Ringkasan Bacaan Liturgi untuk Hari Rabu, 5 November 2025
Bacaan-bacaan liturgi yang disiapkan untuk pesta fakultatif Santa Elisabeth dan Santo Zakarias serta hari biasa pekan XXXI menawarkan refleksi mendalam tentang makna kehidupan Kristiani. Dengan warna liturgi hijau, bacaan ini mengingatkan umat akan pentingnya kasih, pengorbanan, dan harapan akan pemulihan.
Bacaan Hari Rabu
Bacaan hari Rabu terdiri dari beberapa bagian, termasuk kitab Roma, Mazmur, Injil, dan Bacaan Khotbah Orang (BCO). Setiap bacaan membawa pesan yang relevan dengan nilai-nilai iman dan kehidupan sehari-hari.
Bacaan Pertama: Roma 13:8-10
Dalam bacaan ini, Paulus menekankan bahwa kasih adalah kunci dari seluruh hukum Taurat. Ia menyatakan bahwa barangsiapa mengasihi sesamanya, maka ia telah memenuhi hukum Tuhan. Kasih tidak hanya berupa perbuatan, tetapi juga kesadaran bahwa setiap tindakan harus dilakukan dengan kebaikan dan keadilan.
Mazmur Tanggapan: Mazmur 112:1-2,4-5,9
Mazmur ini menggambarkan kebahagiaan bagi orang-orang yang takut akan Tuhan dan suka kepada segala perintah-Nya. Mazmur ini juga menekankan bahwa kebajikan dan belas kasihan akan diberkati oleh Tuhan. Orang yang baik dan murah hati akan diingat selamanya.
Injil Katolik: Lukas 14:25-33
Yesus mengingatkan para pengikut-Nya bahwa mengikuti-Nya membutuhkan komitmen penuh. Ia menyampaikan bahwa siapa pun yang ingin menjadi murid-Nya harus bersedia melepaskan segala kepentingan pribadi. Yesus menggunakan analogi menara dan perang untuk menjelaskan pentingnya perencanaan dan kesungguhan dalam menjalani iman.
BCO: Yeremia 30:18-31:9
Bagian ini mengandung janji Tuhan tentang pemulihan bangsa Israel. Allah berjanji akan membangun kembali tempat-tempat tinggal mereka dan memberkati mereka. Selain itu, ada janji tentang kehadiran raja dan pemimpin yang akan muncul dari tengah-tengah mereka. Bagian akhir menunjukkan bahwa Tuhan akan menjadi Allah bagi umat-Nya dan bahwa mereka akan menjadi umat-Nya.
Cerita Santa Elisabeth dan Santo Zakarias
Santa Elisabeth dan Santo Zakarias memiliki peran penting dalam sejarah keselamatan Allah. Mereka adalah orang tua dari Santo Yohanes Pembaptis, yang merupakan pendahulu Yesus. Dalam Injil Lukas, kita mengetahui bahwa mereka hidup saleh dan benar, meskipun tidak dikaruniai anak sampai usia tua mereka. Hal ini menunjukkan bahwa rencana Tuhan sering kali melampaui pemahaman manusia.
Elisabeth adalah kerabat Maria, Bunda Yesus. Meskipun hubungan mereka tidak sepenuhnya jelas, kisah kunjungan Maria kepada Elisabeth menjadi bagian penting dalam cerita kelahiran Yesus. Dari pasangan ini, Tuhan mengaruniakan Yohanes Pemandi, yang menjadi pembawa kabar gembira bagi dunia.
