Kuatkan Dugaan Jatuhnya ATR 42-500 di Bulusaraung, Kesaksian Pendaki dan Temuan Serpihan

Posted on

Pencarian Pesawat ATR 42-500 di Perbatasan Maros-Pangkep Terus Berlangsung

Pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport terus dilakukan di perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan. Operasi ini dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur SAR gabungan yang bekerja sama untuk menemukan keberadaan pesawat yang hilang kontak.

Helikopter dari Lanud Sultan Hasanuddin dikerahkan untuk menyisir kawasan Leang-Leang hingga Gunung Bulusaraung. Tim SAR berhasil menemukan serpihan jendela, badan, dan ekor pesawat di lereng gunung, sehingga mempersempit area pencarian. Operasi ini melibatkan 476 personel gabungan dengan dukungan peralatan khusus untuk medan ekstrem.

Penjelasan Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa pencarian melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai unsur. “Total ada 476 personel yang kami libatkan, terdiri dari TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur SAR lainnya,” ujar Andi Sultan.

Ia menjelaskan, upaya pencarian dari udara dilakukan dengan menggunakan helikopter milik Lanud Sultan Hasanuddin. “Helikopter digunakan untuk melakukan penyisiran di titik-titik koordinat yang telah kami plotkan sebelumnya,” jelasnya. Selain itu, tim SAR juga membawa sejumlah peralatan pendukung untuk menunjang operasi di medan ekstrem.

Kesaksian Pendaki yang Melihat Api dan Mendengar Ledakan

Dua pendaki, Reski (20) dan Muslimin (18), mendengar ledakan saat berada di puncak Gunung Bulusaraung pada Sabtu (17/1/2026). Mereka melihat api dan dinding besi jatuh ke puncak gunung. Setelah itu, banyak material dari pesawat beterbangan, termasuk dokumen dan peta pelastik.

Reski mengatakan bahwa ia tidak membawa turun ke basecamp karena banyaknya material yang beterbangan. Ia juga menemukan logo Kementerian Kelautan dan Perikanan bergambar Garuda di puncak gunung. Angin saat kejadian sangat kencang dan berkabut parah.

Temuan Serpihan Pesawat oleh Tim SAR Gabungan

Tim SAR Gabungan berhasil menemukan sejumlah serpihan pesawat ATR 42-500 di Pangkep, Sulawesi Selatan. Temuan mulai dari jendela, badan, hingga ekor pesawat menjadi petunjuk penting dalam mempersempit area pencarian. Serpihan pertama ditemukan pukul 07.46 WITA berupa bagian jendela pesawat di koordinat 04°55’48” LS – 119°44’52” BT.

Tiga menit kemudian, pukul 07.49 WITA, tim kembali menemukan bagian badan pesawat berukuran besar. Pada pukul 07.52 WITA, informasi terbaru menyebutkan bagian puntak pesawat telah terbuka dan ekor pesawat ditemukan di sebelah selatan lereng bawah lokasi kejadian.

Kawasan Hilangnya Pesawat

Kawasan hilangnya pesawat yang dipiloti kapten senior, Andy Dahananto (53) tahun ini berada di kawasan pegunungan karst Gunung Bulusaraung perbatasan Maros – Pangkep dan Bone. Gunung Bulusaraung memiliki ketinggian 1.353 Meter Dari Permukaan Laut (MDPL).

Kawasan ini berjarak sekitar 21 km sebelah timur Pangkajene, ibu kota Pangkep dan sekitar 26 km tenggara Maros. Akses ke kawasan pendakian favorit anak pencinta alam ini bisa dari kawasan Leang-leang, Jalan Poros Maros – Bone. Dari Pangkep bisa diakses dari Jalan Poros Makassar – Pangkep km 49, melewati eks Pabrik Semen Tonasa 1 di Balocci ke timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *