Suara Flores – Pagal sejak lama dikenal hingga mancanegara sebagai pusat pertanian organik partisipatif yang dirintis Eko Pastoral Pagal. Karya karitatif Ordo Fratrum Minorum menjadi andalan masyarakat marginal dalam pemberdayaan petani organik, yang terintegrasi dengan budidaya ternak melalui UPTD Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai di Kecamatan Cibal.
Pagal bukan sekadar catatan historis dalam tradisi lisan Adak Nuca Lale. Lebih dari itu, Pagal adalah kota budaya yang patut dilindungi dan dilestarikan. Di tempat ini, pendidikan karakter anak bangsa ditanamkan, menjadi fondasi menuju Generasi Emas 2045.
Perjuangan Pemuda Tanpa Nama
Pada Juli 2025, sekelompok pemuda tanpa nama yang dimotori Encius Sales, Rofinus Pahar, Yesualdus Son Arbi, Titus Untung, Fransiskus Tou, dan Hieronimus Janggi memperjuangkan pendirian SMK Negeri I Cibal di Pagal.
Tanah ulayat Neol Purang milik Subklan Suku Watang dari Gendang Peso sempat menjadi bahan perdebatan sengit di ruang publik. Segelintir pihak yang gagal memahami data berusaha membungkam suara orang muda. Namun, kehadiran kelompok ini justru menjadi simbol kebangkitan generasi Manggarai yang rindu membangun Nusa Tenggara Timur dari Cibal, sekaligus mendukung program pendidikan partisipatif yang dicanangkan Gubernur NTT.
Landasan Regulasi dan Usulan
Mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 36 Tahun 2014 tentang Pedoman Pendirian, Perubahan, dan Penutupan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, Panitia Pendirian SMK Negeri I Cibal mengusulkan pendirian sekolah tersebut pada 10 Oktober 2025 di Kupang.
Yesualdus Son Arbi, akrab disapa Mantri Son, menegaskan bahwa perluasan dan pemerataan pendidikan menengah kejuruan di hamente Cibal merupakan kebutuhan mendesak.
“Kehadiran SMK Negeri I Cibal akan mempercepat ketersediaan sumber daya manusia terdidik, memenuhi kebutuhan pasar kerja, dan menciptakan tenaga kerja yang ahli, terampil, produktif, serta berwirausaha,” tegasnya.
Dukungan Pemerintah
Ketua Panitia, Rofinus Pahar, menyampaikan bahwa pendirian SMK Negeri I Cibal merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat Cibal sekaligus mendukung program pemerintah pusat. Hal itu dibuktikan dengan terbitnya Surat Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT Nomor: 500.16.7.2-400`3.8/41/DPMPTSP/2025 tentang Izin Operasional Penyelenggaraan SMK Negeri I Cibal pada 28 November 2025.
“Kehadiran SMK Negeri I Cibal, merupakan jawaban kebutuhan Masyarakat Cibal dalam mendukung program – program dari Presiden Prabowo” Ucapnya
Ia menambahkan Izin Operasional Penyelenggaraan Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Cibal, menjadi bukti nyata perhatian Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Timur untuk merespons kebutuhan pendidikan vokasi di wilayah hamente Cibal
Acara serah terima SK berlangsung pada 23 Desember 2025 di Gedung Serbaguna Paroki Kristus Raja Pagal. Koordinator Pengawas SMA/SMK/SLB Kabupaten Manggarai menyerahkan SK tersebut, disaksikan Ketua MKKS Isidorus Son, Kaliktus Kase, dan Pengawas SMK Karolus Coma. Turut hadir Sekretaris Dinas PPO Kabupaten Manggarai, Sekretaris Camat Cibal, Lurah Pagal, Pastor Paroki Kristus Raja Pagal, tokoh adat, tokoh pendidik, calon guru, serta Kapolsek Cibal.
Peran Perempuan dalam Perjuangan
Seiring perjalanan waktu, perjuangan para pemuda Manggarai mendapat dukungan dari Simprosa Rianasari Gandut, anggota DPRD Provinsi NTT dari Fraksi Golkar. Kehadiran yang akrab disapa Mama Osy Gandut dalam seluruh proses pendirian dan pembangunan SMK Negeri I Cibal ibarat oase di tengah padang gurun.
Perjuangan tanpa pamrih Mama Osy menjadi teladan bagi masyarakat. Dukungan ini menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan vokasi di daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga hasil kolaborasi antara pemuda, tokoh masyarakat, dan wakil rakyat.
Simbol Kebangkitan dari Cibal
Pendirian SMK Negeri I Cibal bukan sekadar pembangunan fisik sekolah. Ia adalah simbol kebangkitan orang muda Manggarai yang ingin membangun NTT dari Cibal. Dengan sumber daya alam yang melimpah, masyarakat Cibal dan Cibal Barat membutuhkan lembaga pendidikan vokasi yang mampu mencetak tenaga kerja terampil dan berdaya saing.
Lebih dari itu, sekolah ini menjadi wujud nyata program pendidikan partisipatif yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama pembangunan. Kehadiran SMK Negeri I Cibal diharapkan menjadi pusat lahirnya generasi baru yang siap menghadapi tantangan global.
Pagal, dengan sejarah pertanian organik dan budaya yang kaya, kini menorehkan babak baru melalui pendirian SMK Negeri I Cibal. Perjuangan pemuda tanpa nama, dukungan tokoh masyarakat, serta perhatian pemerintah provinsi menjadi bukti bahwa pendidikan adalah jalan utama membangun NTT.
Dari Cibal, suara kebangkitan itu bergema: Ayo bangun NTT dari Cibal.
Penulis: Gabriel Esong
