Berita Terpopuler: Pemadaman Listrik di Aceh, 1,7 Ton Cabai Merah Tiba di Pasar Lambaro

Posted on

Berita Populer Aceh Minggu Ini: Banjir, Listrik Padam, dan Isu Impor Beras

PasarModern.com menyajikan rangkuman berita populer Aceh minggu ini. Selama periode 24–30 November 2025, sejumlah peristiwa menarik telah terjadi di provinsi ini. Berikut adalah sepuluh berita yang paling mendapat perhatian pembaca.

1. Jangka Waktu Pemadaman Listrik Akibat Bencana Alam

Bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah Aceh mengganggu sistem kelistrikan di provinsi ini. PT PLN memberlakukan pemadaman bergilir untuk memperbaiki kerusakan. Di beberapa daerah, listrik masih padam total hingga saat ini. Dampak dari bencana juga berdampak pada pasokan barang di pasar, dengan harga sejumlah komoditas meningkat tajam, termasuk cabai merah yang mencapai Rp 300.000 per kilogram. Pemerintah Aceh melalui Dinas Pangan turun tangan dengan memasok cabai ke pasar untuk menekan harga.

2. Aceh Tamiang Miliki Peternakan Ayam Petelur Terbesar di Aceh

Aceh Tamiang resmi memiliki peternakan ayam petelur terbesar di Aceh setelah budidaya di Airmasin, Kecamatan Seruway berfungsi secara efektif sejak Minggu (23/11/2025). Syaiful Bahri, pemilik peternakan menyebut kapasitas kandang yang dibangunnya untuk menampung 100 ribu ekor. Ribuan ekor pullet ini didatangkan dari Langkat, Sumatera Utara dan langsung ditempatkan di peternakan milik Syaiful di Kampung Airmasin, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang.

3. Pasok 1,7 Ton Cabai Merah ke Pasar Lambaro & Al-Mahirah, Dinas Pangan: Jual di Atas Harga Ditindak

Pemerintah Aceh melalui Dinas Pangan terus memantau perkembangan harga barang di pasar setelah Aceh dilanda bencana banjir dan tanah longsor. Seperti harga cabai merah yang dalam dua hari ini melambung tinggi di Pasar Peunayong, Banda Aceh. Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang berdampak pada kepanikan warga dalam membeli atau panic buying, Dinas Pangan terus mengawal untuk memastikan harga barang kebutuhan pokok di pasar tetap stabil.

4. Listrik di Aceh Padam sampai Kapan? Ini Keterangan dari BNPB dan PLN

Pemadaman listrik yang meluas masih terjadi di beberapa wilayah di Aceh dan sebagian besar Pulau Sumatera bagian utara. Hal ini disebabkan oleh gangguan transmisi pada sistem kelistrikan Sumatera yang terjadi sejak Selasa, 4 Juni 2024. Pemulihan sedang berlangsung secara bertahap. Kepala Pusat Data Informasi (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari memberikan keterangan mengenai masalah pemadaman listrik di Aceh akibat bencana banjir.

5. BREAKING NEWS – Gempa 6,4 SR Guncang Aceh, Berpusat di Sinabang Terasa Hingga Medan

Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Aceh pada Kamis, (27/11/2025), sekitar pukul 11.56 WIB. Data awal BMKG mencatat gempa berpusat di laut, sekitar 62–63 kilometer barat laut Sinabang, Aceh, dengan koordinat 2,67–2,72 LU dan 95,84–95,85 BT. Kedalaman gempa tercatat berbeda dalam laporan awal, yaitu 10 kilometer dan 18 kilometer, mengindikasikan data masih dalam proses pemutakhiran.

6. Berhasil di Perantauan, Fadhillah Boy Dukung Tanah Kelahiran Bangun Peternakan Ayam Petelur

Drh Fadhillah Boy (51) dianggap sedang membuat lubang keterpurukan ketika membantu peternak lokal Aceh Tamiang membangun budidaya ayam petelur. Kemunculan peternak lokal ini otomatis membuat Aceh lebih mandiri karena tidak lagi bergantung pasokan telur ayam dari Sumatera Utara. Konsep ini di luar akal sehat karena Fadhillah Boy sendiri merupakan peternak yang mengelola puluhan ribu ekor ayam petelur di Langkat, Sumatera Utara.

7. KPUEI Kecam Penyegelan 250 Ton Beras Thailand di Sabang: Matikan Ekonomi Aceh

Komunitas Pelaku Usaha Ekspor Impor (KPUEI) Aceh mengecam keras penyegelan 250 ton beras Thailand oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI di Sabang. Tindakan ini tidak hanya memukul ekonomi Aceh, tetapi juga bertentangan dengan tiga landasan hukum yang sah dan mengikat. Yaitu UU Nomor 37/2000 tentang kawasan Perdagangan Bebas & Pelabuhan Bebas Sabang, dan UU Nomor 44/1999 tentang Keistimewaan Aceh, serta UU Nomor 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA).

8. Mualem: Impor Beras Sabang Sah

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menegaskan bahwa impor 250 ton beras oleh Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) bukanlah pelanggaran hukum, melainkan kebijakan transisi yang sah dan strategis untuk menekan harga beras di Sabang. Ia menilai langkah tersebut berpihak pada masyarakat, mengingat tingginya harga beras jika harus didatangkan dari daratan.

9. Prof Humam Ultimatum Menteri Amran: Cabut Perintah Segel atau ke Mahkamah Konstitusi

Prof Ahmad Humam Hamid, tokoh yang terlibat langsung dalam proses perdamaian Aceh dan penyusunan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) menyampaikan sikap tegas terkait penyegelan 250 ton beras di Sabang oleh Kementerian Pertanian. Ia menilai keputusan tersebut tidak hanya menimbulkan kekacauan administratif, tetapi juga mengabaikan kerangka hukum khusus yang berlaku bagi Aceh, terutama Sabang sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.

10. LIVE BREAKINGNEWS – Laporan Langsung Banjir di Sejumlah Daerah di Aceh

Sejumlah daerah di Aceh dilaporkan mengalami musibah banjir dalam dua hari terakhir ini. Sejumlah video beredar di media sosial memperlihatkan suasana musibah banjir cukup parah terjadi di sebagian besar wilayah Aceh. Berikut laporan langsung wartawan Serambi Indonesia (PasarModern.com) dari sejumlah daerah terdampak yang dipandu oleh host Siti Masyitah (Syita) dan operator Teuku Raja Maulana, dari studio PasarModern.comdi Meunasah Manyang Pagar Air, Aceh Besar, Rabu (26/11/2025). Aceh Singkil, Wartawan Serambinews di Kota Subulussalam, Dede Rosadi melaporkan jalan Nasional di kawasan Danau Tras, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, mulai terendam banjir, Rabu (26/11/2025) pagi.