Ringkasan Berita:
- Jumlah korban penipuan Ayu mencapai ratusan orang dengan total kerugian Rp19,3 miliar.
- Sisa saldo rekening Ayu Puspita, pemilik wedding organizer (WO) yang diduga tipu ratusan pengantin di Jabodetabek mengejutkan.
- Ternyata saldo rekening yang tersisa di Ayu cuma Rp330 ribu.
PasarModern.comAyu Puspita, pemilik Wedding Organizer (WO) melakukan penipuan kepada lebih dari 200 pelanggannya.
Dari penipuan yang dilakukan, Ayu diduga tilep uang korban hingga mencapai Rp 19 miliar.
Namun kini uang yang tersisa di saldo Ayu Puspita hanya tinggal Rp 330 ribu.
Uang tersebut ternyata sudah dipakai Ayu untuk membayar uang muka sebuah aset yang kini ikut disorot publik.
Awal mula fakta ini terungkap saat Ayu digeruduk para korban di kediamannya di Cipayung, Jakarta Timur pada Minggu (7/12/2025).
Saat disatroni ratusan orang yang jadi korban penipuannya, Ayu cuma bisa pasrah.
Dengan wajah lesu nan lusuh, Ayu menuruti permintaan ratusan orang saat disuruh membuka ponsel lalu mengecek saldo rekening online-nya.
Para korbannya itu murka karena uang pernikahan yang telah mereka bayarkan ke Ayu ludes.
Bahkan ada pengantin yang marah besar karena acara pernikahannya hancur gara-gara ulah WO Ayu.
Belakangan terungkap total korban Ayu diduga mencapai 200 orang lebih.
Adapun total kerugian calon pengantin yang ditipu Ayu diduga mencapai Rp19,3 miliar.
Didesak mengembalikan uang ratusan korban, Ayu mengaku tak bisa apa-apa.
Sebab ia sudah tidak punya apa-apa untuk mengembalikan duit klien tersebut.
Mendengar ucapan Ayu, para korban pun gusar lalu memaksa wanita 30 tahun itu untuk membuka rekening online-nya.
“Tuh BCA buka, buka transaksinya bu, buka saldonya bu,” pinta para korban.
Bergegas menuruti permintaan korban, Ayu langsung memperlihatkan sisa saldo rekeningnya.
Ternyata saldo rekening yang tersisa di Ayu cuma Rp330 ribu.
“Tuh ada, gila, Rp300 ribu gais, gila Rp300 ribu ATM gue aja enggak segitu,” kata salah seorang korban sembari berteriak.
Bukan cuma Ayu, saldo rekening pegawai WO lainnya juga ikut dicek.
Reifa, diduga komplotan Ayu mengurai berapa sisa saldo yang ada di rekeningnya.
Dengan wajah panik, Reifa pun memperlihatkan saldonya yang tinggal jutaan rupiah.
“Saldo lu berapa Reifa?” tanya korban.
“Saldo saya, semua uang masuk ke bu Ayu,” kata Reifa.
“Rp2 juta?” respon korban melihat saldo rekening Reifa.
Melihat sisa saldo komplotan Ayu yakni Reifa tinggal Rp2 juta, para korban syok.
Sebab diketahui para korban, Reifa baru saja menerima gaji senilai fantastis dari Ayu yakni ratusan juta.
“Reifa alias ikan lohan yang baru terima komisi 191 juta di tanggal 6 November tiba-tiba sisa cuma 2 juta. Sehedon itu kah kamu bociel,” kata korban.
Selain Reifa, komplotan Ayu yang lainnya yakni Dimas juga kabarnya menerima gaji dan komisi fantastis.
“Masa komisi Rp50 juta tiap bulan enggak ada HP dua,” kata korban penipuan saat menggeruduk Dimas.
Ayu Beli Rumah Mewah
Saldo rekening Ayu tinggal ratusan ribu padahal diduga menilep duit klien belasan miliar, sisanya ke mana?
Guna menjawab pertanyaan tersebut, Ayu sempat mengurai cerita mengejutkan.
Diakui Ayu, ia memakai uang kliennya itu untuk membayar uang muka pembelian rumah mewah.
“Saya menggunakan sebagian dana untuk membayar uang muka rumah, tapi (saya) sedang berusaha menjual rumah tersebut untuk mengembalikan uang klien,” akui Ayu dalam klarifikasinya.
Kasus dugaan penipuan yang dilakukan WO Ayu kini telah ditangani Polres Metro Jakarta Utara.
Sejak Minggu (7/12/2025) Ayu Puspita telah diamankan pihak kepolisian.
Awalnya Ayu dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur sesuai domisili tinggalnya.
“Minggu siang yang bersangkutan (Ayu) dibawa warga ke Polres,” kata Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal dilansir dari Tribunnews.com.
“Saya akan mengusahakan untuk semuanya (korban) agar bisa dikembalikan hak-haknya,” sambungnya.
Hingga artikel ini ditayangkan, 87 orang kabarnya telah melaporkan kasus dugaan penipuan yang dilakukan Ayu.
Diduga jumlah korban Ayu mencapai ratusan orang dengan total kerugian Rp19,3 miliar.
Ayu Buat Polisi yang Interogasi Emosi: Sanggup Apa Gak?
Terkuak pengakuan Ayu Puspita, pemilik wedding organizer (WO) yang diduga melakukan penipuan kepada ratusan calon pengantin.
Pengakuan tersebut diurai Ayu Puspita kepada penyidik Polres Metro Jakarta Utara.
Mulanya penyidik bertanya kepada Ayu Puspita terkait kesanggupannya menyelenggarakan pernikahan calon pengantin yang sudah membayar secara lunas kepada WO miliknya.
“Ini untuk menjawab konsumen Ibu yang depan polres itu, Ibu untuk pernikahan 13 Desember 2025 atas nama Lulu, 21 Desember 2025 atas nama Kurniawan, dan 28 Desember 2025 atas nama Ardita, ibu sanggup gak menyelenggarakan?” tanya penyidik.
“Untuk hari ini saya masih belum bisa Pak,” jawab Ayu Puspita dengan suara lemas.
Penyidik kembali mengulangi pertanyaan. Namun Ayu Puspita memberikan jawabannya yang tidak sesuai.
“Sanggup apa enggak ke depannya?” tegas penyidik.
“Saya belum ada gambaran pasti ke depannya Pak,” kata Ayu Puspita.
Mendengar jawaban Ayu Puspita, penyidik lalu kembali bertanya namun dengan menaikkan nada bicaranya.
“Sanggup apa gak sanggup?! Itu jawabannya,” tanya penyidik.
“Untuk saat ini belum sanggup Pak,” jawab Ayu Puspita.
Salah satu korban penipuan Ayu Puspita, Tamay (26) lalu mengunggah video pengakuan pelaku ke media sosial Thread-nya.
Tamay mengaku sangat lemas mendengar hal tersebut.
Ia lalu mempertanyakan nasib acara pernikahannya.
“DEMI ALLAH LEMES BGT,
AYU PUSPITA JAHAT BGT GW LEMES BGT INI UANG KAMI GIMANA NASIB NYA byayupuspitaa,” tulis Tamay.
Kisah Korban Penipuan Ayu
Hari pernikahan yang seharusnya menjadi momen paling membahagiakan bagi Reza Sulistyanto justru berubah menjadi kekacauan.
Beberapa jam sebelum akad nikahnya digelar, Minggu (7/12/2025), Reza mendapat telepon dari admin wedding organizer (WO) Ayu Puspita, pemberi layanan yang telah ia percaya selama berbulan-bulan.
“Pas ditelepon, tiba-tiba dia nangis-nangis,” ujar Reza saat menceritakan momen itu ke Kompas.com, Senin (8/12/2025).
Ia tak menyangka kabar itu akan menjadi awal dari keruwetan pernikahannya.
Admin itu mengatakan katering untuk acara lain yang ditangani WO tidak datang, dan ia sedang “dikejar-kejar” keluarga klien lain.
Reza langsung menanyakan nasib acara akadnya keesokan hari.
“Dia bilang, ‘Kakak punya backup plan enggak?’. Ya secara pribadi, bayangin jam 10 malam, ditanya punya backup plan enggak? Ya enggak ada-lah sama sekali,” katanya.
Reza mulai memahami masalah setelah bertanya langsung kepada pihak venue.
Ia mendapati bahwa sebagian besar pembayaran belum dilakukan oleh WO meski dirinya sudah melunasi total biaya paket.
“Harga venue Rp 55 juta. Yang baru dibayar WO cuma Rp 5,5 juta,” ujarnya.
Agar akad tetap berjalan, Reza akhirnya melunasi sendiri kekurangan pembayaran gedung.
Ia menambahkan sekitar Rp 1,5 juta untuk venue, membeli makanan dari restoran cepat saji sekitar Rp 4,5 juta, dan menutupi kebutuhan dekorasi seadanya dengan biaya tambahan Rp 1,5 juta lagi.
Beruntungnya, acara akadnya tetap berjalan meski ia harus mengurus acara tersebut sendirian.
Reza menegaskan tidak tertarik dengan opsi penjadwalan ulang yang mungkin ditawarkan pihak WO.
Ia dan keluarganya hanya menginginkan pertanggungjawaban Ayu Puspita, termasuk pengembalian dana beserta kerugian lain yang telah dialami.
Ia pun meminta pengembalian dana (refund) 100 persen, termasuk seluruh biaya tambahan yang sudah dikeluarkan.
“Soalnya omongan ke akunya sampai detik ini aja pun enggak ada sama sekali,” imbuhnya.
Pesan Katering 1.000 Porsi, yang Datang Cuma 20
Warga Tanjung Duren, Jakarta Barat, bernama Akmal mengaku tertipu wedding organizer milik perempuan berinisial AP, Sabtu (6/12/2025).
Ketika itu, Akmal memesan katering 1.000 porsi makan dari wedding organizer AP untuk acara pernikahannya. Namun, yang datang hanya 20 porsi makan.
Akmal dan istri masih berpikir positif, mereka menduga pengantar katering terlambat atau mengalami hambatan dalam perjalanan.
“Kami masih mikir mungkin telat, atau seperti apa jadi terlambat,” ungkap Akmal saat dihubungi Kompas.com, Senin (8/12/2025).
Begitu hanya 20 porsi yang datang diantarkan oleh jasa kirim, mereka tak terima dan langsung menolaknya.
Lantas, Akmal berusaha menghubungi pihak WO, tetapi tak ada jawaban yang diberikan.
Selain itu, ternyata dekorasi ruang pernikahan tak diselesaikan secara sempurna oleh pihak WO.
Acara pun tetap dilanjutkan dengan gubukan makanan siap saji yang dipesan oleh Akmal dan istri secara terpisah dari WO.
“Buat makanannya itu kan ada beberapa yang dari luar (WO), itu sudah datang dari awal. Sedangkan yang dari WO itu masih kami tungguin waktu itu,” ujar dia.
Calon Pengantin Tahun Depan Ikut Resah
Kasus ini bukan hanya menimpa pasangan yang menikah akhir pekan kemarin.
Puluhan calon mempelai yang dijadwalkan menikah pada 2026 kini juga waswas.
Mereka sudah membayar uang muka hingga pelunasan untuk paket pernikahan dari WO Ayu Puspita.
Rizki, calon mempelai yang rencananya menikah pada Agustus 2026, mengaku tertarik oleh promosi besar-besaran pihak WO.
“Iklan mereka menggiurkan, free stall, free cincin kawin, free honeymoon,” ucapnya saat diwawancarai Kompas.com, Senin.
Namun kabar soal katering yang tidak hadir di salah satu acara resepsi pernikahan, Sabtu (6/12/2025) membuatnya panik.
“Kami merasa tertipu dan khawatir karena banyak dari kami sudah DP bahkan ada yang sudah lunas Rp 100 juta – Rp 200 juta,” ujar Rizki.
Rizki sendiri mengaku sudah membayar sekitar Rp 15 juta, termasuk DP serta termin pertama dan kedua.
“Teman-teman lainnya banyak yang sudah lunas payment dari Rp 100 juta – Rp 200 juta kemungkinan kerugiannya,” ujarnya.
Meski belum mengalami kerugian langsung karena jadwal pernikahannya masih tahun depan, Rizki menegaskan hanya menginginkan pengembalian dana penuh.
“Untuk reschedule menggunakan (jasa WO) AP lagi sudah tidak ingin sama sekali, sebab kepercayaan sudah hilang,” katanya.
Janji Paket Tak Dipenuhi
Polres Metro Jakarta Utara mengatakan dugaan penipuan WO Ayu Puspita muncul setelah beberapa acara pernikahan tidak terlaksana sesuai janji meski pembayaran telah diterima.
“WO ini sudah menerima uang untuk melaksanakan resepsi. Kemudian pada hari H, tidak terlaksana sesuai kesepakatan,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Erick Frendriz, Senin.
Salah satu masalah yang paling banyak dikeluhkan korban adalah makanan yang tidak datang pada saat pesta.
Hingga kini, polisi mencatat 87 laporan dari berbagai lokasi.
Lima orang dari pihak WO, termasuk pemilik, manajer, dan karyawan telah diamankan untuk pemeriksaan.
“Setelah pemeriksaan, akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan apakah bisa langsung ditetapkan sebagai tersangka,” kata Erick.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno Grandiarso menambahkan, pola yang dilaporkan korban relatif sama.
“Dia menawarkan paket pernikahan, namun pada kenyataannya tidak memenuhi ketentuan itu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin.
(PasarModern.com/TribunnewsBogor.com/Kompas.com/TribunnewsMaker.com)
