASN PNS di salah satu Kementerian Dalam Negeri.”
“Hubungan ini berawal di tahun 2022 ketika Safa Marwah menerima cintanya TI sebagai kekasih, itu di bulan Juli.”
“Lalu di bulan Agustus sudah mulai ada penganiayaan fisik,” terang Martin Simanjuntak.
Safa Marwah saat itu memaafkan kekasihnya, tetapi penganiayaan kembali dilakukan oleh TI.
Disebutkan bahwa Safa Marwah dijambak dan didorong hingga terluka.
Bahkan, Safa Marwah juga membiayai TI yang menjadi pelaku penganiayaan.
“Yang lebih parahnya lagi ternyata selama menjalin hubungan, Safa Marwah ini lebih sering membiayai si TI yang bekerja di Kementerian Dalam Negeri.”
“Kejadian ini berulang di bulan Agustus, lalu di bulan September juga terjadi, sampai di bulan November itu terjadi penganiayaan juga di salah satu rumah kontrakan tempat kakak dari TI.”
“Di situ Safa dijambak, lalu didorong sampai terluka, rambutnya rontok,” ungkapnya.
Dalam kejadian tersebut, orang sekitar tak ada yang menolong Safa Marwah.
Hingga akhirnya, Safa Marwah melaporkan TI ke polsek setempat.
“Pada saat itu Safa dibiarkan begitu saja sama orang-orang di sekitar tanpa ditolong.”
“Karena memang merasa terancam, akhirnya pada saat di daerah Cempaka Putih mendatangi Polsek setempat.”
“Membuat pengaduan, lalu diterima pengaduannya, didatangi ke rumah kontrakan tersebut,” bebernya.
TI kemudian diinterogasi di polsek dan sempat menangis meminta maaf untuk diberi kesempatan lagi.
“Pelakunya diundang ke polsek untuk ditanyai atau diinterogasi, namun terjadi restorative justice.”
“Di situ pelaku menangis-nangis minta maaf dan meminta untuk diberikan kesempatan,” sambungnya.
Safa Marwah kembali memaafkan TI, tetapi sang kekasih kembali berulah.
Setiap terjadi percekcokan, TI menganiaya Safa Marwah dan terjadi hingga April 2023.
“Namun ternyata pasca perdamaian itu, berulang kembali, hampir setiap bulan terjadi cekcok yang pasca cekcok, laki-laki ini melakukan penganiayaan kepada Safa Marwah.”
“Entah dijambak, dipukul, didorong sampai April 2023, pada saat itu mereka sedang ada di dalam ruangan tempat tinggalnya Safa,” jelasnya.
Bahkan, Safa Marwah pernah digampar hingga menyebabkan pelipis kirinya robek.
TI saat itu membujuk Safa Marwah agar tidak lapor polisi dan lukanya tersebut kemudian dijahit.
“Tiba-tiba digampar pelipisnya sebelah kiri, menghasilkan luka robek dan lebam,” tutup Martin Simanjuntak.
Bermula dari Tagih Utang
Penganiayaan bermula saat Safa Marwah menagih utang senilai Rp 42 juta ke sang pacar berinisial TI.
Singkat cerita, pacarnya marah dan memukul Safa Marwah hingga pelipisnya robek. Ia juga sempat dicekik nyaris kehabisan napas.
Safa mengunggah foto luka yang dialaminya di akun Instagram pribadinya.
“Awalnya gara-gara aku tagih utang ke dia. Aku sama dia pacaran sudah setahun lebih. Dia pinjam uang sama aku nggak tahu buat apa. Sisa Rp 42 juta,” kata Safa.
Menurut dia, peristiwa penganiayaan terjadi pekan lalu di Menteng, Jakarta Pusat.
“Aku ditonjok bagian pelipis sama dicekik,” lanjut dia.
Ia sudah melapor ke polisi Polsek Menteng dengan bukti visum dari RSCM. Polisi juga sudah turun tangan melakukan olah TKP.
“Saksi (untuk dimintai keterangan) kayaknya Senin deh jadinya,” kata Safa.
Kini Safa Marwah sudah tak bisa lagi menghubungi nomor telepon kekasihnya. Dicari ke tempat kerjanya pun tidak ada.
“Dianya nggak bisa dihubungi. Dia nggak mau bertanggung jawab. Aku tanya juga dia sudah nggak ada di kantornya,” ujarnya.
Safa mengaku bukan sekali ini saja menerima kekerasan dari sang pacar.
Sejak awal memadu kasih, Safa sering mengalami tindakan kasar dari kekasihnya itu.
“Tiap bulan dikasarin,” ucapnya.
Namun, kali ini ia sudah kehabisan batas toleransi.
Sebab, akibat perbuatan kekasihnya, ia harus dirawat di rumah sakit. Lukanya pun harus dijahi.
“Ini paling parah, sampai aku masuk rumah sakit,” katanya.
Safa Marwah Trauma
Safa mengaku trauma dan berharap pelaku mempertanggung jawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Safa Marwah masih merasa trauma setelah menjadi korban penganiayaan kekasihnya.
Safa Marwah kemudian tersadar bahwa TI tak dapat dimaafkan lagi dan akhirnya ia melapor ke polisi.
“Di situ akhirnya Safa terbuka matanya bahwa laki-laki ini sudah tidak layak lagi untuk dibukakan pintu hati.”
“Oleh karena itu, Safa membuat laporan polisi atau pengaduan dan dirujuk untuk visum,” tuturnya.
Safa Marwah ingin kasus ini segera diproses dan hingga kini, ia masih takut dan trauma.
“Saya cuma pengin keadilan yang seadil-adilnya, pengen segera diproses saja.”
“Saya terpukul, saya masih takut, masih trauma,” papar Safa.
Lebih lanjut, Safa Marwah mengaku TI berjanji untuk menikahinya.
Hal itu membuat Safa Marwah memilih sabar meski menjadi korban penganiayaan berulang kali.
“Setiap kekasaran yang dia buat, dia selalu melindungi saya agar tidak nelepon siapa-siapa, tidak lapor siapa-siapa.”
“Dia menjanjikan menikahi saya, makanya saya sabar, sabar, sabar, dua tahun hubungannya,” imbuhnya.
Safa Marwah mengatakan, dirinya dan TI kerap cekcok karena masalah sepele.
“Hal-hal sepele kita berantem, misalkan dia mau ke mana, saya ingin ikut.”
“Biasanya boleh, kok ini nggak boleh,” ujarnya.
Rupanya, selama ini orang tua Safa Marwah tak tahu anaknya dianiaya oleh sang kekasih.
Safa Marwah sampai berbohong saat wajahnya kepergok babak belur.
“Tidak, orang tua saya tidak tau, pernah di bulan puasa tahun kemarin saya muka babak belur.”
“Saya orang Bandung, saya pulang ke Bandung, orang tua tanya ‘Kenapa itu?’ Saya jawab jatuh, padahal karena dia.”
“Saya sembunyi-sembunyikan dari semuanya dan saya nggak pernah posting-posting kesedihan atau luka-luka atau apa, baru sekarang, sudah cukup, sudah tidak kuat,” tutup Safa Marwah.
(PasarModern.com/Tribunnews.com/Bangkapos.com/TribunnewsBogor.com)