Laga Perdana Putaran Kedua: Ujian Mental bagi Bajol Ijo
Laga perdana putaran kedua antara PSIM Yogyakarta dan Persebaya Surabaya akan menjadi ujian mental bagi Bajol Ijo. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Sultan Agung Bantul pada Minggu (25/1/2026) pukul 15.30 WIB. Stadion tersebut dipastikan penuh dengan dukungan suporter PSIM Yogyakarta, yang akan memberi tekanan besar kepada tim tamu.
PSIM Yogyakarta menghadapi tantangan berat karena kehilangan bek utama mereka, Franco Ramos Mingo, akibat hukuman kartu merah saat melawan Madura United. Franco dikeluarkan wasit setelah laga penuh tensi di Pamekasan. Absennya pemain yang dianggap sebagai pilar utama di jantung pertahanan PSIM menjadi kerugian besar bagi tim. Tanpa Franco, lini belakang PSIM harus bekerja ekstra. Pelatih Jean Paul van-Gastel menyiapkan opsi rotasi untuk menutup celah yang muncul.
Franco sendiri mengaku kecewa tidak bisa tampil dalam pertandingan ini. Dalam wawancara, ia menyampaikan bahwa ia akan merindukan bermain bersama tim dan berusaha memberikan yang terbaik dalam latihan untuk membantu rekan-rekan timnya tampil baik saat pertandingan tiba.
Di sisi lain, Persebaya Surabaya datang dengan skuad baru hasil perombakan. Nama-nama seperti Gustavo Fernandes, Jefferson da Silva, hingga Pedro Matos diperkirakan akan diturunkan oleh pelatih Bernando Tavares. Gustavo Fernandes diprediksi akan menjadi bek tengah baru yang kuat dalam duel udara dan disiplin menjaga area. Jefferson da Silva menempati posisi bek kiri yang selama ini ditempati oleh Dejan Tumbas. Ia menambah variasi serangan dari sisi sayap.
Prediksi Susunan Pemain
PSIM Yogyakarta (4-3-3)
Kiper: Cahya Supriadi
Belakang: Yusaku Yamadera, Rendra Teddy, Reva Adi, Rio Hardiawan
Gelandang: Fahreza Sudin, Ze Valente, Rahmatshoh Rahmatzoda
Penyerang: Deri Corfe, Nermin Haljeta, Ezequiel Vidal
Persebaya Surabaya (4-3-3)
Kiper: Ernando Ari (PG)
Belakang: Arief Catur, Leo Lelis, Gustavo Fernandes, Jefferson da Silva
Gelandang: Milos Raickovic, Francisco Rivera, Pedro Matos
Penyerang: Bruno Paraiba, Bruno Moreira (c), Gali Freitas
Poin Tambahan, Strategi, dan Harapan
Kemenangan dalam laga ini akan memberi tambahan 3 poin penting bagi PSIM di awal putaran kedua. Momentum ini akan meningkatkan kepercayaan diri pemain, terlebih setelah kehilangan bek utama Franco Ramos Mingo karena kartu merah. Atmosfer Stadion Sultan Agung akan semakin solid. Suporter Laskar Mataram akan merasa kandang mereka benar-benar menjadi “benteng” yang sulit ditembus.
Begitupun dengan Bajol Ijo yang berupaya mengamankan 3 poin perdana di putaran kedua. Hasil ini penting untuk menjaga posisi mereka di papan atas klasemen. Kemenangan tandang di Bantul akan jadi sinyal kuat. Perombakan skuad Bernardo Tavares dengan masuknya Pedro Matos, Gustavo Fernandes, dan Jefferson da Silva terbukti berjalan efektif.
Sementara, jika kedua tim seri, hanya akan mendapat 1 poin tambahan. Secara klasemen, posisi tidak akan banyak berubah. Bagi PSIM, hasil imbang bisa dianggap cukup baik. Bagi Persebaya, seri di laga tandang memberi stabilitas. Namun, target Tavares adalah kemenangan untuk membangun momentum kebangkitan.
Atmosfer Sultan Agung akan jadi ujian mental. Suporter PSIM dipastikan memberi tekanan besar. Persebaya harus tampil fokus sejak menit awal. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal di laga ini. Bonek berharap tim tampil solid dan agresif. Mereka ingin Bajol Ijo memulai putaran kedua dengan kemenangan.
Ketidakhadiran Dejan Tumbas dan Spekulasi Suporter
Ketidakhadiran Dejan Tumbas dalam sesi latihan Persebaya Surabaya di Kompleks Gelora Bung Tomo, Senin sore, 20 Januari 2026, kembali memunculkan tanda tanya besar di kalangan Bonek. Striker asal Serbia itu sudah dua kali absen, sehingga wacana mengenai kondisinya menjadi bahan perbincangan hangat, terlebih lini depan Bajol Ijo kini sedang dalam sorotan setelah kabar hengkangnya Diego Maurício ke Klub India.
Dejan Tumbas tidak terlihat dalam dua sesi latihan terakhir. Ketidakhadirannya membuat suporter mempertanyakan statusnya. Komentar di media sosial ramai menyinggung situasi ini. Ada yang bertanya serius, ada pula yang melontarkan guyonan. Ungkapan seperti “Dimana Dejan Tumbas?” hingga “Suwene tuku sate gak balek-balek” muncul. Hal ini menunjukkan keresahan sekaligus rasa penasaran Bonek.
Tidak adanya kejelasan membuat spekulasi berkembang. Sebagian menduga ia mengalami cedera, sebagian lain menilai ia akan hengkang. Latihan di Gelora Bung Tomo berlangsung normal tanpa kehadiran Tumbas. Pemain lain tetap menjalani program persiapan putaran kedua. Belum ada komentar resmi dari pelatih maupun manajemen. Hal ini membuat spekulasi semakin liar di kalangan publik.
Lini Depan Persebaya dan Kedatangan Pedro Matos
Saat ini lini depan Persebaya hanya dihuni beberapa nama asing. Mihailo Perovic dari Montenegro masih menjadi andalan utama. Lalu ada Diego Maurício, striker senior asal Brasil yang dikabarkan akan hengkang. Ia disebut diminati klub India dan berpeluang dilepas. Nama terakhir adalah Dejan Tumbas, penyerang jangkung asal Serbia, kini justru absen. Kondisinya menambah dilema bagi tim pelatih.
Dengan situasi ini, Persebaya praktis hanya memiliki Perovic. Pilihan striker menjadi sangat terbatas menjelang putaran kedua. Di sisi lain, Bruno Paraiba yang diplot sebagai striker bisa jadi menambal kekurangan ini. Walau demikian, posisi asli Bruno Paraiba bukanlah striker. Posisinya hampir mirip dengan Dejan Tumbas yang bisa dipasang sebagai gelandang.
Kabar baik lainnya adalah Pedro Matos segera diumumkan sebagai rekrutan anyar. Gelandang asal Portugal ini diharapkan memperkuat lini tengah. Pedro dikenal sebagai pengatur tempo permainan. Ia bisa memberi stabilitas sekaligus fleksibilitas di sektor tengah. Kehadirannya menambah dimensi baru bagi Bajol Ijo. Namun, lini depan tetap menjadi sorotan utama suporter.
Tantangan Manajemen dan Harapan Suporter
Manajemen Bajol Ijo harus segera memberi kepastian. Klarifikasi soal absennya Tumbas sangat dinanti publik. Bonek menilai kehadiran striker asing penting bagi tim. Mereka ingin Persebaya tetap kompetitif di putaran kedua. Absennya Tumbas berdampak pada persiapan tim. Skuad harus menyesuaikan strategi di lini depan. Publik menanti langkah manajemen dalam beberapa hari ke depan. Apakah mempertahankan Tumbas atau mencari pengganti baru.
