Uji Beban Dinamis dan NDT Jembatan Mahulu
Pengujian beban dinamis dan non destructive test (NDT) terhadap Jembatan Mahulu di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, telah selesai dilakukan oleh Dinas PUPR-PERA Kaltim. Uji ini dilakukan untuk memastikan keamanan jembatan setelah dua kali ditabrak oleh tongkang batu bara pada tanggal 23 Desember 2025 dan 4 Januari 2026.
Jembatan Mahulu yang menghubungkan Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang dengan Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, sempat ditutup sementara selama tiga jam selama proses pengujian berlangsung. Penutupan dilakukan mulai pukul 10.00 WITA hingga pukul 13.00 WITA.
Proses Pengujian
Dalam proses pengujian, sebuah tenda didirikan di tengah jembatan sebagai tempat peralatan dan tim teknis berteduh. Tim melakukan uji impuls dengan melibatkan satu unit truk roda enam jenis Mitsubishi Canter tanpa muatan. Truk tersebut dijalankan melewati bidang kejut berupa plat besi dengan ketinggian sekitar 20 cm dari permukaan aspal, hentakan truk kemudian menghasilkan getaran mendadak pada struktur jembatan.
Di bawah terik matahari dengan suhu mencapai 32 derajat, petugas teknis berjibaku melakukan uji getar selama lebih dari dua jam. Sekitar pukul 12.06 WITA, arus lalu lintas sempat dibuka satu jalur untuk pelaksanaan uji traffic ambient atau uji getaran pasif, dengan membiarkan kendaraan melintas normal sambil alat accelerometer merekam getaran alami jembatan. Pada pukul 13.00 WITA, lalu lintas kembali dibuka normal.
Hasil Uji Beban
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PERA Kaltim, Muhran menjelaskan bahwa penutupan jembatan mahulu terpaksa dilakukan untuk memaksimal pengujian. Mengenai hasil, kata dia, akan keluar dalam waktu sepekan yang kemudian akan diumumkan secara luas.
“Setelah lakukan uji ini hasil nanti mungkin kurang lebih satu minggu kita harapkan sudah bisa keluar untuk kita sampaikan kepada masyarakat,” ujar Muhran.
Ia berharap hasil analisis nantinya dapat memberikan gambaran objektif terhadap kondisi jembatan. “Tentu harapan kita semua mudah-mudahan ini bisa aman, tapi kita menunggu hasil daripada analisis maupun hasil perhitungan dari teman-teman tim uji dinamis ini,” harapnya.
Penjelasan Tenaga Ahli
Sementara itu, Konsultan Tenaga Ahli, Ahmad Aminullah, menjelaskan teknis pengujian yang dilakukan. Ia mengatakan uji dinamik merupakan metode yang biasanya dilakukan pada jembatan yang khusus. Uji ini penting dalam menilai perilaku getaran jembatan ketika menerima beban atau pergerakan.
Data yang diperoleh akan dibandingkan dengan data dinamik awal saat pembangunan maupun pengujian sebelumnya dari Kementerian PUPR. “Ini termasuk jembatan khusus. Kemudian datanya itu nanti akan kita bandingkan dengan hasil dinamik di awal pembangunan ataupun di sebelum-sebelumnya,” paparnya.
Ia menambahkan bahwa perbandingan dilakukan terhadap frekuensi natural jembatan yang direkam melalui sensor accelerometer. Accelerometer adalah alat sensor getaran yang dipasang di jembatan. Fungsinya untuk mengukur percepatan dan getaran yang terjadi pada struktur jembatan saat diuji.
“Accelerometer tadi akan mencatat acceleration kemudian dikonversi menjadi frekuensi. Nah, frekuensi tersebut yang akan dicompare dengan hasil uji sebelumnya,” jelasnya.
Seluruh data tersebut nantinya akan menjadi dasar penentuan tingkat keamanan struktur jembatan pasca insiden. “Nanti semua dibandingkan, semoga nanti hasilnya kalau hasilnya hampir sama atau plus minus 5 persen berarti masih masuk dalam range yang masih aman,” pungkasnya.
Dampak Penutupan Jembatan
Penutupan sementara Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di Samarinda berdampak langsung pada terhentinya arus logistik keluar dan masuk kota. Penutupan dilakukan pada Sabtu (17/1/2026) untuk keperluan pengujian beban jembatan, yang merupakan bagian dari prosedur teknis keselamatan infrastruktur.
Jembatan Mahulu diketahui menjadi satu-satunya akses vital yang dapat dilalui kendaraan bertonase besar menuju dan keluar Samarinda. Sejumlah kendaraan ringan memilih memutar balik, sementara kendaraan berat terpaksa berhenti dan memarkirkan unitnya di kantong parkir darurat di bahu jalan.
Pantauan di kawasan jalan pendekat jembatan Mahulu disisi kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang menunjukkan antrean kendaraan roda enam ke atas mengular. Penutupan sementara jembatan ini dimulai pada pukul 10.00 dan mulai di buka normal pada pukul 13.00 WITA.
Sopir Ekspedisi Terpaksa Menunggu
Ditemui PasarModern, Sonny, seorang sopir ekspedisi, mengaku terpaksa menunggu sekitar tiga jam karena sudah terlanjur berangkat dari pergudangan untuk mengantar barang ke Balikpapan. “Dari jam 10 tadi sih dari pergudangan, kami arah mau ke Balikpapan antar barang. Kemudian kan akses ini tidak ada akses lain selain di sini,” ujarnya.
Sonny menjelaskan, kendaraannya terpaksa dihentikan petugas di kawasan Loa Bakung. Ia mengaku baru mengetahui informasi penutupan jembatan dari rekannya, namun tidak mendapat kepastian kapan akses akan kembali dibuka. Situasi tersebut menurutnya cukup mengganggu operasional pengiriman karena barang yang dibawa sudah ditunggu oleh pihak penerima di Balikpapan.
Tidak Ada Penumpukan Kendaraan
Jajaran Satlantas Polresta Samarinda yang ikut dalam mengatur lalu lintas (lalin) saat uji dynamic Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), pada Sabtu (17/1/2025) melaporkan telah membuka akses jalan perlintasan. Pantauan Tribun Kaltim terkait arus lalin Jembatan Mahulu tepatnya dari arah Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir terpantau normal.
Uji dynamic yang dilakukan Dinas PUPR–Pera Kaltim di bawah terik matahari menyengat di Kota Samarinda sejak pagi hingga siang hari telah selesai dilakukan. Terhitung 3 jam lalu lintas di atas Jembatan Mahulu yang menghubungkan wilayah Kecamatan Loa Janan Ilir dan Sungai Kunjang ini, biasanya dilalui kendaraan tonase besar truk roda 6 ke atas mesti berhenti sejenak.
Kepala Unit (Kanit) Turjawali (Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli) Satlantas Polresta Samarinda, Iptu Ismail Marzuki menjelaskan saat ditemui Tribun Kaltim, sejak pukul 10.00 hingga 13.00 Wita, lalu lintas kendaraan roda enam ke atas dihentikan sementara. Sebelum akhirnya dibuka kembali perlahan dengan menginformasikan jajaran yang memang sudah standby di kantong–kantong parkir yang telah disediakan sebelumnya.
“Kami selain berjaga di dua sisi Jembatan Mahulu saat proses pengujian beban dengan menutup menggunakan barier, juga menempatkan anggota di sekitar kantong parkir yang disediakan,” tegasnya. “Tadi saat pengujian, beberapa pengendara yang sempat ingin melintas kita memohon agar putar balik sebelum pengujian selesai. Alhamdulilah semua kondusif,” imbuh Iptu Ismail.
Di sisi lain, ia juga melaporkan tidak ada kendala saat penutupan arus lalin. Pengujian yang dilakukan instansi terkait juga berjalan sesuai rencana, sampai dibukanya kembali arus lalin di atas Jembatan Mahulu pukul 13.00 Wita.
Satlantas Polresta Samarinda mengimbau agar para sopir dan masyarakat yang melalui Jembatan Mahulu ini tetap mengedepankan safety. “Keadaan sudah kita normalkan atau buka kembali selepas pengujian beban. Kami harap, para sopir dan masyarakat tetap mengedepankan ke hati–hatian dalam berkendara selama perjalanan,” imbaunya.
Hingga pukul 15.00 Wita, arus lalu lintas juga terpantau ramai lancar tanpa ada kemacetan. Jajaran Satlantas Polresta Samarinda pun juga tetap akan menggiatkan patroli di sekitar Jembatan Mahulu. Serta kawasan jalur–jalur logistik untuk memberi imbauan kepada para sopir dan masyarakat bahwa arus lalin telah kembali normal. “Alhamdulillah, penumpukan kendaraan tidak terjadi. Arus lalu lintas sudah normal, dan kita juga sudah melakukan pemberitahuan kepada para sopir truk dan masayarakat,” tandasnya.

