Ringkasan Berita
Performa dan Harga: Poco X7 Pro jauh lebih murah (selisih Rp 1 juta) namun punya performa hampir 2x lipat lebih kencang dibanding Samsung.
Layar dan Baterai: Poco unggul telak dengan layar lebih tajam (1.5K), baterai lebih besar (6000 mAh), dan pengisian daya jauh lebih cepat (90W).
Fitur dan Desain: Samsung A56 menang di sisi gengsi dan fitur premium seperti bodi lebih tipis, dukungan eSIM, dan kaca pelindung Gorilla Glass Victus yang lebih kuat.
Pasar Modern
Persaingan pasar smartphone kelas menengah (mid-range) semakin memanas dengan hadirnya dua penantang kuat Samsung Galaxy A56 5G dan Xiaomi Poco X7 Pro.
Keduanya datang membawa spesifikasi yang nyaris menyentuh level flagship, namun dengan pendekatan yang sangat berbeda.
Bagi konsumen Indonesia, pertarungan ini menjadi dilema tersendiri. Di satu sisi, Samsung menawarkan ekosistem matang dan desain premium yang elegan.
Di sisi lain, Poco, sebagai sub-brand Xiaomi kembali dengan filosofi “performa buas harga pas” yang sulit ditandingi.
Menariknya, terdapat selisih harga sekitar Rp 1.000.000 antara kedua perangkat ini, di mana Poco X7 Pro justru dibanderol lebih murah meski menawarkan performa di atas kertas yang jauh lebih tinggi.
Apakah Samsung Galaxy A56 5G overpriced, atau ada fitur tersembunyi yang membuatnya layak dibeli lebih mahal?
Simak perbandingan mendalam spesifikasi, harga, dan fitur antara Samsung Galaxy A56 5G vs Xiaomi Poco X7 Pro berikut ini.
Harga dan Ketersediaan
Sebelum masuk ke jeroan mesin, mari kita lihat posisi harga kedua perangkat untuk varian memori yang sama, yakni RAM 12GB dan penyimpanan internal 256GB.
Faktor harga seringkali menjadi penentu utama bagi konsumen di segmen ini.
Samsung Galaxy A56 5G (12/256GB): Rp 5.999.000
Xiaomi Poco X7 Pro (12/256GB): Rp 4.999.000
Dengan selisih harga mencapai Rp 1.000.000, Poco X7 Pro jelas lebih menggoda bagi mereka yang memiliki anggaran ketat.
Namun, Samsung biasanya menawarkan nilai purnajual (resale value) dan ketersediaan layanan servis yang lebih luas di seluruh Indonesia.
Perbandingan Desain dan Layar: Ketahanan vs Kualitas Visual
Sektor desain menjadi hal pertama yang membedakan kedua ponsel ini.
Berdasarkan data teknis, Samsung Galaxy A56 5G tampil lebih ramping dengan ketebalan hanya 7.4 mm, dibandingkan Poco X7 Pro yang memiliki ketebalan 8.3 mm.
Hal ini membuat Samsung terasa lebih sleek dan nyaman digenggam bagi pengguna yang menyukai ponsel tipis.
Namun, Poco X7 Pro membalas kekalahan di sektor dimensi dengan durabilitas yang lebih tangguh.
Poco X7 Pro sudah mengantongi sertifikasi IP68, yang artinya perangkat ini tahan debu dan bisa bertahan di dalam air lebih dalam dibandingkan Samsung Galaxy A56 5G yang masih menggunakan sertifikasi IP67.
Layar: Poco Menang Telak di Atas Kertas
Beralih ke tampilan, Xiaomi Poco X7 Pro mendominasi dengan spesifikasi layar yang lebih superior.
Resolusi: Poco X7 Pro menggunakan resolusi 1.5K (1220 x 2712 piksel), memberikan ketajaman 446 ppi. Sementara Samsung masih bertahan di resolusi Full HD+ (1080 x 2340 piksel) dengan 385 ppi.
Kecerahan: Poco juga unggul dengan kecerahan puncak yang diklaim lebih tinggi, mencapai 1400 nits (khusus), dibandingkan Samsung di angka 1200 nits.
Proteksi: Di sini Samsung unggul. Galaxy A56 5G dilindungi oleh Gorilla Glass Victus yang terkenal sangat tangguh, sedangkan Poco X7 Pro menggunakan Gorilla Glass 7i.
Meski keduanya sama-sama menggunakan panel OLED/AMOLED dengan refresh rate 120Hz, mata yang jeli akan dimanjakan oleh kerapatan piksel yang lebih tinggi pada Poco X7 Pro.
Perbandingan Performa: Exynos vs Dimensity

Ini adalah bagian paling krusial dari perbandingan ini.
Untuk seorang gamer atau power user, data benchmark menunjukkan pemenang yang mutlak.
Chipset dan Skor AnTuTu
Xiaomi Poco X7 Pro ditenagai oleh MediaTek Dimensity 8400, sebuah chipset yang sangat bertenaga.
Berdasarkan data pengujian, skor AnTuTu yang dihasilkan mencapai angka fantastis 1.663.422.
Angka ini menempatkannya di jajaran ponsel flagship killer sejati.
Sebaliknya, Samsung Galaxy A56 5G menggunakan chipset buatan sendiri, Samsung Exynos 1580. Meski mumpuni untuk penggunaan sehari-hari, skor AnTuTu-nya tertinggal jauh di angka 932.578.
Perbedaannya hampir dua kali lipat.
Geekbench 6
Keunggulan performa Poco juga terlihat pada pengujian CPU via Geekbench 6:
Single-Core: Poco (1583) vs Samsung (1360)
Multi-Core: Poco (6137) vs Samsung (3893)
Skor multi-core yang mencapai angka 6000-an pada Poco X7 Pro menjamin kelancaran multitasking berat, rendering video, dan bermain game berat seperti Genshin Impact atau Zenless Zone Zero pada pengaturan grafis rata kanan.
Samsung Galaxy A56 5G bukan berarti lambat, namun untuk harga Rp 5,9 juta, performa mentahnya terasa kurang kompetitif dibanding Poco.
Perbandingan Kamera: Resolusi Video dan Selfie
Sektor kamera seringkali menjadi kekuatan utama Samsung, namun kali ini Poco memberikan perlawanan sengit melalui fitur videografi.
Kamera Belakang
Samsung Galaxy A56 5G hadir dengan konfigurasi tiga kamera (Triple Camera) dengan sensor utama 50MP, ultrawide 12MP, dan macro 5MP.
Samsung dikenal dengan pemrosesan warna yang natural dan dynamic range yang baik.
Poco X7 Pro membawa konfigurasi kamera 50MP dan 8MP (ultrawide). Secara jumlah lensa, Samsung lebih fleksibel.
Namun, Poco memiliki keunggulan telak di sektor video. Kamera utama Poco X7 Pro sanggup merekam video hingga kualitas 4K di 60fps (2160p @ 60fps).
Sayangnya, Samsung Galaxy A56 5G dalam data ini tercatat hanya mendukung perekaman 4K di 30fps.
Bagi konten kreator yang butuh hasil video smooth, 60fps adalah fitur wajib.
Kamera Depan
Untuk pecinta selfie, Poco X7 Pro juga unggul di atas kertas dengan resolusi 20MP, yang 1.67x lebih besar dibandingkan kamera depan Samsung yang beresolusi 12MP.
Kendati demikian, Samsung memiliki aperture f/2.2 yang sedikit lebih lebar dibanding Poco (f/2.5), yang teoritis membantu di kondisi minim cahaya.
Perbandingan Baterai dan Pengisian Daya
Poco X7 Pro kembali menunjukkan taringnya di sektor daya tahan. Ponsel ini dirancang untuk pengguna aktif yang jarang bertemu stopkontak.
Kapasitas Baterai: Poco X7 Pro membawa baterai 6000 mAh, 20 persen lebih besar dibandingkan standar industri 5000 mAh yang digunakan oleh Samsung Galaxy A56 5G.
Kecepatan Charging: Poco mendukung pengisian daya cepat 90W, dua kali lipat lebih ngebut dibandingkan Samsung yang hanya mentok di 45W.
Kelengkapan Paket: Ini poin penting. Poco X7 Pro sudah menyertakan kepala charger di dalam kotak penjualannya. Sementara pembeli Samsung Galaxy A56 5G harus merogoh kocek tambahan karena adapter charger dijual terpisah.
Konektivitas dan Fitur Tambahan
Di balik performa buas Poco, Samsung Galaxy A56 5G memiliki beberapa fitur konektivitas modern yang absen di pesaingnya.
eSIM: Samsung Galaxy A56 5G sudah mendukung eSIM. Fitur ini sangat krusial bagi pebisnis atau pelancong ke luar negeri yang tidak ingin repot gonta-ganti kartu fisik. Poco X7 Pro hanya mendukung dual SIM fisik.
Audio Codec: Bagi penikmat musik audiophile, Poco X7 Pro lebih unggul karena mendukung codec LDAC dan AptX HD untuk transmisi audio nirkabel resolusi tinggi.
OS: Keduanya sudah menjalankan sistem operasi terbaru Android 15, menjamin fitur keamanan dan antarmuka terkini.
Keunggulan Samsung Galaxy A56 5G
Meskipun kalah dalam adu spesifikasi mentah, Samsung Galaxy A56 5G memiliki target pasar yang spesifik dengan keunggulan sebagai berikut:
Proteksi Layar Premium: Menggunakan Gorilla Glass Victus yang jauh lebih tahan gores dan banting dibanding kaca pelindung pada Poco.
Dukungan eSIM: Fitur future-proof yang memudahkan manajemen nomor tanpa kartu fisik, fitur yang jarang ada di kelas harga ini kecuali pada flagship.
Desain Lebih Tipis: Dengan ketebalan hanya 7.4mm, ponsel ini terasa lebih premium dan ringan di tangan.
Kualitas Lensa Ultrawide: Resolusi 12MP pada lensa ultrawide memberikan detail lebih baik dibandingkan 8MP milik Poco.
Brand Value: Ekosistem Samsung (One UI) yang stabil dan jaminan update software jangka panjang yang biasanya lebih terjamin.
Keunggulan Xiaomi Poco X7 Pro
Poco X7 Pro adalah definisi value for money yang sebenarnya. Dengan harga Rp 1.000.000 lebih murah, berikut yang bisa didapatkan:
Performa Tanpa Kompromi: Chipset Dimensity 8400 dengan skor AnTuTu 1.6 Juta membuat performanya setara ponsel harga Rp 8-10 jutaan. Jauh meninggalkan Exynos 1580.
Baterai Monster: Kapasitas 6000 mAh menjamin daya tahan seharian penuh bahkan dengan penggunaan intensif.
Charging Kilat + Charger Gratis: 90W charging memangkas waktu tunggu, dan tersedianya charger dalam boks adalah nilai plus besar.
Layar Superior: Resolusi 1.5K, kerapatan piksel 446 ppi, dan kecerahan 1400 nits memberikan pengalaman visual yang lebih memanjakan mata.
Video 4K 60fps: Kemampuan merekam video dengan frame rate tinggi yang sangat dibutuhkan untuk media sosial.
Tahan Air Lebih Baik: Sertifikasi IP68 memberikan ketenangan lebih saat ponsel tidak sengaja tercebur air.
Pilihan Akhir
Pilihan antara Samsung Galaxy A56 5G dan Xiaomi Poco X7 Pro sebenarnya bergantung pada prioritas utama dalam menggunakan smartphone.
Untuk gamer hardcore atau pengguna yang mementingkan spesifikasi teknis tertinggi dengan harga termurah, Xiaomi Poco X7 Pro adalah pilihan mutlak.
Mendapatkan performa dua kali lipat lebih kencang, layar lebih tajam, baterai lebih besar, dan pengisian daya lebih cepat.
Hemat Rp 1 juta bisa digunakan untuk membeli aksesoris gaming atau TWS berkualitas.
Namun, kalau cari ponsel harian yang elegan dengan dukungan teknologi masa depan seperti eSIM, bodi tipis yang stylish, serta ketenangan pikiran dari proteksi layar Gorilla Glass Victus, maka Samsung Galaxy A56 5G layak dipilih.
Ponsel ini lebih cocok bagi pengguna kasual, profesional muda, atau konten kreator foto yang mengutamakan ekosistem software yang matang.


