Contoh Khutbah Jumat Syaban 23 Januari 2026 dalam Bahasa Jawa, Format PDF

Posted on

Khutbah Jumat dalam Bahasa Jawa: Bulan Syaban

Khutbah Jumat merupakan bagian penting dari kegiatan ibadah yang diikuti oleh seluruh jamaah sholat Jumat di masjid. Selain menjadi ajang untuk beribadah, khutbah juga menjadi sumber pengetahuan dan pengingat bagi umat Islam tentang nilai-nilai agama. Salah satu tema yang sering dibahas adalah Bulan Syaban, bulan yang memiliki keistimewaan khusus dalam perspektif agama.

Bulan Syaban sering disampaikan dalam bentuk khutbah menggunakan bahasa daerah seperti Bahasa Jawa. Berikut ini adalah materi khutbah Jumat bertema “Sya’ban, Wulan Ngeramut lan Nyirami Tanduran Amal” dalam Bahasa Jawa, yang bisa diunduh melalui tautan di bawah ini.

Unduh PDF Khutbah Jumat >>> [Disini:]


Khutbah I

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ فَضَّلَنَا بِلِقَاءِ شَهْرِ شَعْبَانَ، هَذَا شَهْرٌ يُمْكِنُ فِيْهِ اَنْ نَسْتَعْمِلَهُ لِنَيْلِ الْبَرَكَاتِ وَالرِّضْوَان. أَشْهَدُ أَنْ لَا اله إِلاَّ اللّٰه وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰه، اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ اَنْزَلَهُ اللهُ اِلَيْهِ بِجَمِيْعِ اَنْوَاعِ الدَّلِيْلِ وَالْبُرْهَانِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ نَالُوْا الْبَرَكَاتِ وَالْعِرْفَانْ. اَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللهِ، اُوْصِيْنِىْ نَفْسِيْ وَاِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ  فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَالْعَصْرِ، إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ، إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبرِ

Maasyiral muslimin rahimakumullah

Monggo kita sama-sama meningkatkan takwa kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya, seperti menjalankan ibadah fardu dan menghindari segala larangan-Nya, seperti perkara haram dan dosa yang menyebabkan kejatuhan di dalam api neraka.

Sholawat serta salam selalu tercurah kepada Nabi kita, Kanjeng Nabi Muhammad, keluarga, sahabat-sahabat, serta semua pengikutnya hingga akhir zaman. Dari Kanjeng Nabi Muhammad, kita semua berharap mendapatkan syafaat di hari kiamat. Allah telah memberikan kita surat Annisa: 14:

وَمَنْ يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ

Artosipun: “Dan siapa saja yang maksiat terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya serta melewati batas-batas-Nya, maka akan dimasukkan ke dalam neraka abadi dan akan mendapat siksa yang memalukan.”

Ayat ini mengingatkan kita semua agar tidak berani maksiat dan melewati batas yang telah ditetapkan oleh agama. Sebab orang-orang yang lalai dan meremehkan hal ini, akhirnya akan menumpuk dosa hingga tidak sempat taubat dan menanam amal ibadah sebelumnya. Jamaah Jumat yang mulia, kali ini kita berkumpul di majlis ini dalam lebaran bulan Sya’ban.

Setiap bulan memiliki keistimewaan, bulan yang dipilih untuk menyambut bulan Ramadan, sesuai dengan ucapan Kanjeng Nabi yang diriwayatkan Anas bin Malik:

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ، وَشَعْبَانَ، وَبِلِّغْنَا رَمَضَانَ

Artosipun: “Ya Allah, berkahilah kami dalam bulan Rajab dan Syaban dan bawa kami sampai pada bulan Ramadan.”

