Sosok Susno Duadji dan Pertemuan Rahasia dengan Prabowo di Kertanegara

Posted on

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Tokoh Masyarakat

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Jumat malam (30/1/2026). Pertemuan tersebut menjadi sorotan publik karena dianggap sebagai kesempatan untuk berdialog dan mendiskusikan isu-isu strategis terkait kepemiluan, penegakan hukum, serta pengelolaan negara.

Salah satu tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Susno Duadji. Selain itu, hadir juga Profesor Siti Zuhro, seorang peneliti senior BRIN, serta beberapa tokoh lainnya. Menurut informasi dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, pertemuan ini digelar secara tertutup dan tidak melibatkan tokoh politik.

Bukan Pertemuan Oposisi

Prasetyo menegaskan bahwa para tokoh yang hadir bukan merupakan oposisi pemerintah. Ia menyatakan bahwa Presiden Prabowo membuka ruang dialog dengan tokoh masyarakat untuk menerima masukan terkait kondisi bangsa dan negara. “Tidak, tidak ada yang oposisi. Itu kan tokoh-tokoh masyarakat juga yang Bapak Presiden terbuka untuk berdialog, menerima masukan,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga memaparkan berbagai program yang telah dijalankan selama lebih dari satu tahun terakhir, yang disebut berorientasi pada kepentingan rakyat serta bangsa dan negara. Prasetyo memastikan bahwa tidak ada tokoh politik yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Pernyataan Menhan Sjafrie

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin sempat menyebut para tokoh yang hadir sebagai pihak yang “tanda kutip” oposisi. Ia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membahas bagaimana negara seharusnya dikelola secara baik oleh seluruh elemen. Menurut Sjafrie, masih terdapat berbagai persoalan dalam pengelolaan negara, mulai dari pemanfaatan sumber daya alam hingga perputaran keuangan.

Ia menyinggung adanya pihak swasta yang enggan mengikuti regulasi usaha serta dugaan kebocoran anggaran negara. “Bahkan saya menerima (laporan) kurang lebih Rp5.777 triliun dari bank Himbara yang menyalurkan kepada korporasi. Padahal, kita punya APBN 300 sekian triliun rupiah. Ke mana kebocoran anggaran itu?” ujarnya.

Profil Singkat Susno Duadji

Susno Duadji memiliki nama lengkap Drs. Susno Duadji, S.H, M.Sc. Ia lahir di Pagar Alam, Sumatera Selatan, pada 1 Juli 1954. Susno Duadji adalah mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri yang menjabat sejak 24 Oktober 2008 hingga 24 November 2009.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Kapolda Jawa Barat. Susno Duadji menikah dengan Herawati dan dikaruniai dua orang putri. Ia lulus dari Akabri Kepolisian dan mengenyam berbagai pendidikan antara lain PTIK, S-1 Hukum, S-2 Manajemen, dan Sespati Polri.

Setelah pensiun sebagai Kabareskrim Komjen Pol (purn), Susno Duadji tinggal di kampung halamannya di Dempo Selatan, Pagar Alam, Sumatera Selatan. Ia beralih pekerjaan menjadi seorang petani sederhana. Jenderal Purnawirawan Bintang Tiga ini mengaku nyaman dengan suasana tenang dengan semilir angin disertai kicauan burung di alam bebas.

Jejak Karier dan Kehidupan

Susno Duadji pernah menjabat jabatan penting seperti Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat, dan Wakil Kepala PPATK. Ia juga pernah menjadi Pati Mabes Polri dan memiliki pangkat terakhir sebagai Komisaris Jenderal Polisi (bintang tiga).

Dalam kehidupan pribadinya, Susno Duadji memiliki istri bernama Herawati dan dua putri, yaitu Indira Tantri Maharani dan Diliana Ermaningtias. Setelah pensiun, ia aktif sebagai petani di Dempo Selatan, Pagar Alam, serta pengamat dan pengkritik isu penegakan hukum.

Jejak Politik

Susno Duadji pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI Dapil Sumatra Selatan II dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Pileg 2024. Ia mendapatkan 44.785 suara, namun tidak lolos.

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan tokoh masyarakat ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun dialog dan memperkuat hubungan dengan berbagai kalangan masyarakat. Dengan adanya partisipasi tokoh-tokoh seperti Susno Duadji, diharapkan dapat memberikan masukan yang konstruktif untuk kemajuan bangsa dan negara.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *