Bacaan Liturgi Senin 17 November 2025, Pekan XXXIII

Posted on

Bacaan-Bacaan Liturgi Hari Ini

Pada hari Senin, 17 November 2025, bacaan-bacaan liturgi disiapkan untuk Pekan XXXIII dan peringatan wajib Santa Elisabet dari Hungaria. Warna liturgi yang digunakan pada hari ini adalah putih, menggambarkan kekudusan dan kesucian yang terkait dengan perayaan hari ini.

Bacaan Hari Senin

Bacaan hari ini mencakup beberapa bagian kitab suci:
1Mak 1:10-15, 41-43, 54-57, 62-64

Kitab ini menceritakan tentang peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah orang-orang Israel, termasuk munculnya raja Antiokhus Epifanes yang menindas umat Tuhan. Di sini juga dijelaskan bagaimana banyak orang Israel memilih untuk mengikuti adat istiadat bangsa-bangsa lain, sehingga mereka meninggalkan perjanjian kudus.
Mzm 119:53, 61, 134, 150, 155, 158

Mazmur ini menyampaikan perasaan marah terhadap orang-orang fasik yang meninggalkan Taurat Tuhan. Ia juga memohon perlindungan dari pemerasan manusia dan berharap dapat tetap setia pada titah Tuhan.
Luk 18:35-43

Kisah Injil ini menceritakan tentang Yesus yang menyembuhkan seorang buta di Yerikho. Orang buta itu berdoa kepada Yesus dengan penuh iman, dan akhirnya ia diberi penglihatan kembali.
BCO Yeh 17:3-15, 19-24

Kitab ini menggunakan metafora burung rajawali dan pohon anggur untuk menggambarkan kekuasaan dan perjanjian antara Tuhan dan manusia. Dalam kisah ini, Tuhan menegaskan bahwa tidak ada yang bisa melarikan diri dari hukuman-Nya jika berkhianat.

Kehidupan Santa Elisabet dari Hungaria

Santa Elisabeth dari Hungaria lahir pada tahun 1207 dari pasangan Raja Andreas II dari Hungaria dan Gertrude dari Andechs Meran. Ia menjadi janda kudus setelah suaminya, Pangeran Ludwig IV dari Turingia, meninggal dunia pada tahun 1227. Setelah kepergian suaminya, Elisabeth bergabung dengan Ordo Ketiga Santo Fransiskus dan aktif dalam pelayanan kepada orang-orang miskin.

Selama hidupnya, Elisabeth menunjukkan kepedulian besar terhadap sesama. Ia sering memberikan makanan, pakaian, dan bantuan kepada para fakir miskin. Bahkan, ia pernah dipergoki oleh suaminya sedang membawa keranjang berisi roti untuk dibagikan kepada orang-orang miskin. Suaminya awalnya marah, namun ketika melihat isi keranjang, ia justru percaya bahwa Tuhan telah menjaga perbuatan baik Elisabeth.

Elisabeth juga mendirikan rumah-rumah sakit dan memberikan makanan kepada orang-orang sakit dan miskin. Keberaniannya dalam menjalankan tugas sosial membuat keluarganya tidak menyukainya. Akhirnya, ia diusir dari istana tanpa membawa apa pun kecuali tiga orang anaknya. Ia lalu masuk ke dalam Ordo Ketiga Santo Fransiskus dan terus menjalani kehidupan yang sederhana dan penuh kasih.

Ia wafat di Marburg, Jerman, pada tanggal 17 November 1231, dalam usia 24 tahun. Banyak mujizat terjadi berkat perantaraannya. Pada tahun 1235, empat tahun setelah kematiannya, ia dinyatakan sebagai kudus karena kebajikannya selama hidupnya.

Perayaan Santa Elisabet

Peringatan wajib Santa Elisabet dari Hungaria dilakukan dengan warna liturgi putih, simbol kesucian dan kekudusan. Ia menjadi teladan bagi para ibu rumah tangga dan pelindung karya-karya sosial. Keberaniannya dalam membantu sesama dan kesetiaannya terhadap Tuhan membuatnya menjadi tokoh yang sangat dihormati dalam Gereja Katolik.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *