Akun Penjual Whips Pink Menghilang Usai Barang Bukti Disita Polisi Kasus Lula Lahfah

Posted on

Penemuan Whip Pink di Rumah Lula Lahfah

Kasus kematian Lula Lahfah semakin menarik perhatian setelah ditemukannya whip pink di rumahnya. Whip pink, yang biasa dikenal sebagai tabung gas untuk membuat whipped cream, mengandung nitrous oxide atau N2O. Gas ini digunakan secara legal dalam dunia medis dan kuliner, namun penggunaannya di luar fungsi aslinya bisa berdampak buruk bagi tubuh.

Dampak penyalahgunaan N2O termasuk gangguan saraf seperti kesemutan, gangguan keseimbangan, hingga kerusakan persyarafan. Dalam kondisi tertentu, penggunaan N2O juga dapat memicu gangguan mood, pingsan, dan hipoksia, yaitu kondisi ketika tubuh kekurangan oksigen. Istilah “ngebalon whip pink” bahkan menjadi trending di media sosial setelah kematian Lula Lahfah.

Whip pink ditemukan di kamar seorang ART (anggota rumah tangga) Lula Lahfah. Tabung tersebut berukuran 2.050 gram. Selain itu, Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri mengungkapkan adanya beberapa barang bukti lainnya, seperti bercak darah pada seprai, tisu, dan kapas bekas. Hasil tes DNA menunjukkan bahwa bercak darah tersebut mirip dengan saudara Lula Lahfah.

Selain itu, ditemukan pula kotak pink berisi puluhan butir obat serta surat rawat jalan dari RSPI. Obat-obatan yang ditemukan telah diverifikasi dan terbukti merupakan obat untuk penyakit yang diidap oleh Lula. Liquid yang ditemukan adalah nikotin, bukan narkoba seperti yang ramai dituduhkan.

Penolakan Otopsi Membuat Penyebab Kematian Tidak Jelas

Meskipun whip pink ditemukan dalam keadaan kosong, tidak dapat disimpulkan apakah Lula Lahfah sempat menghirup gas tersebut sebelum meninggal. Hal ini karena pihak keluarga menolak untuk melakukan otopsi. Tanpa otopsi, penyebab pasti kematian Lula Lahfah masih belum diketahui.

Akun penjual produk whip pink mendadak hilang, memicu spekulasi publik. Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan pengungkapan barang bukti dalam kasus kematian Lula Lahfah. Penutupan akun-akun tersebut langsung memantik perhatian warganet, meski aparat menegaskan proses hukum tetap berjalan berdasarkan fakta dan bukti.

Riwayat Sakit Lula Lahfah

Lula Lahfah memiliki riwayat sakit sejak lama. Ia mengakui bahwa dirinya sudah sakit sejak tahun 2020. Pada 8 Februari 2020, ia menulis di akun Twitter-nya bahwa tiba-tiba merasa sulit bernapas dan dada nyeri, namun hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa penyebabnya adalah asam lambung.

Beberapa waktu lalu, Lula juga mengeluhkan kondisi badannya yang kembali tidak sehat. Ia mengalami demam tinggi dan keram perut, yang akhirnya terdiagnosis sebagai infeksi bakteri. Ia juga mengungkapkan bahwa ia sering kali lupa minum air putih, sehingga menyebabkan masalah pada saluran kemih.

Selain itu, Lula juga mengakui bahwa dirinya sedang mengalami overthinking yang menyebabkan GERD (gastroesophageal reflux disease). Ia takut akan meninggal, sehingga memperparah kondisi mentalnya.

Kronologi Kematian Lula Lahfah

Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di apartemen kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (23/1/2026). Jasadnya ditemukan oleh petugas keamanan pada pukul 18.44 WIB dalam kondisi telentang di tempat tidur dengan selimut putih. Kamarnya terkunci dari dalam.

Kematian Lula pertama kali disadari oleh Asiah, anggota rumah tangga. Dia merasa curiga karena Lula tidak memberi respon apapun saat berada di kamar. Atas kekhawatiran tersebut, Asiah meminta pertolongan empat orang manajemen apartemen untuk membuka kamar. Ketika dibuka, Lula ditemukan dengan mulut terbuka dan warna kebiruan. Tidak ada tanda penganiayaan.

Di dekat posisi Lula, ditemukan sejumlah obat-obatan dan surat rawat jalan dari RSPI. Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak berwenang untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Dokumen Medis Akhirnya Membuka Fakta

Setelah spekulasi beredar tanpa kendali, dokumen medis resmi akhirnya muncul ke publik dan menjadi jawaban atas simpang siur yang beredar. Surat Keterangan Kematian nomor 023/I/2026/SKK/MMC yang diterbitkan oleh Mardhiyah Medical Clinic menegaskan bahwa Lula meninggal akibat henti jantung dan napas.

Fakta medis ini sekaligus menutup ruang bagi berbagai rumor yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial. Surat tersebut ditandatangani oleh dr. Rizki Nirwandhi Putra dan mencatat bahwa Lula dinyatakan meninggal dunia pada pukul 19.20 WIB. Dengan demikian, isu yang mengaitkan kepergian Lula dengan penyalahgunaan obat-obatan, termasuk narasi “Lula Lahfah OD” dan “Lula Lahfah overdosis”, dipastikan tidak berdasar.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *