Real Madrid sedang menghadapi masa transisi yang kritis. Setelah kegagalan Xabi Alonso, klub kini mempercayakan tugas berat kepada Álvaro Arbeloa. Tidak hanya harus membawa Los Blancos kembali ke jalur kemenangan, ia juga dituntut untuk menyelesaikan masalah yang muncul dari era Alonso yang penuh kontroversi.
Alonso hanya bertahan selama tujuh bulan sebelum dipecat. Kekalahan dramatis dari Barcelona di final Piala Super Spanyol menjadi titik akhirnya. Namun, faktor-faktor lain seperti keputusan taktis yang tidak jelas, konflik dengan Vinicius Junior, dan ketidaktegasan dalam membangun identitas permainan juga turut menyumbang. Akibatnya, Real Madrid terpuruk dalam beberapa pertandingan.
Arbeloa kini mengambil alih dan mulai melakukan langkah-langkah penting untuk memperbaiki situasi. Berikut empat strategi utamanya:
-
Menghadapi Ujian Pertama dengan Tanggung Jawab
Tanpa pengalaman melatih tim papan atas, Arbeloa langsung diuji. Dalam laga pertamanya, Real Madrid tersingkir dari Copa del Rey setelah kalah 3-2 dari Albacete. Meskipun hasilnya buruk, ia menunjukkan kepemimpinan yang kuat. Ia mengambil tanggung jawab sepenuhnya dan tidak menyalahkan pemain. Bahkan, ia secara khusus memuji Vinicius Junior, yang menunjukkan sikap bertanggung jawab dan komitmen tinggi. -
Berdamai dengan Vinicius dan Memberinya Dukungan
Sebelumnya, hubungan antara Alonso dan Vinicius sangat tegang. Sang winger sering mendapat kritik terbuka dan bahkan disiul oleh penonton. Arbeloa justru memilih jalur berbeda. Ia langsung memberi dukungan penuh kepada Vinicius dan menjadikannya pusat proyek tim. Respons positif dari Vinicius terlihat, termasuk kembalinya senyum dan kontribusi besar dalam beberapa pertandingan. -
Meninggalkan Pendekatan Taktis yang Terlalu Eksperimental
Era Alonso dikenal dengan pendekatan taktis yang rumit dan sering kali tidak efektif. Rotasi berlebihan, perubahan posisi yang tidak logis, hingga formasi aneh sering kali merugikan tim. Arbeloa mengambil pendekatan yang lebih sederhana, memberi kebebasan kepada pemain bintang dan fokus pada kesederhanaan. Hasilnya terlihat dalam performa tim yang lebih stabil dan percaya diri. -
Membentuk Identitas Baru yang Sesuai dengan Budaya Real Madrid
Di bawah Alonso, Real Madrid kehilangan jati diri. Performa mereka sering terasa hambar dan kurang agresif. Arbeloa berusaha membangun kembali identitas yang sesuai dengan nilai-nilai klub. Meski masih ada cemoohan dari penonton, kebangkitan di babak kedua melawan Levante menunjukkan arah yang jelas. Ia menekankan pentingnya mentalitas, ambisi, dan gairah sebagai bagian dari jati diri Real Madrid.
Real Madrid masih dalam proses perbaikan. Arbeloa tidak bisa memperbaiki semua masalah dalam waktu singkat. Namun, langkah-langkah awalnya menunjukkan arah yang jelas. Ia bukan sekadar pelatih yang fokus pada taktik, tetapi juga manajer yang memahami budaya, tekanan, dan jiwa klub sebesar Real Madrid.


