Berita Populer Padang: Kecelakaan, Krisis Air Bersih, dan Penangkapan Pria Bawa Celurit
1. Kecelakaan Mobil Box vs Truk di Jalur Rawan Sitinjau Lauik
Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur rawan Sitinjau Lauik, tepatnya di kawasan bawah Panorama I, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu (24/1/2026) malam.
Berdasarkan informasi dari petugas Sat Lantas Polresta Padang, insiden yang melibatkan satu unit mobil box dan satu unit truk tersebut terjadi sekitar pukul 20.45 WIB. Kepala Unit Brigade Motor (BM) Satlantas Polresta Padang, Ipda Andes Junaidi, membenarkan adanya kecelakaan tersebut.
Personel gabungan dari Satlantas Polresta Padang dan Polsek Lubuk Kilangan langsung diterjunkan ke lokasi usai menerima laporan masyarakat. Petugas di lapangan langsung melakukan pengamanan area dan mengevakuasi korban dari lokasi kejadian.
Seluruh korban yang terlibat kecelakaan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Dari informasi foto yang beredar, korban berjumlah tiga orang. Satu di antaranya tampak mengalami luka yang cukup serius pada bagian wajah.
Untuk mengantisipasi risiko kecelakaan lanjutan, petugas turut menaburkan sekam di sekitar lokasi kejadian guna mencegah permukaan jalan menjadi licin akibat tumpahan material.
Terkait kondisi lalu lintas, Ipda Andes memastikan arus kendaraan dari arah Padang maupun Solok tetap berjalan normal. Meski sempat terjadi perlambatan sesaat, tidak ditemukan kepadatan berarti di lokasi kejadian.
“Arus lalu lintas terpantau ramai lancar dan situasi tetap kondusif,” katanya. Hingga Sabtu malam, personel kepolisian masih bersiaga di lokasi untuk memastikan jalur aman dilalui pengguna jalan.
Mengingat kontur jalan Sitinjau Lauik yang dikenal ekstrem dan rawan kecelakaan, pihak kepolisian mengimbau pengendara agar meningkatkan kewaspadaan. “Kami mengingatkan seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati saat melintas di jalur Sitinjau Lauik, terutama pada malam hari,” tutupnya.
2. Krisis Air Bersih Padang Kian Memburuk, DPRD Dorong Audit PDAM dan Singgung Tata Kelola
Sejumlah persoalan serius dalam pengelolaan dan pelayanan Perumda Air Minum (PDAM) Kota Padang menjadi perhatian utama Komisi II DPRD Kota Padang, Sumatera Barat.
Masalah tersebut dinilai menjadi pemicu utama memburuknya layanan air bersih yang dirasakan masyarakat dalam beberapa bulan terakhir. Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, menyebut krisis air bersih yang terus berulang mengindikasikan adanya persoalan mendasar, baik pada aspek manajerial, operasional, hingga penggunaan anggaran di tubuh PDAM.
“Keluhan masyarakat tidak pernah berhenti. Air sering tidak mengalir, distribusi tidak merata, dan pemulihan pascabencana berjalan sangat lambat. Ini menunjukkan ada masalah serius dalam pengelolaan PDAM,” ujar Rachmad, Sabtu (24/1/2026).
Ia mengungkapkan, Komisi II menemukan sejumlah indikasi awal, mulai dari lemahnya respons manajemen terhadap gangguan layanan, minimnya transparansi informasi kepada publik, hingga tidak jelasnya skema penanganan krisis air bersih pascabencana banjir bandang akhir November 2025.
Selain itu, DPRD juga menyoroti tidak optimalnya pemanfaatan anggaran operasional, terutama dalam perbaikan jaringan pipa dan infrastruktur distribusi air. Kondisi tersebut berdampak langsung pada lamanya waktu pemulihan dan semakin luasnya wilayah terdampak.
“Seharusnya ada perencanaan mitigasi yang matang. Faktanya, setiap ada gangguan, masyarakat kembali menjadi korban,” tegasnya.
Rachmad menambahkan, lemahnya koordinasi internal dan buruknya komunikasi jajaran direksi PDAM kepada masyarakat turut memperparah situasi. Informasi yang disampaikan ke publik dinilai tidak solutif dan kerap menimbulkan kebingungan di tengah warga yang membutuhkan kepastian layanan.
Atas temuan tersebut, Komisi II DPRD Kota Padang secara resmi mendorong dilakukannya audit operasional menyeluruh terhadap PDAM Kota Padang Tahun Anggaran 2025. Audit ini dimaksudkan untuk mengurai akar persoalan, mulai dari tata kelola manajemen, efektivitas penggunaan anggaran, hingga kepatuhan terhadap regulasi.
“Audit ini penting untuk memastikan di mana letak kesalahan dan siapa yang harus bertanggung jawab. Masalah ini tidak bisa lagi ditangani dengan pendekatan biasa,” kata Rachmad. Ia menegaskan, hasil audit nantinya harus menjadi dasar pengambilan kebijakan strategis dan perbaikan nyata, bukan sekadar dokumen administratif.
DPRD, lanjutnya, siap mengambil langkah lanjutan apabila ditemukan kelalaian atau kegagalan manajemen. Sejalan dengan itu, Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Padang juga menilai krisis air bersih yang berkepanjangan mencerminkan kegagalan pelayanan publik.
Ketua Fraksi Gerindra, Wahyu Hidayat, menyebut manajemen PDAM gagal mengantisipasi dampak pascabencana, baik dalam aspek pemulihan infrastruktur maupun distribusi air bersih. “Ini bukan lagi persoalan teknis. Ketika kebutuhan dasar warga terganggu berbulan-bulan, berarti ada kegagalan sistemik yang harus dievaluasi secara serius,” ujar Wahyu.
Fraksi Gerindra pun membuka opsi penggunaan hak interpelasi terhadap Wali Kota Padang apabila evaluasi menyeluruh terhadap manajemen PDAM tidak segera dilakukan.
3. Polresta Padang Tangkap Pria Bawa Celurit di Kawasan Pantai, Senjata Diselipkan di Motor
Upaya pencegahan tindak kriminal di Kota Padang kembali membuahkan hasil. Tim Klewang Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang menangkap seorang pria yang kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit di kawasan ramai pengunjung, Kamis (22/1/2026) malam.
Penangkapan berlangsung sekitar pukul 22.30 WIB di Jalan Samudra, dekat Masjid Al-Hakim, Kelurahan Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, yang dikenal sebagai area publik yang padat, terutama malam hari.
Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Muhammad Yasin, mengatakan penindakan dilakukan saat personel Unit Opsnal Satreskrim tengah melakukan patroli dan penyelidikan kasus 3C (curat, curas, dan curanmor). “Petugas melihat seorang pengendara sepeda motor yang membawa dan menguasai clurit. Senjata itu diletakkan di bawah pijakan kaki kendaraan,” ujar Muhammad Yasin kepada pasarmodern.com, Sabtu (24/1/2026).
Penangkapan dipimpin Kanit Opsnal Iptu Adrian Afandi bersama Kasubnit Opsnal Ipda Ryan Fermana. Diduga pelaku, berinisial MBS (25), langsung diamankan di lokasi. Dari tersangka, polisi menyita satu bilah clurit sepanjang 34 cm dan satu unit sepeda motor Honda Genio hitam tanpa nomor polisi. Semua barang bukti diamankan ke Mapolresta Padang.
Kasus ini tercatat dalam laporan polisi nomor LP/A/2/I/2026/SPKT/Polresta Padang/Polda Sumbar tanggal 22 Januari 2026. Tersangka kini menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut. “Kami mendalami motif kepemilikan senjata tajam ini serta kemungkinan keterkaitannya dengan tindak pidana lain,” jelas Yasin.
Polresta Padang menegaskan akan terus melakukan patroli intensif dan penegakan hukum untuk menekan potensi gangguan keamanan, khususnya di ruang publik rawan kejahatan malam hari. “Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak membawa atau menyimpan senjata tajam tanpa alasan sah, karena berpotensi membahayakan keselamatan umum,” pungkas Yasin.


