Ayu Puspita pakai uang klien buat beli rumah mewah, sisi lain pemilik WO dibongkar ketua RW

Posted on

Fakta Singkat:

  • Ayu Puspita, pemilik WO ditangkap polisi karena diduga menipu dan menggelapkan dana klien
  • Uang mereka dipakai untuk membeli rumah mewah dan menutup event sebelumnya dengan skema mirip ponzi.
  • Sisi lain Ayu Puspita dibongkar Pak RW.

 

PasarModern.comAyu Puspita, pemilik wedding organizer (WO) PT Ayu Puspita Sejahtera (APS) viral digeruduk ratusan korban di kediamannya kawasan Cipayung, Jakarta Timur. 

Polisi menangkap Ayu Puspita atas dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan WO tersebut.

Ayu telah mengakui bahwa uang kliennya malah digunakan untuk membeli rumah mewah.

Ia juga mengungkapkan bahwa manajemen keuangan perusahaan WO miliknya sedang  berantakan.

Dana klien baru dan pameran digunakan Ayu Puspita untuk menutup tanggungan event sebelumnya.

Namun, skema ini akhirnya berantakan dan menyebabkan kerugian besar bagi para calon pengantin.

“Saya menggunakan sebagian dana untuk membayar uang muka rumah, tapi sedang berusaha menjual rumah tersebut untuk mengembalikan uang klien,” ujar Ayu dikutip dari Wartakota.

Akhirnya, ratusan pasangan pengantin yang menjadi korban tidak bisa menahan kekecewaannya.

Banyak dari mereka yang menabung bertahun-tahun untuk pesta pernikahan kini harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan dana.

Kasus ini memicu sorotan luas dan desakan agar pihak berwenang segera menindaklanjuti demi melindungi hak korban.

Skema yang dijalankan Ayu Puspita disebut mirip ponzi, di mana uang dari klien baru digunakan untuk membayar tanggungan sebelumnya.

Dana korban dilaporkan digunakan untuk keperluan pribadi, termasuk berlibur ke luar negeri dan membeli rumah mewah di Jakarta.

Dalam linimasa media sosial, banyak korban yang mendatangi kediaman Ayu untuk meminta pertanggungjawaban.

Rumah mewah yang dibeli Ayu bahkan tidak diketahui RT/RW setempat, menimbulkan kemarahan publik.

Salah satu korban, Samuel, menceritakan pengalamannya saat pesta di Gedung Pelindo, Jakarta Utara, pada 6 Desember 2025.

Meskipun sudah membayar lunas Rp 82 juta, katering tidak hadir dan tamu pulang lebih awal.

Keluarga terpaksa memesan makanan melalui GoFood agar acara bisa tetap berjalan.

“Kami sudah booking villa di Bali untuk bulan madu, tapi sekarang harus fokus ke kasus penipuan ini,” kata Samuel.

Sementara itu, sepupu korban bernama Nana juga mengungkapkan betapa kacau situasi di resepsi sepupunya.

“Acara sudah mulai, tapi katering sama sekali tidak ada. Keluarga harus inisiatif pesan makanan dadakan,” ujarnya.

Kedua mempelai pun menangis di panggung, dan orang tua keduanya terlihat syok.

Sisi Lain Dibongkar Pak RW

Sementara itu, Ketua RT 01/RW 05 Kelurahan Ceger, Azli membongkar sisi lain Ayu Puspita.

Ayu Puspita, dikenal dermawan di lingkungan tempat usahanya kawasan Ceger, Cipayung, Jakarta Timur.

Selama lima tahun membuka usaha WO di wilayah Jalan H. Siun II, RT 01/RW 05, Ceger, Ayu kerap memberikan bantuan kepada warga yang bermukim di sekitar tempat usahanya.

Di antaranya bantuan gerobak sampah untuk lingkungan, memberikan makanan setiap ada kegiatan warga seperti kerja bakti, hingga hadiah doorprize saat warga mengadakan acara.

“Sosialnya cukup bagus. Banyak membantu kegiatan. Dibantu gerobak sampah, bantu nasi boks kalau ada acara,” kata Ketua RT 01/RW 05 Kelurahan Ceger, Azli, Senin (8/12/2025).

Hanya saja warga tidak terlalu mengenal Ayu dan suaminya secara pribadi, karena mereka tidak pernah berkomunikasi secara langsung dengan pasangan suami istri (Pasutri) tersebut.

Baik pengurus lingkungan dan warga sekitar hanya berkomunikasi dengan para pegawai yang tinggal pada empat unit rumah disewa Ayu sebagai kantor usaha wedding organizer dijalankan.

Selama menjalankan usaha pun Ayu belum pernah menyerahkan data kependudukan seperti KTP kepada pengurus lingkungan, sehingga warga tidak mengenal Ayu secara langsung.

“Kalau melihat sehari-hari, hari Sabtu, Jumat wah itu ramai sekali di rumahnya tuh. Ada tujuh juru masaknya, belum mobil-mobil angkutan untuk acara mendukung usaha catering,” ujar Azli.

