Semen Padang FC Berhasil Bangkit dari Kekalahan 0-2
Semen Padang FC berhasil memaksa Malut United bermain imbang 2-2 di Stadion Haji Agus Salim. Tim asuhan Dejan Antonic sempat tertinggal 0-2, namun mampu bangkit dan mencetak dua gol balasan.
Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, mengubah formasi di babak kedua dengan mengganti tiga pemain untuk menambah daya serang. Ia juga menyatakan bahwa dua gol yang tercipta dari kesalahan organisasi pertahanan timnya.
Wakasso, salah satu pemain Semen Padang FC, menyebut bahwa satu poin yang diraih sangat penting bagi tim. Meski kini Semen Padang FC menghadapi tantangan berat, Wakasso tetap fokus pada laga berikutnya.
Semen Padang FC akan menghadapi Bhayangkara FC pada Selasa (24/2/2026) malam. Namun, waktu persiapan hanya singkat, sekitar satu hari latihan.
Evaluasi Hasil Imbang 2-2 Kontra Malut United
Dejan Antonic mengapresiasi perjuangan anak asuhnya setelah bermain imbang 2-2 kontra Malut United. Meskipun gagal meraih poin penuh, ia menilai pertandingan berlangsung menarik dan menghibur bagi para penonton.
“Semua orang yang datang hari ini saya pikir bisa senang, karena mereka lihat empat gol dan pertandingan yang bagus sekali. Dua tim sama-sama mau menang,” ujar Dejan usai laga.
Namun, ia mengakui bahwa dua gol yang bersarang ke gawang Kabau Sirah di babak pertama terjadi akibat kesalahan sendiri yang dimanfaatkan dengan baik oleh tim tamu.
“Dari dua gol itu mungkin terlalu mudah untuk lawan mencetak gol. Itu kesalahan kita sendiri,” katanya.
Tertinggal 0-2, Dejan langsung melakukan evaluasi di ruang ganti. Ia mengganti tiga pemain sekaligus di awal babak kedua dan mengubah skema permainan menjadi lebih menyerang.
“Kita ubah sistem dari 4-3-3 ke 4-1-4-1. Kita ambil risiko, hanya pakai satu gelandang bertahan, karena kita mau tambah kekuatan di depan. Puji Tuhan itu kasih hasil yang bagus,” jelasnya.
Perubahan tersebut terbukti efektif. Semen Padang mampu mencetak dua gol balasan dan memaksa laga berakhir imbang 2-2.
Penilaian Dejan Antonic atas Performa Tim
Dejan Antonic juga menyampaikan terima kasih kepada suporter yang terus memberikan dukungan hingga akhir pertandingan. Ia menilai bahwa performa pemain sangat baik meskipun tertinggal.
“Pemain kerja keras, bahkan lebih dari maksimum. Dari 0-2 kita bisa jadi 2-2 lawan tim dengan kualitas seperti Malut United, itu tidak mudah,” ucapnya.
Terkait dua gol Malut yang berawal dari situasi umpan silang, Dejan mengakui ada kelengahan dalam organisasi pertahanan.
“Gol pertama ada pemain terlambat challenge bola. Gol kedua terlalu mudah, itu soal disiplin dan organisasi. Kita tidak boleh kasih kesempatan seperti itu,” tegasnya.
Meski demikian, ia menilai timnya juga memiliki sejumlah peluang emas sebelum kebobolan.
“Sebelum gol itu kita punya tiga peluang bagus. Kalau tim main buruk, tidak mungkin punya lima kesempatan cetak gol,” tambahnya.
Semen Padang FC Terjepit di Zona Degradasi
Semen Padang FC kini menghadapi situasi semakin sulit untuk keluar dari zona merah setelah hasil pertandingan pekan ke-22 BRI Super League 1 2025/2026.
Kemenangan meyakinkan Persijap Jepara atas Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2/2026) malam, langsung mengubah peta persaingan di papan bawah.
Laskar Kalinyamat sukses membungkam Bajul Ijo dengan skor telak 3-1. Tambahan tiga poin penuh ini membuat Semen Padang FC terpaksa turun satu peringkat ke posisi 17 klasemen sementara.
Tim kebanggaan urang awak ini sekarang tertahan dengan raihan 16 poin, terpaut dua angka dari rival terdekatnya.
Kondisi Semen Padang FC semakin terjepit lantaran Persijap kini mengoleksi 18 poin dan naik ke peringkat 16. Perolehan poin Persijap bahkan menyamai poin milik PSBS Biak yang menempati peringkat ke-15 atau batas terakhir zona aman degradasi. Sementara itu, Madura United mulai menjauh di posisi 14 dengan koleksi 20 poin.
Tekanan bagi skuad Kabau Sirah kian terasa karena semua tim di papan bawah sudah memainkan total 22 pertandingan.
Sebelumnya, Semen Padang FC hanya mampu mencuri satu poin saat melakoni laga dramatis kontra Malut United yang berakhir dengan skor 2-2 pada Jumat (20/2/2026). Kegagalan meraih kemenangan di laga tersebut kini dibayar mahal dengan merosotnya posisi tim.
Perasaan ketat di sisa musim ini menuntut konsistensi tinggi dari anak asuh pelatih Kabau Sirah. Jika tidak segera bangkit dan menyapu bersih kemenangan di laga tersisa, ancaman terlempar ke Liga 2 musim depan menjadi kenyataan pahit yang tak terelakkan.
Semen Padang FC wajib memangkas selisih poin dengan PSBS Biak dan Persijap demi menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Kondisi ini memberatkan langkah Semen Padang FC untuk keluar zona degradasi mengingat semakin ketatnya persaingan di papan bawah.
Konsistensi kemenangan dalam pertandingan tersisa menjadi cara untuk segera keluar agar tidak tercampak ke Liga 2. Kini, setiap pertandingan bagi Kabau Sirah layaknya laga final demi menyelamatkan wajah sepak bola Sumatera Barat di Semen Padang FC.


