Air Mata Rindu Sang Putri untuk Ratu Sirikit

Posted on

Peran Ratu Sirikit dalam Kehidupan Keluarga Kerajaan Thailand

Ratu Sirikit Kitiyakara, yang wafat pada Jumat (24/10/2025) di usia 93 tahun, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga kerajaan dan seluruh rakyat Thailand. Ia dikenang sebagai pendamping setia Raja Bhumibol Adulyadej (Rama IX), serta sosok yang mempromosikan kekhasan budaya Negeri Siam melalui busana yang ia kenakan. Dunia mengenalnya sebagai ratu tercantik dari Asia.

Putri Sirivannavari Nariratana Rajakanya, cucu dari Ratu Sirikit, menulis kenangan yang menyentuh tentang neneknya. Dalam unggahan di laman Facebook pribadinya pada Ahad, 26 Oktober, ia mengenang Ratu Sirikit sebagai guru kehidupan, sumber kasih, dan cahaya yang menuntunnya sejak kecil.

“‘Cucu perempuanku,’ adalah suara yang masih bergema di hatiku,” tulis Sirivannavari. Ia masih ingat bagaimana sang nenek memperkenalkannya kepada orang-orang dengan penuh kebanggaan, sambil tersenyum lembut.

Kenangan Indah Bersama Nenek

Dalam kenangan tersebut, Sirivannavari mengingat bagaimana Ratu Sirikit mengajarkannya berenang di laut biru saat mereka berada di Hua Hin. Tawa keduanya berpadu dengan debur ombak, seolah lautan pun turut menyimpan rahasia cinta keluarga itu. Di situlah, rasa hangat antara nenek dan cucu terpatri selamanya.

Perjalanan-perjalanan kerajaan yang dilakukan semasa liburan sekolah juga menjadi momen tak terlupakan. Saat anak-anak lain bermain, ia justru mengikuti Ibu Suri menembus pegunungan di utara dan perdesaan di selatan Thailand. “Tanpa sadar, rasanya seperti magang,” kenangnya. Ia mengamati cara sang nenek berbicara dengan rakyat, mendengarkan, dan memberi solusi dengan kelembutan yang tak menggurui.

Pengaruh Nenek dalam Pendidikan dan Seni

Sirivannavari juga menuturkan bahwa kecintaannya pada seni, desain, dan budaya berakar dari inspirasi sang nenek. Ratu Sirikit, yang dikenal sebagai pelindung seni tradisional Thailand, sering memujinya meski hasil karyanya belum sempurna. “Ia mendorong saya untuk mempelajari seni, musik, dan budaya, baik dari Thailand maupun Barat,” tulisnya.

Ketertarikannya pada bahasa Prancis pun bermula dari rasa ingin tahu, ingin memahami percakapan lembut antara kakek dan neneknya dalam bahasa asing itu. Sebelum berangkat menempuh studi ke Prancis, ia masih ingat momen perpisahan mereka di pagi hari yang hening. “Pukul tujuh pagi, saya berpamitan. Ia menatap saya dengan senyum penuh doa,” tulis Sirivannavari.

Prestasi di Bidang Mode dan Olahraga

Kini, putri Raja Vajiralongkorn ini sudah seperti Sirikit, terampil berbahasa Prancis. Selain dari Kakek Bhumibol Adulyadej dan Nenek Sirikit, dia juga mempertajam keahlian berbahasa Prancis saat melanjutkan studi magister di École de la Chambre Syndicale de la Couture Parisienne di Paris, Prancis. Di situ ia juga mempelajari dunia mode. Keahliannya dalam bahasa Prancis telah terbukti dalam beberapa kesempatan, termasuk saat ia menyampaikan pidato dalam bahasa Prancis di sebuah konferensi internasional di INALCO pada tahun 2017.

Putri satu ini memiliki segudang prestasi yang melampaui gelar kerajaannya, salah satunya di bidang mode internasional. Ia adalah perancang busana yang dihormati dan memimpin merek SIRIVANNAVARI.

Momen Penting dalam Karier Mode

Pada tahun 2007, ia mendapat kehormatan diundang oleh rumah mode terkemuka Pierre Balmain untuk mempresentasikan koleksinya di Paris Fashion Week. Sejak saat itu, mereknya secara konsisten memamerkan desain-desain khasnya, yang dikenal dengan cetakan grafis yang unik dan siluet avant garde, menjadikannya kekuatan yang diakui dalam industri mode, baik di Thailand maupun di panggung global.

Salah satu momen paling menyorot perhatian dalam karier mode Putri Sirivannavari adalah ketika diva pop Amerika, Mariah Carey, mengenakan gaun rancangannya. Pada konser Mariah Carey di Bangkok pada Oktober 2025, diva tersebut tampil memukau dengan balutan gaun ungu berbahan sutra yang dirancang khusus.

Dedikasi di Bidang Olahraga

Selain di bidang mode, Putri Sirivannavari juga mencatatkan prestasi gemilang di dunia olahraga. Ia adalah mantan atlet bulu tangkis yang membanggakan, di mana ia berhasil meraih medali emas pada nomor beregu putri di ajang SEA Games 2005 di Manila, Filipina, bersama timnya. Setelah masa keemasannya di bulu tangkis, ia beralih ke olahraga berkuda dan terus menunjukkan dedikasinya. Ia berhasil meraih medali perak di SEA Games 2017 dan mewakili Thailand dalam ajang Asian Games 2014.

Nama Putri Sirivannavari diabadikan sebagai sponsor utama turnamen bergengsi Thailand Masters, yang menunjukkan kecintaannya yang mendalam terhadap olahraga bulu tangkis.

Pesan yang Tak Pernah Hilang

“Nenek Sirikit percaya setiap orang Thailand memiliki jiwa seniman, bahwa keindahan bisa lahir dari tangan siapa pun, bahkan dari petani dan buruh, jika mereka diberi kesempatan.” Pesan itu menjadi semacam mantra kehidupan bagi sang Putri, yang terus berkreasi membawa nama bangsanya di kancah dunia mode dan seni.

Menutup tulisannya, Sirivannavari menulis kalimat yang membuat banyak pembaca terdiam lama. “Bagi saya,” tulisnya lirih, “nenek saya tidak akan pernah benar-benar pergi. Segala yang ia cintai, segala yang ia ajarkan, akan saya bawa seumur hidup saya.”