Kisah Safitri yang Diceraikan Suami Sebelum Pelantikan PPPK
Safitri, seorang ibu rumah tangga dari Aceh Selatan, kini menghadapi tantangan berat setelah diceraikan suaminya. Kejadian ini terjadi pada 15 Agustus 2025, hanya dua hari sebelum suaminya dilantik sebagai PPPK Satpol PP Aceh Singkil pada 17 Agustus 2025. Kondisi keluarganya kini menjadi sorotan publik, terutama karena keadaan anak-anaknya yang masih belum memahami situasi perceraian orang tuanya.
Anak-anak Safitri, yang usianya masih sangat muda, yaitu 4 tahun dan 2 tahun, belum sepenuhnya memahami apa yang terjadi. Mereka masih sangat dekat dengan ayahnya, sehingga sering kali mencari keberadaannya. Saat ini, anak kecil Safitri sedang demam sejak hari Senin hingga hari ini, sehingga ia tidak bisa membawanya ke mana-mana. Safitri merasa bingung karena ayahnya tetap memutuskan untuk bercerai meskipun hubungan antara mereka masih kuat.
Safitri menjelaskan bahwa alasan utama perceraian adalah sifatnya yang dianggap keras dan sulit diatur oleh suaminya. Ia juga mengakui bahwa dirinya mungkin memiliki kekurangan, namun hal itu membuatnya kecewa karena diceraikan tepat saat suaminya akan menerima pelantikan. Padahal, Safitri telah berjuang bersama suaminya sejak awal pernikahan, bahkan membelikan atribut korpri sang suami dari hasil jualannya sendiri.
Penyebab Perceraian yang Tidak Terduga
Awal perceraian terjadi setelah pertengkaran kecil di rumah. Pada 14 Agustus 2025, suaminya pulang kerja dan marah karena tidak menemukan lauk di meja makan. Safitri menjelaskan bahwa ia tidak memiliki bahan masak karena kondisi ekonomi yang sulit. Pertengkaran ini berlanjut hingga suaminya langsung mengucapkan kata cerai di hari itu juga.
Setelah peristiwa tersebut, suaminya melanjutkan aktivitasnya hingga akhirnya dilantik sebagai PPPK tiga hari kemudian. Safitri merasa bahwa suaminya menceraikannya karena ingin jabatan, bukan karena masalah dalam rumah tangga. Ia menyatakan bahwa ia sudah berusaha membantu suaminya dari nol, bahkan membelikan pakaian pelantikan dari hasil jualannya sendiri.
Pengalaman Keluarga yang Tidak Direstui
Selain itu, Safitri juga mengungkap bahwa pernikahannya tidak direstui oleh ibu mertua. Bahkan setelah menikah pada tahun 2020, mertua sering ikut campur dalam urusan rumah tangga. Hal ini membuat Safitri merasa diinjak-injak dan kesulitan menjaga harmonisasi dalam keluarga.
Video yang viral di media sosial menunjukkan momen haru saat Safitri dibawa para tetangganya naik mobil L300 menuju kampung halamannya di Aceh Selatan. Safitri mengakui bahwa video tersebut diunggah atas izinnya sendiri, dan ia meminta agar tidak ada yang menyalahkan siapa pun, termasuk Rita Sugiarti Ricentil Panggabean yang membagikan video tersebut.
Pesan Mendalam untuk Suami dan Masyarakat
Safitri menyampaikan pesan mendalam kepada suaminya dan masyarakat tentang pentingnya menghargai wanita yang selama ini menemani dari nol hingga kesuksesan. Ia juga menegaskan bahwa ia tidak malu untuk kembali ke rumah orang tuanya bersama dua anaknya, meskipun merasa dikhianati.
Dalam unggahan lainnya, Safitri menulis bahwa ia tidak menyangka akan mengalami hal ini. Ia mengharapkan keadilan dan dukungan dari masyarakat. Safitri juga memohon agar suaminya tidak melupakan kedua anaknya dan tetap memberikan perhatian serta nafkah.
Kondisi Anak dan Harapan ke Depan
Saat ini, Safitri fokus pada pemenuhan kebutuhan anak-anaknya. Meskipun mentalnya hancur, ia tetap berusaha untuk bangkit dan membesarkan anak-anaknya. Ia juga berharap agar suaminya tidak melupakan tanggung jawabnya sebagai ayah.