Selain memberikan bantuan kepada warga sekitar, Ayu juga dikenal juga kerap mengadakan santunan anak yatim pada sebuah musala yang berada tak jauh dari kantor operasional WO.

Sehingga warga sekitar tidak menyangka bahwa WO tersebut kini terjerat kasus dugaan penipuan, banyak catering yang tidak diantar pengelola WO kepada klien saat pesta pernikahan berlangsung.

Sejak Minggu (7/12/2025) sejumlah korban penipuan yang sudah membayarkan uang jasa datang ke kantor WO untuk menuntut ganti rugi atas penipuan yang mereka alami.

“Orangnya baik kok. Suka ngasih santunan Bu Ayu. Santunan anak yatim itu hampir tiap bulan ngadain santunan anak yatim. Tapi saya bukan berhubungan dengan Bu Ayunya ya,” tutur warga sekitar, Niman.

Ayu Puspita Ditangkap

Terkini, Ayu Puspita bersama empat pegawainya ditangkap Polres Metro Jakarta Utara.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari para korban terkait dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan WO tersebut.

“Polres Metro Jakarta Utara menerima laporan dari beberapa pelapor terkait penipuan atau penggelapan yang dilakukan salah satu wedding organizer di wilayah Jakarta,” ujar Erick di Mapolres Metro Jakarta Utara, Senin (8/12/2025).

Menurutnya, modus yang dilakukan adalah WO menerima pembayaran penuh untuk penyelenggaraan acara pernikahan, termasuk catering.

Namun, saat hari pelaksanaan layanan tersebut tidak diberikan.

“WO ini sudah menerima uang untuk melaksanakan resepsi, kemudian pada hari H tidak terlaksana sesuai kesepakatan. Salah satu contoh, makanan yang harusnya dihadirkan saat pesta tidak datang,” kata Erick.

Akibatnya, para korban yang merasa dirugikan kemudian membuat laporan polisi.

Erick menyebut sebagian korban mengaku telah membayar hingga puluhan juta rupiah.

Saat ini, lima orang dari PT APS telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif di Polres Metro Jakarta Utara.

Ayu Puspita pun turut diamankan dari penangkapan ini.

“Ada lima orang yang sedang kami periksa, termasuk pemilik, manajer, dan karyawan,” jelas Erick.

Ayu Puspita dan para pegawainya sebelumnya diamankan di wilayah Jakarta Timur setelah warga memberikan informasi kepada polisi.

Mereka kemudian diserahkan ke Polres Metro Jakarta Utara karena laporan resmi berada di wilayah tersebut.

Erick mengatakan jumlah korban diperkirakan masih bertambah.

“Termasuk dari korban lain masih banyak yang berdatangan. Ternyata banyak yang menjadi korban WO tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, laporan yang masuk ke Polres Metro Jakarta Utara baru satu, namun kejadian serupa juga muncul di wilayah lain dan berpotensi ditangani lintas polres.

Terkait kerugian, polisi belum dapat memastikan total nominalnya.

“Kerugian masih dihitung, karena banyak korban-korban baru,” kata Erick

Kronologi

Pernikahan yang membongkar aksi penipuan WO Ayu Puspita itu berlangsung di Pelindo Tower Yos Sudarso No 9 RT 006 RW 013 Rawabadak Utara Koja Jakarta Utara pada Sabtu (6/12/2025) pukul 19.00 WIB.

Jalannya pernikahan itu berujung berantakan. Pasalnya, WO tidak menyajikan hidangan yang dijanjikan.

Padahal, pelapor yang menggunakan WO milik Ayu Puspita telah melunasi biaya resepsi Rp 82.740.000. 

Biaya resepsi itu ditransfer ke rekening BCA atas nama Ayu Puspita Dinanti.

“Ketika waktu resepsi ternyata pihak wedding organizer tidak menyiapkan fasilitas sesuai dengan kesepakatan,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar dikutip dari Tribunnews.com, Senin (8/12/2025).

Kasus ini ditangani Polres Metro Jakarta Utara berdasarkan LPB/2334/XII/2025/Resju/PMJ tanggal 6 Desember 2025 berdasarkan laporan inisial SOG.

Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar menyebut sudah ada lima orang yang diperiksa dan ditahan.

Kelimanya ialah APD selaku Direktur bersama empat stafnya HE, BDP, DHP, dan RR.

“Pihak wedding organizer tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah tersebut,” tambahnya.

Penikahan di Koja yang berantakan tersebut menjadi viral di media sosial.

Banyak korban yang menyatakan menjadi korban dugaan penipuan atau penggelapan lainnya dari wedding organizer tersebut.

Total ada 87 korban lainnya yang menggunakan jasa WO Ayu Puspita.

Sejumlah korban itu diketahui dari berbagai macam profesi mulai dari swasta, ASN hingga Polri.

“Tindak lanjut mengamankan para terlapor, melakukan pemeriksaan saksi-saksi, menyita barang bukti (transfer, print out Whatsapp, data catering, panduan acara pernikahan),” ujarnya.

BERITA TERKAIT