Desain dan Tampilan Layar yang Identik
Samsung tampaknya menyeragamkan bahasa desain lini seri A. Galaxy A36 dan A56 memiliki dimensi serupa. Keduanya mengusung layar luas berukuran 6,7 inci. Panel yang digunakan adalah OLED atau AMOLED berkualitas. Resolusi layar keduanya tajam di 1080 x 2340 piksel. Pengalaman visual Anda akan terasa sangat mulus. Kedua HP ini mendukung refresh rate 120Hz. Tingkat kecerahan layar mencapai angka 1200 nits. Ini membuat layar tetap terbaca di bawah matahari. Perlindungan layar juga tidak main-main kualitasnya. Kaca pelindung Gorilla Glass Victus melapisi keduanya. Sisi durabilitas bodi juga menjadi nilai jual utama. Kedua smartphone ini sudah mengantongi sertifikasi IP67. Artinya, perangkat tahan terhadap debu dan air. Bobot keduanya hanya terpaut sangat sedikit, sekitar 3 gram. Galaxy A56 sedikit lebih berat di angka 198 gram. Secara fisik, keduanya sangat sulit untuk dibedakan.
Performa Dapur Pacu dan Chipset
Perbedaan paling mencolok ada di sektor performa mesin. Galaxy A36 5G mengandalkan chipset Qualcomm Snapdragon 6 Gen 3. Sementara itu, Galaxy A56 5G menggunakan Samsung Exynos 1580. Di atas kertas, Exynos 1580 jauh lebih bertenaga. Skor AnTuTu Benchmark membuktikan dominasi Galaxy A56. Ponsel ini mencatat skor impresif sebesar 932.578 poin. Bandingkan dengan Galaxy A36 yang meraih 619.557 poin. Selisih performa ini mencapai sekitar 50 persen lebih. Kecepatan CPU Galaxy A56 juga terbukti lebih unggul. Ponsel ini memiliki clock speed maksimal 2.9 GHz. Galaxy A36 harus puas dengan kecepatan 2.4 GHz. Bagi penggemar game berat, A56 adalah pilihan mutlak. GPU pada A56 juga 500 MHz lebih cepat. Namun, untuk multitasking harian, keduanya sudah sangat mumpuni. Keduanya sama-sama dibekali RAM jumbo sebesar 12GB. Penyimpanan internal juga luas dengan kapasitas 256GB.
Sektor Kamera dan Fotografi

Samsung selalu menonjolkan kemampuan kamera pada seri Galaxy A. Konfigurasi kamera utama keduanya memiliki resolusi 50 MP. Namun, ada perbedaan pada lensa pendamping di belakang. Galaxy A56 memiliki lensa ultrawide resolusi 12 MP. Galaxy A36 hanya membawa lensa ultrawide 8 MP. Keduanya juga memiliki lensa ketiga sebesar 5 MP. Untuk urusan selfie, spesifikasinya tercatat cukup berimbang. Keduanya menggunakan sensor depan beresolusi 12 MP. Kualitas video call tentu akan terlihat sangat jernih. Fitur penstabil gambar optik atau OIS sudah tersedia. Ini membantu perekaman video menjadi jauh lebih stabil. Kemampuan rekam video keduanya mencapai resolusi 4K. Frame rate maksimal ada di angka 30 fps. Bagi kreator konten, A56 sedikit lebih unggul detailnya. Resolusi ultrawide yang lebih besar memberikan ketajaman ekstra. Namun, A36 tetap mumpuni untuk sekadar media sosial.
Baterai, Pengisian Daya, dan Sistem Operasi

Daya tahan baterai menjadi aspek krusial bagi pengguna. Kabar baiknya, kapasitas baterai keduanya sangat besar. Samsung menyematkan baterai 5000 mAh pada kedua model. Pengguna bisa menggunakan ponsel seharian tanpa rasa was-was. Teknologi pengisian daya juga sudah ditingkatkan secara merata. Keduanya mendukung pengisian cepat berdaya 45 Watt. Sayangnya, fitur pengisian nirkabel absen di kedua seri. Pengguna harus bergantung pada kabel USB Type-C sepenuhnya. Dari sisi perangkat lunak, keduanya sangat mutakhir. Kedua ponsel menjalankan sistem operasi Android 15 terbaru. Jaminan pembaruan keamanan Samsung juga terkenal panjang. Fitur privasi seperti dashboard keamanan tersedia lengkap. Pengalaman antarmuka One UI akan terasa sangat identik. Tidak ada perbedaan fitur software yang terlalu signifikan.
Konektivitas dan Fitur Tambahan

Sektor konektivitas menunjukkan keunggulan modem pada Galaxy A56. Kecepatan unduh 5G bisa mencapai 5100 MBits/s. Galaxy A36 tertinggal dengan kecepatan maksimal 2900 MBits/s. Ini berpengaruh saat mengunduh file berukuran besar. Namun, Galaxy A36 punya sedikit keunggulan unik. Data menunjukkan kecepatan uploadnya sedikit lebih tinggi. Keduanya sudah mendukung standar Wi-Fi 6 yang kencang. Fitur NFC untuk pembayaran digital sudah tersedia pasti. Keduanya juga memiliki speaker stereo untuk audio imersif. Sayangnya, lubang jack audio 3.5mm sudah dihilangkan. Pengguna harus menggunakan adapter atau earphone nirkabel Bluetooth. Sensor sidik jari tertanam di bawah layar keduanya. Secara fitur pelengkap, keduanya sangatlah bersaing ketat.
Keunggulan Samsung Galaxy A56 5G
Chipset Exynos 1580 menawarkan performa gaming jauh lebih ngebut. Skor AnTuTu tembus 900 ribuan, setara ponsel flagship lawas. Kamera ultrawide 12 MP menghasilkan foto lanskap lebih tajam. Kecepatan download 5G hampir dua kali lipat lebih kencang. GPU clock speed lebih tinggi untuk rendering grafis mulus.
Keunggulan Samsung Galaxy A36 5G
Menggunakan chipset Snapdragon yang sering dianggap lebih efisien daya. Harga jual dipastikan lebih terjangkau dan ramah di kantong. Kecepatan upload data tercatat sedikit lebih unggul secara teknis. Spesifikasi layar dan baterai sama persis dengan kakaknya. Pilihan bijak bagi pengguna yang tidak bermain game berat.

Pertarungan ini sebenarnya memisahkan dua segmen pengguna berbeda. Jika budget bukan masalah utama, pilihlah Galaxy A56. Performa chipsetnya memberikan jaminan umur pakai lebih panjang. Pengguna bisa bermain game berat dengan lancar jaya. Kualitas kamera ultrawide juga menjadi nilai tambah signifikan. Namun, kaum “mendang-mending” punya alasan kuat memilih A36. Pengguna mendapatkan layar, baterai, dan desain yang sama persis. Perbedaan performa tidak akan terasa untuk penggunaan media sosial. Dengan harga lebih murah, sisa uang bisa ditabung. Galaxy A36 adalah definisi “cukup” untuk mayoritas pengguna. Sedangkan Galaxy A56 adalah untuk mereka yang butuh “lebih”. Bijaklah memilih sesuai dengan pola pemakaian harian. Jangan memaksakan membeli spesifikasi tinggi yang tidak terpakai.


