Pengembangan Wisata Kesehatan di Sumatera Selatan
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sedang mempersiapkan peluncuran Sumsel Health Tourism, sebuah inisiatif yang bertujuan mengintegrasikan layanan kesehatan dengan sektor pariwisata. Program ini dilakukan melalui kerja sama lintas sektor, termasuk perangkat daerah, rumah sakit pemerintah dan swasta, pelaku pariwisata, penggiat kuliner, UMKM, serta komunitas media sosial.
Edward Candra, Sekretaris Daerah Sumsel, menjelaskan bahwa fokus utama dari program ini adalah menyusun langkah teknis agar Sumsel Health Tourism siap diluncurkan secara resmi oleh Gubernur Sumsel. Saat ini, persiapan berlangsung dengan intensif, terutama dalam hal koordinasi antara berbagai stakeholder.
Dari sisi medis, rumah sakit di Sumsel tetap mengikuti regulasi Kementerian Kesehatan. Selain itu, unit layanan kesehatan lain seperti pusat kebugaran dan wellness center juga didorong untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Tujuannya adalah menciptakan pengalaman wisata yang menyeluruh bagi wisatawan medis, bukan hanya sekadar mendapatkan layanan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman, menyebut bahwa Sumsel memiliki potensi besar dalam fasilitas kesehatan dan tenaga medis. Beberapa rumah sakit telah memiliki keunggulan pada layanan jantung, medical check-up (MCU), serta ortopedi. Keunggulan tersebut akan dikemas bersama kekayaan budaya daerah sebagai daya tarik utama wisata kesehatan.
Selain itu, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan sarana dan prasarana, serta pendidikan dokter spesialis, subspesialis, hingga program fellowship. Ke depan, klasifikasi rumah sakit tidak lagi hanya berdasarkan tipe A, B, C, atau D, melainkan berdasarkan kompetensi layanan unggulan.
Peran Pemandu Wisata
Trisnawarman menambahkan bahwa peran pemandu wisata menjadi kunci dalam menghubungkan layanan medis, kebugaran, dan destinasi wisata. Paket wisata akan disusun dengan tarif transparan agar wisatawan mengetahui layanan yang diperoleh dalam satu sistem terpadu.
Empat layanan utama Sumsel Health Tourism adalah:
- Pariwisata medis
- Pariwisata kebugaran
- Pariwisata kesehatan olahraga
- Pariwisata ilmiah kesehatan (wisata herbal atau jamu dan museum kesehatan)
Produk utama yang ditawarkan dalam Sumsel Health Tourism meliputi:
- Layanan medical check-up
- Wisata kuliner
- Wisata belanja seperti songket
- Layanan spa dan kebugaran
- Rencana kerja sama layanan bayi tabung yang dikombinasikan dengan paket wisata
Persiapan 84 Rumah Sakit
Sebelumnya, pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyiapkan 84 rumah sakit sebagai langkah awal peluncuran program Road to Health Tourism yang direncanakan pada Januari 2026. Program ini digagas untuk menjadikan Sumsel sebagai salah satu tujuan wisata kesehatan.
Trisnawarman menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kesehatan guna mematangkan konsep serta teknis pelaksanaan. Berbagai rapat dan penyusunan data sudah berjalan, dan saat ini sedang melengkapi datanya. Rencananya, awal Januari 2026 akan dilaunching Road to Health Tourism.
Dari sisi fasilitas, Trisnawarman memastikan peralatan medis dan sarana rumah sakit di Sumsel terus ditingkatkan secara bertahap hingga 2030. Rumah sakit unggulan diprioritaskan untuk melengkapi kebutuhan tenaga medis dan alat kesehatan. Sejumlah rumah sakit disebut telah menunjukkan perkembangan signifikan, termasuk RSUD Siti Fatimah yang dipersiapkan menjadi rumah sakit rujukan utama dalam implementasi health tourism.
Dua rumah sakit tipe A di Palembang, yakni RSUP/RSMH Palembang dan RSUD Siti Fatimah, juga dinilai siap menjadi penopang utama program tersebut. Dua RS tersebut bisa mengakomodasi kebutuhan rujukan. Sementara ketersediaan dokter spesialis dinilai sudah memadai, sedangkan pemenuhan tenaga subspesialis masih terus dilakukan untuk beberapa daerah.
Program ini akan dijalankan secara bertahap sambil melengkapi fasilitas dan SDM kesehatan di seluruh Sumsel.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan bahwa Gen A, Gen Z, dan Milenial akan menjadi penentu arah In-donesia Emas 2045. Ia menyebut bahwa Sumsel memiliki modal luar biasa, mulai dari infrastruktur hingga SDM kesehatan yang siap. Layanan unggulan di berbagai rumah sakit pun sudah tersedia.
Misalnya, Rumah RS Siloam Sriwijaya dengan layanan bayi tabung, RS Siti Fatimah punya keunggulan jantung dan ortopedi, RS Pelabuhan ada keunggulan untuk pemecah batu ginjal, RS Hermina sudah terkenal untuk ibu dan anak, RS Permata dengan laktasinya, RS Siti Khadijah dengan layanan khusus manula serta rumah sakit lainnya.
Peluang besar terbuka lebar, setelah Bandara SMB II kembali melayani penerbangan internasional. Bahkan rencananya rute langsung Palembang-Singapura juga akan segera ada.
Melalui Program Road to Health Tourism 2026, pemerintah berkomitmen memperkuat layanan kesehatan melalui peningkatan infrastruktur rumah sakit, profesionalitas front line hingga tenaga medis spesialis.