Bulan yang telah kita lalui adalah Rajab, bulan nandur, sekarang bulan Sya’ban, bulan ngeramut, menyiram tanaman, segera masuk bulan Ramadan. Imam Dzun Nun al-Mishri berkata:

رَجَبٌ شَهْرُ الزَّرْعِ. وَشَعْبَانُ شَهْرُ السَّقْيِ. وَرَمَضَانُ شَهْرُ الْحَصَادِ. وَكُلٌّ يَحْصُدُ مَا زَرَعَ. فَمَنْ ضَيَّعَ الزِّرَاعَةَ نَدِمَ  يَوْمَ الْحَصَادِ

Artosipun: “Rajab adalah bulan nandur, Sya’ban bulan menyiram, dan Ramadan bulan panen. Setiap orang akan manen hasil tanamannya, siapa pun yang mengabaikan tanamannya, akan menyesal saat panen.”

Kata-kata ini menunjukkan bahwa siapa pun yang kurang bersungguh-sungguh dalam melakukan amal ibadah sejak bulan Rajab dan Sya’ban, maka di bulan Ramadan akan mendapatkan tabungan amal yang cukup. Jangan malah menganggur dan mengabaikan bulan Rajab dan Sya’ban.

Dalam hadits riwayat Sayyidah Aisyah, istri Kanjeng Nabi pernah berkata:

لَمْ يَكُنْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

Artosipun: “Kanjeng Nabi Muhammad tidak pernah berpuasa bulanan lebih banyak daripada bulan Sya’ban. Kanjeng Nabi berpuasa sunnah seluruh bulan Sya’ban.” (Muttafaq alaih).

Hadirin yang dirahmati Allah

Mengapa Kanjeng Nabi berpuasa sunnah Sya’ban? Karena keistimewaan di bulan Sya’ban. Sahabat Ibn Abbas berkata:

إِنَّمَا سُمِيَ شَعْبَانَ لِأَنَّهُ يَتَشَعَّبُ فِيْهِ خَيْرٌ كَثِيْرٌ لِلصَّائِمِ فِيْهِ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ

Artosipun: “Dinamakan bulan Sya’ban karena di dalamnya terdapat banyak kebaikan bagi orang yang berpuasa di bulan Sya’ban hingga dapat masuk surga.” (Jami’ Shaghir).

Kata-kata ini dijelaskan dalam kitab Al-Taisir Syarah Jami’ Saghir bahwa bulan Sya’ban memiliki keutamaan jika diisi dengan amal ibadah seperti puasa sunnah, sehingga orang yang menjalankannya akan bisa masuk surga tanpa siksa.

Walaupun dalam sebuah riwayat, Usamah bin Zaid ketika sembahyang bersama Kanjeng Nabi, lalu berkata:

“Duh Kanjeng Nabi, saya tidak pernah melihat engkau berpuasa sunnah dalam setiap bulan seperti di bulan Sya’ban.” Kanjeng Nabi menjawab:

ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ يُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَلُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artosipun: “Ini adalah bulan yang sering dilupakan manusia antara Rajab dan Ramadan, dan ini adalah bulan yang segala amal dinaikkan kepada Tuhan Semesta Alam. Saya suka kalau amal saya dinaikkan saat berpuasa.” (HR. An-Nasa’i)

Pramilo, mari kita semua menjalankan kewajiban, menjalankan ibadah sunnah seperti puasa sunnah, tahajjud di bulan Sya’ban. Supaya kita bisa bertemu dengan bulan Ramadan dengan hati bersih dan siap menyambut bulan Ramadan dengan penuh kebahagiaan.

Semoga kita bisa mengisi bulan Sya’ban dengan amal khusus dengan istiqomah dan bisa mendapatkan pertolongan dari Allah dan syafaat dari Kanjeng Nabi Muhammad. Amin.

أعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ, بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِيْنُ بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكمُ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ مِنْ كُلَّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغفِرُوْهُ؛ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيُم


Khutbah II

اَلحَمْدُ لِلّهِ الوَاحِدِ القَهَّارِ، الرَحِيْمِ الغَفَّارِ، أَحْمَدُهُ تَعَالَى عَلَى فَضْلِهِ المِدْرَارِ، وَأَشْكُرُهُ عَلَى نِعَمِهِ الغِزَارِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ العَزِيْزُ الجَبَّارُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ المُصْطَفَى المُخْتَار، اَللَّهُمُّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَانَ وَعَلِىّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُم تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *