3 BERITA POPULER PADANG: Tahun Baru Lebih Sepi, Banjir Tabing Banda Gadang dan Arang Laris Manis

Posted on

PasarModern.com, PADANG —Simak sejumlah informasi menarik seputar Kota Padang yang dirangkum dalam populer Padang setelah tayang 24 jam terakhir.

Pertama, suasana Pantai Padang, Kota Padang, mulai dipadati masyarakat menjelang pergantian Tahun Baru 2026, Rabu (31/12/2025) malam.

Berdasarkan pantauan PasarModern.comdi lokasi, warga mulai berdatangan ke kawasan pantai sejak pukul 18.00 WIB.

Kedua, warga terdampak banjir bandang di Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi banjir yang terus berulang sejak akhir November 2025 lalu.

Salah seorang warga Perumahan Banda Gadang Permai, Ibet (50), mengaku rumahnya telah terendam banjir sebanyak lima kali sejak peristiwa banjir bandang pada 27 November 2025 lalu. 

Ketiga, menjelang pergantian tahun 2025 menuju 2026, permintaan arang di Pasar Raya Padang meningkat signifikan.

Untuk memenuhi kebutuhan pembeli yang semakin ramai, para pedagang bahkan memilih buka hingga malam hari demi melayani warga yang bersiap menggelar bakar-bakar pada malam pergantian tahun.

Simak berita selengkapnya berikut ini:

1. Malam Tahun Baru 2026 di Pantai Padang Berbeda, Pedagang: Sekarang Terasa Lebih Sepi

Suasana Pantai Padang, Kota Padang, mulai dipadati masyarakat menjelang pergantian Tahun Baru 2026, Rabu (31/12/2025) malam.

Berdasarkan pantauan PasarModern.comdi lokasi, warga mulai berdatangan ke kawasan pantai sejak pukul 18.00 WIB.

Mereka tampak datang bersama keluarga, termasuk anak-anak, untuk menikmati suasana sore hingga malam di sepanjang bibir pantai.

Namun, arus lalu lintas menuju kawasan Pantai Padang diberlakukan sistem satu arah oleh pihak kepolisian. 

Banyak Persimpangan Ditutup

Rekayasa lalu lintas dilakukan dari sepanjang Jalan Masjid Al-Hakim di Samudera hingga pintu keluar di Simpang Hotel Pangeran.

Selain itu, sejumlah titik akses menuju pantai ditutup. 

Penutupan dilakukan di hampir setiap simpang oleh personel lalu lintas Polda Sumbar yang dibantu Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta unsur Forkopimda Kota Padang.

Sepanjang Jalan Samudera, suasana tampak semarak dengan deretan pedagang yang menjajakan berbagai makanan dan minuman hingga mainan anak-anak. 

Di sisi lain, masyarakat terlihat duduk santai di bibir pantai, sebagian bermain bersama anak-anak mereka.

Memasuki pukul 21.40 WIB, kepadatan kendaraan semakin meningkat. 

Kendaraan yang melintas didominasi oleh sepeda motor dan mobil pribadi, meski arus lalu lintas masih terpantau terkendali.

Tak Seramai Tahun Baru 2025

Meski demikian, salah seorang pedagang Pantai Padang, Indra Syafar, mengungkapkan bahwa keramaian malam ini belum seramai peringatan Tahun Baru 2025 lalu.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, ini jauh bedanya. Sekarang memang terasa lebih sepi,” ujar Indra saat ditemui PasarModern.comdi kawasan Pantai Padang.

Ia menilai, minimnya keramaian dipengaruhi oleh tidak adanya perayaan Tahun Baru yang digelar Pemerintah Kota Padang maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

“Karena kita masih dalam suasana kemalangan akibat banjir bandang kemarin. Kalau tidak berduka, mungkin sekarang sudah ramai,” katanya.

Meski demikian, Indra tetap optimistis jumlah pengunjung akan meningkat menjelang detik-detik pergantian tahun.

“Kita sebagai pedagang harus sabar. Mudah-mudahan nanti mendekati tengah malam makin ramai,” ujarnya.

Gubernur Ajak Doa dan Zikir Bersama di Masjid

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, sebelumnya mengimbau masyarakat agar menyambut malam pergantian Tahun Baru 2026 dengan penuh kesederhanaan dan empati.

Imbauan tersebut disampaikan mengingat Sumbar masih berada dalam suasana duka pascabencana banjir bandang yang melanda 16 kabupaten dan kota sekitar satu bulan lalu.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak hura-hura dan tidak ada kegiatan pesta kembang api,” kata Mahyeldi saat ditemui PasarModern.comdi Istana Gubernur Sumbar, Selasa (30/12/2025).

Mahyeldi menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumbar telah mengeluarkan surat edaran resmi terkait imbauan tersebut.

Sebagai gantinya, Pemprov Sumbar akan menggelar doa dan zikir bersama di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi pada malam pergantian tahun.

“Insyaallah, pada malam tanggal 31 nanti kita akan mengadakan doa dan zikir bersama di Masjid Raya,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota di Sumbar hingga tingkat kecamatan dan nagari.

“Mudah-mudahan dengan zikir dan doa bersama ini, kita bisa mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana serta memohon keselamatan bagi Sumatera Barat,” tutup Mahyeldi.

2. Berulang Kali Diterjang Banjir, Warga Tabing Banda Gadang Minta Pemerintah Segera Lakukan Penanganan

Warga terdampak banjir bandang di Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi banjir yang terus berulang sejak akhir November 2025 lalu.

Salah seorang warga Perumahan Banda Gadang Permai, Ibet (50), mengaku rumahnya telah terendam banjir sebanyak lima kali sejak peristiwa banjir bandang pada 27 November 2025 lalu. 

Menurutnya, sedikitnya lebih dari 60 rumah di kawasan tersebut terdampak setiap kali hujan lebat mengguyur Kota Padang selama satu hingga dua jam.

“Sejak akhir November itu sudah sekitar lima kali kami kebanjiran, termasuk kemarin. Hujan lebat satu sampai dua jam saja, air pasti naik dan rumah kembali terendam,” ujar Ibet saat diwawancarai, Rabu (31/12/2025).

Saat banjir kembali terjadi pada Selasa (30/12/2025) sore, Ibet bersama suami dan lima anaknya berada di rumah yang baru beberapa hari selesai dibersihkan dari lumpur sisa banjir sebelumnya. 

Ia menyebut, pascabanjir bandang, keluarganya terpaksa tidur di rumah hanya beralaskan tikar dan kasur bantuan.

Kasur lama yang biasa mereka gunakan terpaksa dibuang karena dipenuhi lumpur dan tidak bisa dibersihkan. 

Warga Mengungsi ke Atas Plafon Rumah saat Air Naik

Ketika air kembali naik, Ibet dan keluarganya tidak sempat mengungsi ke tempat lebih tinggi dan memilih bertahan di atas plafon rumah.

“Air datang terlalu cepat, jadi kami tidak sempat mengungsi. Kami naik ke plafon rumah, sebelumnya suami sudah membuat semacam lantai, jadi kami bisa duduk dan berbaring di sana,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, pilihan tersebut diambil karena tidak ada lagi tempat berlindung. Sejak masa tanggap darurat bencana berakhir, posko pengungsian yang sebelumnya digunakan warga telah dibongkar. 

Ibet juga mengaku enggan menumpang ke rumah saudara karena keterbatasan tempat.

Hingga kini, Ibet dan sejumlah warga terdampak lainnya belum mendapatkan hunian sementara (huntara) meski banjir terus berulang.

Menurutnya, hunian yang disediakan pemerintah sudah penuh.

“Kalau ke rumah orang tua atau saudara, saya segan karena sudah penuh. Kemarin sempat ada tawaran huntara, tapi sampai sekarang belum jelas, katanya yang disediakan pemerintah sudah penuh,” ungkapnya.

Ia menambahkan, meski mendapatkan bantuan uang hunian sementara sekitar Rp600 ribu per bulan, dana tersebut terpaksa dialihkan untuk kebutuhan lain, seperti memperbaiki sepeda motor yang rusak akibat terendam banjir.

“Kami pakai uang itu untuk memperbaiki motor karena dipakai untuk bekerja. Jadi sementara kami bertahan saja tinggal di rumah,” tambahnya.

Warga Minta Kejelasan Terkait Hunian Sementara

Keluhan serupa juga disampaikan Rini (44), warga lainnya di kawasan tersebut. Ia bersama keluarga terpaksa naik ke atap rumah saat banjir kembali melanda.

“Kemarin kami naik ke atap, sudah tidak tahu lagi mau mengungsi ke mana. Setelah dievakuasi, kami sempat menginap di posko rumah warga semalam. Pagi harinya air surut, kami kembali ke rumah untuk bersih-bersih,” katanya.

Rini menyebut hingga saat ini belum ada kejelasan terkait hunian sementara yang dijanjikan. 

“Katanya ada di rusunawa, tapi ternyata penuh. Kami diminta bersabar dan menunggu,” ujarnya.

Meski demikian, warga mengakui bantuan logistik seperti sembako masih mencukupi.

Bantuan tersebut didapatkan baik melalui posko maupun diantar langsung oleh relawan.

“Kalau bantuan sembako aman, masih ada. Kadang kalau tidak sempat ke posko, ada yang mengantarkan,” ujar Ibet.

Namun, warga berharap pemerintah tidak hanya memberikan bantuan darurat, tetapi juga segera menangani akar permasalahan banjir agar kejadian serupa tidak terus berulang dan mengancam keselamatan serta kehidupan mereka. 

3. Arang Laris di Akhir Tahun 2025, Pedagang di Padang Buka hingga Malam, Dijual Rp10.000 per Kantong

Menjelang pergantian tahun 2025 menuju 2026, permintaan arang di Pasar Raya Padang meningkat signifikan.

Untuk memenuhi kebutuhan pembeli yang semakin ramai, para pedagang bahkan memilih buka hingga malam hari demi melayani warga yang bersiap menggelar bakar-bakar pada malam pergantian tahun.

Tradisi bakar-bakar bersama keluarga pada malam pergantian tahun membuat kebutuhan arang sebagai bahan perapian ikut naik, apalagi momen pergantian tahun tinggal hitungan jam.

Pedagang di Blok I Pasar Raya Kota Padang, Raful, mengatakan pihaknya menyediakan arang siap pakai, yang dijual per kantong.

Ia memprediksi, kemungkinan penjualan arangnya bakal meningkat hingga malam jelang tahun baru 2026 nanti.

Sebab, beberapa masyarakat pekerja kantoran selalu membeli pada malam hari jelang tahun baru.

“Mereka kan pulangnya sore, kalau tahun kemarin sering membeli saat malam. Kebetulan khusus tahun baru ini, saya buka sampai jam 20.00 WIB,” tutur Raful, Rabu (31/12/2025) sore.

“Harga per kantongnya tetap sama dengan hari biasa, yaitu Rp10.000, tidak ada kenaikan harga meski tahun baru,” tambahnya

Berhasil Menjual 200 Kantong Plastik Arang

Raful menyebut penjualan arangnya kembali meningkat jelang pergantian tahun dari 2025 menuju 2026.

Penjualan diprediksi meningkat hingga pada malam pergantian tahun.

“Alhamdulillah, meningkat dari kemarin,” ungkapnya saat memberikan keterangan kepada Tribun Padang melalui sambungan telepon WhatsApp.

Raful mengatakan, untuk hari ini ia sudah berhasil menjual sebanyak 200 kantong plastik arang siap pakai.

“Sudah laku sekitar 200 kantong plastik, di dalamnya sudah arang siap pakai,” sebutnya.

Kata dia, pada Selasa (30/12/2025) kemarin, ia berhasil menjual sebanyak 120 kantong plastik dan terdapat peningkatan 80 kantong.

“Naik dari kemarin, sekitar 80 kantong plastik atau ditotal mencapai 5 karung. Kalau kemarin terjual sekitar 120 kantong jelang tutup,” jelasnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *